Tag: Romelu Lukaku

Romelu Lukaku Takjub Pada Aksi Alphonso Davies di Der Klassiker

Vivagoal Bundesliga –  Kecepatan luar biasa yang dipertontonkan Alphonso Davies dalam laga Der Klassiker jilid II musim ini antara Bayern Munchen dan Borussia Dortmund, Selasa (26/5/2020) malam WIB mengundang decak kagum penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku.

Bermain di Signal Iduna Park, laga Der Klassiker berjalan ketat sejak awal.  Joshua Kimmich menjadi pahlawan Die Roten di laga tersebut setelah berhasil mencetak gol tunggal pada menit ke-43 dengan sebuah tendangan lob cantik yang mengecoh kiper Der Borussen, Roman Buerki.

Namun bukan gol indah Joshua Kimmich yang membuat bomber andalan Inter, Romelu Lukaku terpaku. Tapi kecepatan Alphonso Davies yang menyisir sisi kiri pertahanan Bayern membuatnya tak sungkan tuk melontarkan pujian buat bek berusia 19 tahun itu.

Momen yang paling diingat Lukaku tentunya ketika Alphonso berlari kencang untuk mengejar penyerang Dortmund, Erling Haaland sekaligus berhasil menggagalkan peluang emas yang dimiliki bomber pemilik 41 gol musim ini.


Baca Juga: 


“Alphonso Davies benar-benar cepat sekali. Saya berharap punya kecepatan seperti dia,” ungkap Lukaku seperti dilansir dari Sky Sports.

Berdasarkan catatan Squawka, aksi Davies mengejar Haaland di paruh pertama pertandingan sekaligus mencatatkan kecepatan tertinggi dibanding para pemain lain, yakni 35,27 km/jam.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Punya Lukaku, Inter Diminta Bersabar di Bursa Transfer

Vivagoal Serie AMassimo Moratti buka suara perihal kiprah Inter Milan musim ini. Ia menyebut Inter punya kualitas mumpuni untuk terus jadi penantang gelar. 

Meski mengalami pasang surut performa, namun klub berjuluk I Nerazzurri tersebut bisa menjaga posisi mereka di papan atas klasemen.

Antonio Conte disebut jadi pembeda penampilan Inter musim ini. Tapi demikian, Conte belum bisa disebut sukses lantaran sulit menyamai prestasi yang pernah diraih Jose Mourinho. 

“Sulit untuk membuat perbandingan antara kedua pelatih tersebut. Mereka adalah dua profesional yang sangat serius dalam bekerja, tetapi mereka bekerja dengan intensitas yang luar biasa.


Baca Juga:


“Mereka benar-benar percaya pada diri mereka sendiri. Conte menempatkan itu dalam jiwanya dan melakukan dengan baik. Saya sangat mempercayainya,kata Moratti kepada Gr Parlamento.

Tak Perlu Rekrut Haaland

Lebih lanjut, keberhasilan Conte menyulap Inter membuat Moratti meminta manajemen bersabar di bursa transfer. Sempat dirumorkan dengan Erling Haaland, Moratti menilai Inter tak perlu mendatangkannya.

“Saya tentu saja ingin merekrut Haaland, tetapi kami sudah memiliki Lukaku,” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Chiellini Tak Bisa Membayangkan Icardi Masuk dalam Lini Serang Inter

Vivagoal Serie A – Sebagai bek Juventus, Giorgio Chiellini mengatakan jika timnya akan sangat kesulitan ketika Mauro Icardi bermain bersama Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez di kubu sang rival, Inter Milan.

Icardi dikenal sebagai salah satu bomber menakutkan. Bersama Inter, Icardi sudah mengemas 124 gol dari 219 kali penampilan.

Namun sayang penampilan tersebut tak membuat Antonio Conte terkesima. Ia mendepak Icardi ke Paris Saint-Germain musim panas kemarin. Conte kemudian mendatangkan Lukaku dari Manchester United sebagai pengganti.

Lukaku kemudian menjalani duet bersama Lautaro Martinez. Hasilnya, Lukaku mengemas 23 gol dari 35 laga di semua ajang musim ini. Sedang Lautaro tampil oke dengan koleksi 11 gol musim ini.

Melihat situasi tersebut, Chiellini tak membayangkan jika Icardi bermain bersama dua striker Inter tersebut. Mimpi buruk jelas bagi para pemain bertahan termasuk dirinya.

“Di antara lawan hebat yang saya hadapi, saya sangat menaruh hormat kepada Icardi, dia berbahaya di dalam kotak penalti,” kata Chiellini dalam autobiografinya, yang dikutip dari Football Italia.

“Saya akan mendefinisikannya sebagai striker yang mengesankan. Mauro sering mencetak gol melawan Juventus, ini menyakitkan bagi saya. Saya yakin dia anak yang baik. Pasti ada sesuatu yang terjadi di Inter, saya katakan itu sebagai seorang kakak,” bek Juventus itu menambahkan.


Baca Juga:



“Mungkin dia terlalu memaksakan kehendaknya, tetapi dari sudut pandang olahraga, saya bertanya-tanya bagaimana seorang juara seperti dia tidak bisa bertahan di Inter selama 15 tahun dan mencetak 200 gol lagi.”

“Lalu, sebagai pemain Juventus, saya akan mengatakan bahwa itu untungnya tidak terjadi. Tetapi, bisakah Anda membayangkan Icardi bermain bersama Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez?” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Lima Pemain Kidal Tertajam Dalam Sejarah Premier League, Siapa Saja?

Vivagoal Liga Inggris – Premier League diisi oleh ratusan pemain bertalenta. Namun hanya sedikit pemain yang mampu bertumpu dengan kaki kirinya.

Pemain yang menggunakan kaki kiri sebagai tumpuan jelas jauh lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang mengandalkan kaki kanannya. Namun jangan salah, ada lima pemain yang mampu memperlihatkan kemampuan kaki kiri mereka dengan begitu baik di Premier League.

Berikut ini para pemain dengan kaki kiri paling mematikan di Premier League;

  1. Romelu Lukaku

Lukaku sendiri mengawali perjalanan kariernya di Inggris dengan membela akademi Chelsea. Ia kemudian menjalani serangkaian masa peminjaman ke West Bromwich Albion lalu pindah ke Everton. Manchester United menjadi klub terakhirnya di Premier League untuk saat ini.

Penyerang asal Belgia itu tercatat telah mencetak 113 gol sepanjang karirnya di Premier League. Dari jumlah tersebut, 57 diantaranya tercipta melalui kaki kiri.

  1. Mohamed Salah

Sebelum gemilang bersama Liverpool seperti saat ini, Salah sudah mencicipi panasnya persaingan Premier League bersama Chelsea. Namun perjalan kariernya baru bersinar terang ketika berseragam The Reds.

Sampai hari ini, Salah sudah 100 kali tampil di Premier League. Ia mengemas total 70 gol di mana 58 gol di antaranya ia ciptakan melalui kaki kirinya.

  1. Ryan Giggs

Legenda hidup Manchester United, Ryan Giggs dikenal sebagai pemain yang cukup kreatif. Bermain bukan sebagai sosok penyerang, Giggs nyatanya mampu menebar teror bagi pertahanan lawan.

Selama 24 musim berseragam Setan Merah, Giggs mencatatkan 114 gol di ajang Premier League. Dari jumlah tersebut, 78 gol di antaranya dicetak melalui kaki kirinya.


Baca Juga:


 

  1. Robin van Persie

Van Persie menjadi buah bibir setelah mengakhiri perjalanan kariernya selama 11 tahun di Arsenal dengan pindah ke kubu rival, Manchester United. Namun demikian kualitasnya tetap terjaga meski ia bermain untuk tim yang berseberangan.

Di Arsenal, Van Persie mengemas total 96 gol di Premier League dan 48 gol bagi Manchester United. Dari total 144 gol tersebut total 94 gol atau sekitar 65% nya dicetak dengan kaki kiri.

  1. Robbie Fowler

Fowler menjalani debutnya di Premier League setelah ‘lulus’ dari akademi Liverpool pada 1993. Ia kemudian hengkang pada 2001 dan memperkuat Leeds United, Manchester City sebelum kembali ke Liverpool pada tahun 2006.

Sepanjang kariernya di Premier League, Fowler mengemas total 163 gol di ajang EPL. 97 gol di antaranya berhasil ia cetak melalui kaki kirinya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Manchester United Tak Paham Maksimalkan Potensi Lukaku

Vivagoal Serie A – Legenda Inter Milan, Ivan Cordoba menyebut jika Manchester United tak paham cara memaksimalkan Romelu Lukaku. Sang pemain pun pada akhirnya dijual ke Inter pada bursa transfer musim panas kemarin.

“Lukaku adalah pemain luar biasa,” kata Cordoba kepada Daily Mail Diwartakan Goal International “Manchester United tidak paham potensi pemain dan musim lalu tergolong buruk untuk dia. Menurut opini saya, Lukaku sekarang tengah membuktikan kepada semua orang untuk menjadi juara.

“Sungguh disayangkan Manchester United menjualnya, namun saya senang Inter membelinya. Antonio Conte sudah fundamental terhadap performanya di Inter,” imbuhnya.

Sejatinya, United mendatangkan Lukaku dengan harap pemain Belgia bisa menjadi mesin gol anyar bagi tim yang bermarkas di Old Trafford. Di bawah asuhan Jose Mourinho, sang pemain sangat diandalkan. Situasi pun berubah kala Solskjaer melatih United. Mantan punggawa Chelsea seakan tak dapat tempat dalam skuat utama.


Baca Juga:


Lukaku pun pada akhirnya dijual ke Inter Milan dengan mahar 80 Juta Euro. Ia bertransformasi menjadi penyerang berbahaya dengan mengemas 23 gol dan 5 assist dalam 35 kesempatan yang ia mainkan di berbagai kompetisi bersama La Beneamata.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Gagal di Timnas, Lukaku Siap Bangkit di Inter

Vivagoal Serie A – Romelu Lukaku mengatakan jika kegagalannya bersama tim nasional Belgia pada Piala Dunia 2018 kemarin menjadi motivasi untuk memberikan yang terbaik di Inter Milan.

Belgia menjadi tim kejutan dalam gelaran akbar di Rusia tersebut. Tanpa diduga Belgia berhasil menembus babak semifinal setelah berhasil melewati banyak lawan tangguh.

Namun langkah mereka tak sampai ke babak final. Mereka harus rela tersingkir usai kalah 1-0 dari Prancis. Beruntung mereka masih berhasil menyegel tempat ketiga setelah mengalahkan Inggris dua gol tanpa balas.

Meski demikian, kegagalan Belgia meraih juara membuat Lukaku begitu kesal. Ia pun menjadikan kekesalannya sebagai motivasi di Inter Milan.

“Saya merupakan pria yang ambisius!,” ucap Lukaku, seperti dilansir dari Bleacher Report, Minggu (3/5).

“Kekecewaan karena tersingkir dari Piala Dunia sangat terasa bagi saya. Ya, karena kami sudah mendekati pencapaian fantastis untuk negara yang hanya memiliki penduduk 11 juta jiwa.”

“Itu mengagetkan saya. Ketika saya pindah ke Inter, saya memiliki semua energi yang terbangun dari momen tersebut.”


Baca Juga:



“Ya, saya berada dalam ambisi yang tinggi. Saya berkata pada diri sendiri: ‘Oke, ini saya, ayo kita lakukan di sini!’,” tambahnya.

Lukaku pun benar-benar melakukannya. Meski belum meraih trofi apapun, namun pemain 26 tahun tersebut berhasil menempati urutan ketiga dalam urusan mencetak gol di Serie A.

Lukaku yang berhasil mencetak 17 gol hanya kalah dari Ciro Immobile (Lazio, 27 gol) dan Cristiano Ronaldo (Juventus, 21 gol).

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Legenda: Lukaku Lebih Baik Ketimbang Icardi

Vivagoal Serie ALegenda Inter Milan, Sandro Mazzola, tak ragu menyebut Romelu Lukaku memiliki kualitas lebih baik dibandingkan dengan Mauro Icardi. 

Inter Milan mendatangkan Lukaku setelah menebusnya dari Manchester United dengan banderol mencapai 65 juta euro. Antonio Conte yang mendesak klub untuk membelinya jelas paham dengan potensi pemain 26 tahun tersebut.

Lukaku menjawabnya dengan kontribusi nyata untuk  Nerazzurri. Tercatat bomber asal Belgia itu sudah mengemas 23 gol dari 35 penampilan di semua kompetisi musim ini. 

Kehadiran Lukaku jelas membuat fans mulai melupakan Icardi yang dipinjamkan ke PSG. Bahkan, Mazzola menilai Lukaku punya kualitas di atas Icardi.

“Romelu Lukaku jelas lebih baik daripada Mauro Icardi, jika dia memiliki seseorang seperti saya di sampingnya, dia akan mencetak 50 gol setiap musim,” kata Mazzola kepada Il Giorno.


Baca Juga:


Tidak hanya pada Lukaku, Mazzola juga memuji peran Conte. Menurutnya ada perkembangan signifikan dalam tim meski mereka masih harus terus berkembang.

“Sayangnya Antonio Conte, yang merupakan pelatih top, telah kalah dalam bentrokan langsung melawan Lazio dan Juventus, tetapi dia bisa membantu Inter memenangkan 13 pertandingan yang tersisa,” lanjutnya.

Mazzola sendiri sempat bermain sebanyak 574 kali di semua kompetisi untuk Inter antara tahun 1960 dan 1977. Selama itu, dia mencetak 161 gol untuk Nerazzurri.

Setelah pensiun pada 1984, pria yang kini berusia 77 tahun itu sempat kembali ke Inter. Ia sempat didapuk sebagai direktur olahraga antara 1995 dan 1999.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Diam-Diam, Lukaku Berhasrat Bela Klub Masa Kecilnya

Vivagoal Serie A – Penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku berkisah soal masa depannya. Diam-diam, pemain asal Belgia itu menyimpan mimpi untuk kembali memperkuat klub masa kecilnya, Anderlecht.

Dalam wawancara bersama Kat Kerkhofs, seorang presenter TV Belgia yang juga istri Dries Mertens, di Instagram, Lukaku mengatakan jika ia akan bermain hingga usia 36 tahun. Sebagai pengahragaan dia ingin kembali ke klub masa kecilnya sambil menutup karier. 

“Saya sudah bermain sepakbola profesional sejak saya berusia 16 dan ingin bermain sampai usia 36 nanti.

“Mimpi saya adalah untuk mengakhiri karier saya di Anderlecht, jadi saya bisa mengakhiri karier di tempat di mana pertama kali saya memulai, setelah menjadi pemain profesional selama 20 tahun,” kata Lukaku dilansir dari Football Italia.


Baca Juga: 


Lebih lanjut, Lukaku bertutur, ingin meninggalkan sekejap dunia olah bola kala pensiun nanti. Namun tidak menutup kemungkinan dia bakal kembali ke lapangan untuk menjadi juru taktik.

“Saya sendiri ingin bepergian [ketika pensiun] dan meninggalkan ini semua untuk sementara waktu. Saya tidak akan pernah menjadi pandit TV, namun saya sedang belajar [untuk menjadi pelatih]. “Siapa tahu, mungkin saya bisa jadi pelatih suatu saat nanti.” tutup Lukaku. 

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Lukaku Menduga Seluruh Pemain Inter Sempat Miliki Gejala Corona

Vivagoal Serie A – Romelu Lukaku mengisahkan jika 23 dari 25 pemain Inter Milan mengalami gejala batuk dan demam pada awal tahun ini.

Para pemain Inter Milan kemungkinan terpapar virus covid-19 jauh sebelum kasus pertama dilaporkan di Italia. Hal ini seperti diungkapkan oleh Lukaku saat ia melihat hampir semua pemain termasuk dirinya mengalami gejala-gejala virus yang pertama ditemukan di Wuhan, China tersebut.

Kejadian tersebut dilihat Lukaku saat Inter menjamu Cagliari pada 26 Januari, hampir sebulan sebelum Italia melaporkan kasus corona pertama, yaitu pada 21 Februari.

“Kami sempat libur satu minggu pada bulan Desember, kemudian kami kembali berlatih dan saya bersumpah 23 dari 25 pemain jatuh sakit. Saya tidak bercanda,” beber Lukaku dalam interview dengan jurnalis Belgia Kat Kerkhofs melalui Instagram Live.

“Kami bermain menghadapi Cagliari yang diperkuat Radja Nainggolan dan setelah sekitar 25 menit, salah satu bek kami harus dia harus ditarik keluar dari lapangan. Dia tak bisa melanjutkan laga dan nyaris pingsan.”

Pemain yang dimaksud oleh Lukaku adalah Milan Skriniar yang harus ditarik keluar pada menit 17. Dalam rilis resmi Inter mengatakan jika sang pemain belum sepenuhnya pulih dari flu.

“Semua orang saat itu batuk-batuk dan demam,” urai bintang timnas Belgia itu.

“Ketika sedang pemanasan, saya juga merasa suhu tubuh saya jauh lebih panas dari biasanya. Padahal sudah bertahun-tahun saya tidak pernah demam.”


Baca Juga:



Lukaku menambahkan bahwa dirinya lebih memilih langsung pulang setelah pertandingan berakhir. Padahal Inter memiliki agenda yakni makan bersama dengan salah satu sponsornya.

“Setelah laga ada rencana makan malam dengan tamu-tamu dari Puma, tapi saya hanya ucapkan terima kasih kepada mereka dan langsung tidur. Saat itu kami tak pernah melakukan tes Covid-19, jadi kita tak akan pernah tahu secara pasti.”

Italia sendiri menjadi negara terdampak terbesar ketiga di dunia di belakang Amerika Serikat dan Spanyol dengan total kematian 24.114 jiwa.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Everton Berarti Besar Buat Karier Lukaku, Kenapa?

Vivagoal Liga InggrisPerjalanan Romelu Lukaku di Premier League bisa dikatakan tidak terlalu mulus. Ia hanya menjadi pemain pelapis di Chelsea sebelum dilepas ke Everton dan berakhir kurang mengenakan di Manchester United sebelum merapat ke Inter Milan. 

Dinilai banyak pihak sebagai blunder karena membela Chelsea dan MU yang disebut sebagai perusak karir, Lukaku tak pernah menyesali keputusannya untuk melanglangbuana di klub Liga Inggris. 

“Saya tidak berpikir begitu. Kedua pengalaman itu [bermain di Chelsea dan Manchester United] cukup baik. Orang-orang boleh mengatakan, dua klub itu menghancurkan karier saya, atau hanya bagus di satu klub.

“Liga Inggris memberi saya kesempatan untuk mencuat di Inggris dan belajar dari para idola saya,” kata Lukaku dikutip dari Football Italia.

Nyaman di Everton

Lebih lanjut, Lukaku mengakui Everton menjadi klub yang paling membekas selama merumput di Inggris. Dibanding The Blues dan Setan Merah, Lukaku menyukai masa-masa dirinya berseragam The Toffees. 


Baca Juga:  


“Akan tetapi, saya menyukai masa-masa saya ketika memperkuat Everton, jujur saja,” jelas Lukaku.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS