MPL Fantasy

Tag: Rudi Garcia

Prediksi Nimes Vs Marseille: Tuan Rumah Siap Tebar Ancaman

0

Vivagoal Ligue 1 – Laga pekan ke-27 Ligue 1 Prancis akhir pekan ini akan dibuka oleh duel dua tim beda kasta, yakni Nimes melawan Olympique Marseille, Sabtu (29/2/2020) dinihari WIB. Meski bermain di Stade des Costieres, secara performa tim, Marseille layak diunggulkan menang di laga.

Sedari awal musim 2019/2020 ini, performa Nimes terbilang masih jauh dari kata memuaskan. Hingga pekan ke-26 pekan lalu, skuad besutan Bernard Blaquart ini hanya bisa mendapat tujuh kemenangan dimana 13 lainnya tuntas dengan kekalahan dan 6 kali imbang. Hasil tersebut membuat mereka harus menempati posisi ke-18 klasemen.

Nimes kian tidak diunggulkan bisa meraup poin atas Marseille jika merujuk pada laga kandang mereka musim ini. Dari 19 kali bermain di hadapan publik sendiri, Les Crocodiles sudah menelan tujuh kekalahan dengan meraih 3 imbang dan 9 sisanya diselesaikan dengan kemenangan.

Baca juga: Ketahuan Beli Properti di Paris, Koulibaly Merapat ke PSG?

Di sisi lain, melawan Nimes jelas bukan perkara mudah juga untuk dilakoni Marseille. Pasalnya, skuad besutan Rudi Garcia tersebut dalam kondisi kurang bagus usai menelan dua kekalahan dari tiga laga terakhirnya di ajang Liga Prancis. Yang terbaru, saat Steve Mandanda Cs ditaklukkan Nantes 3-1 di kandang sendiri akhir pekan kemarin.

Selain itu, Marseille juga kurang begitu superior jika bermain di markas Nimes. Dari empat laga tandang terakhirnya ke Stade des Costieres, Marseille hanya bisa mengantongi satu kemenangan, dengan 2 kali imbang dan satu laga lainnya kalah.

Namun, Rudi Garcia tentu menargetkan timnya mampu menggondol tiga poin untuk bisa terus menempel PSG di puncak klasemen. Jika melihat berbagai faktor yang ada, memang rasanya sulit bagi Nimes untuk mencoba setidaknya mencuri satu poin. namun mereka tetap ada kans untuk tidak sampai kalah telak oleh tim tamu.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Prediksi Metz Vs Lyon: Misi Bangkit Di Saint-Symphorien

0

Vivagoal Ligue 1 – Olympique Lyon mengusung misi bangkit saat melakoni laga tandang ke Saint-Symphorien, markas Metz dalam lanjutan laga pekan ke-26 Ligue 1 Prancis, Sabtu (22/2/2020) dinihari WIB.

Hanya meraih satu kemenangan dari lima pertandingan terakhirnya di ajang Liga Prancis memang cukup mengganggu skuad besutan Rudi Garcia. Masalahnya, ini bukan kali pertama mereka kesulitan meraih kemenangan. Sepanjang Desember 2019 kemarin, Moussa Dembele dkk juga sempat hanya meraih dua kemenangan dalam lima pertandingan.

Baca juga: Dirumorkan Latih PSG, Allegri: Saya Akan Kembali Melatih September Nanti

Hal tersebut menandakan bahwa performa skuat Les Gones musim ini tak kunjung bisa konsisten. Bahkan di papan klasemen Liga, mereka turun sampai ke urutan 11 dengan 34 poin karena sudah menelan 9 kekalahan dengan meraih 9 kemenangan dan 7 hasil imbang.

Otomatis, jelang duel kontra Metz yang sementara menduduki peringkat ke-15 klasemen, Thiago Mendes dan kolega dituntut harus bisa mengakhiri tren negatif mereka dengan mencoba meraup tiga poin demi memperbaiki posisi di papan klasemen akhir pekan ini.

“Saat ini segala sesuatunya sedang tidak berjalan seperti yang kami inginkan. Kami tidak dinaungi keberuntungan meski kami pun sebenarnya selalu menginginkan kemenangan, hanya saja harus diakui bahwa kepercayaan diri kami sedang turun.” ucap Rudi Garcia dilansir dari situs resmi klub.

Melawan Metz, Lyon sejatinya masih lebih dominan atas lawannya itu dengan meraih 16 kemenangan dan hanya tiga kali menelan kekalahan dari 22 pertemuan terakhir kedua tim. Namun, jelang duel ini, Metz juga sedang dalam motivasi besar untuk bisa lolos dari jeratan degradasi di akhir musim.

Pasalnya, 28 poin yang sudah mereka koleksi saat ini masih rentan disusul oleh Dijon yang ada di zona terakhir degradasi. Selain itu, Ibrahima Niane Cs juga bertekad melanjutkan tren positifnya setelah hanya meraih satu kekalahan dari enam aksi terakhirnya di ajang Liga.

Baca juga: Dembele Lebih Pilih Man United Ketimbang Chelsea, Kenapa?

“Sudah jelas bahwa kami semua punya tugas berat. Tapi kami sudah tak sabar memulai semuanya dengan bermain di stadion yang akan dipenuhi para suporter kami.” kata pelatih Metz, Vincent Hognon.

Hognon sendiri paham bahwa misi meraup poin penuh akhir pekan ini bakal sulit. Pasalnya, menjamu Lyon, mereka punya rekor kandang yang kurang bagus. Dari total 9 partai kandang terakhirnya melawan Lyon, Metz hanya dua kali bisa meraih kemenangan dengan 5 diantaranya tuntas dengan kekalahan, dan dua sisanya imbang.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Lawan Juventus, Rudi Garcia: Ronaldo Ancaman Besar Lyon

Vivagoal Liga Champions – Pelatih Olympique Lyon, Rudi Garcia mengatakan bahwa Cristiano Ronaldo harus sudah dihentikan sejak di perbatasan Italia-Prancis jelang duel kedua tim di leg pertama 16 besar Liga Champions. Ronaldo dianggap ancaman utama bagi skuat besutan Rudi Garcia.

Lyon akan melakoni laga berat di babak 16 besar Liga Champions dengan menghadapi Juventus. Pada leg pertama, mereka akan lebih dulu menjamu Bianconeri di Groupama Stadium, Kamis (27/2/2020) dinihari WIB.

Baca juga: Hasil Lengkap Leg Pertama Liga Europa 2019/2020

Rudi Garcia sendiri sangat paham kualitas yang dimiliki skuat Juventus. Namun, satu sosok yang paling diwaspadai oleh eks juru taktik AS Roma tersebut adalah Ronaldo.

Penyerang berusia 35 tahun tersebut sejauh ini masih tampil sangat tajam, dimana ia sudah mengemas 24 gol dari 29 laga di semua ajang kompetisi musim ini.

Garcia dengan nada bercanda lantas mengatakan bahwa untuk meredan keganasan Ronaldo di depan gawang timnya, ia sudah harus dihentikan sedari perbatasan Perancis-Italia agar CR7 tak bisa tampil saat jumpa Lyon.

“Dia (Ronaldo) harusnya bisa dihentikan sejak di wilayah perbatasan, dan semoga dia tidak terlalu menyukai datang ke Lyon dan tidak mau bermain disini. Jelas, untuk meredamnya, kami harus menggalang pertahanan secara kolektif.” ucap Garcia seperti dilansir dari Football-Italia.

Baca juga: Messi Pesimis Barcelona Bisa Menangkan Liga Champions

Meski demikian, Rudi Garcia juga tidak ingin timnya hanya fokus ke Ronaldo, karena Juventus masih punya Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain yang sewaktu-waktu bisa ikut mengancam gawang mereka.

“Namun tidak ada gunanya mematikan Ronaldo seorang, jika kemudian ada ruang untuk Dybala dan Higuain. Saya sudah beritahu para pemain ini bahwa ini adalah tantangan dan pertempuran. Itu harus jadi motivasi mereka nanti.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Pelatih Lyon Sebut Ronaldo Tidak Berbahaya, Kenapa?

Vivagoal Liga ChampionsBerdasarkan hasil drawing babak 16 besar Liga Champions yang dilakukan di Nyon, Swiss, Selasa (16/12/2019) malam WIB, Olympique bakal berhadapan dengan raksasa Serie A, Juventus. Pelatih Lyon, Rudi Garcia pun angkat bicara soal calon lawannya itu. 

Garcia mengaku skuatnya akan sangat mewaspadai Miralem Pjanic dibanding Cristiano Ronaldo.  Pasalnya peran Pjanic lebih sentral ketimbang sang superstar. 

Whoscored mencatat Pjanic rata-rata melepaskan 1,5 umpan kunci per laga dan rataan lima dribel sukses. Tingkat akurasi umpannya mencapai 91.1 persen dan membuat sekitar 80 passing per laga.

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Hadiah, Mainkan Kuisnya Di Sini!

“Miralem Pjanic adalah pemain dengan kualitas besar, dia punya skill yang luar biasa. Saya pribadi lebih mewaspadai dia ketimbang Ronaldo. Pjanic jelas adalah kekuatan besar buat Juventus ucap,” kata Garcia seperti dilansir dari situs resmi UEFA.

Garcia sendiri tak sabar untuk segera menjajal Si Nyonya Tua. Pasalnya, pertandingan nanti bakal jadi pembuktian buat Lyon untuk sejajar dengan klub-klub elit Eropa.

“Sungguh ini adalah tantangan besar, menyenangkan menjadi tuan rumah melawan klub sebesar Juventus. Kami kini berada di jajaran tim teratas Eropa,” jelas Garcia.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Prediksi Lyon Vs Lille: Momen Putus Tren Negatif Atas Tim Tamu

0

Vivagoal Ligue 1 – Pertandingan pekan ke-16 Ligue 1 Prancis musim 2019/2020 tengah pekan ini akan menyuguhkan duel sarat gengsi antara Olympique Lyon melawan Lille OSC. Bermain di kandang sendiri, Lyon bertekad memutus tren buruk atas tim tamu.

Laga Lyon vs Lille rencananya bakal dilangsungkan di Parc OL, markas Lyon. Dalam lima pertemuan terakhir, Lyon belum sekalipun bisa menang atas Lille, dengan rincian, tiga imbang dan dua kali kalah.

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Hadiah, Mainkan Kuisnya Di Sini!

Parahnya lagi, dari dua kekalahan yang diderita Les Gones, semuanya terjadi saat mereka bertindak sebagai tuan rumah. Hebatnya, Lille tak pernah membiarkan Lyon bisa mencetak lebih dari satu gol ke gawang mereka dalam dua kemenangan tersebut.

Sayangnya, performa Lille sedang menurun dalam enam laga terakhir dengan hanya sekali bisa menang dan sisanya empat berakhir dengan kekalahan dan sekali imbang.

Rentetan hasil minor ini membuat mereka kini terlempar ke posisi delapan klasemen dengan poin 22. Hingga pekan ke-15 Liga, Lille yang musim lalu keluar sebagai runner-up sudah ketinggalan 11 angka dari pemuncak klasemen sementara, PSG.

Di sisi lain, Lyon punya rekor kandang yang cukup bagus belakangan ini. Skuad besutan Rudi Garcia baru sekali menderita kekalahan di partai kandang dengan rincian tiga kemenangan, satu hasil imbang dan satu kali kalah.

Selain itu, Lyon juga punya modal yang lebih dari cukup tuk bisa menang atas Lille kali ini. Pasalnya, Les Gones mampu meraup 13 angka dari tujuh laga terakhirnya di ajang Ligue 1. Capaian ini tentu saja menjadi alarm bagi Lille mengingat rekor tandang mereka cukup buruk dalam lima laga terakhir dengan menelan tiga kekalahan dan dua imbang.

Baca juga: Ancam Hengkang dari PSG, Ini Alasan Mbappe

Jika merujuk data head to head kedua tim, dan pada performa keduanya musim ini, baik Lyon maupun Lille nampaknya punya peluang yang sama besar tuk memenangi laga ini. Oleh karena itu, hasil imbang sepertinya jadi hasil yang adil tuk kedua tim dengan skor akhir minimal 1-1.

Prediksi Starting XI:

Lyon: Anthony Lopes; Youssouf K, Jason Denayer, Marcelo, Kenny Tete; Jeff R-A, Lucas Tousart, Maxence Caqueret; Martin Terrier, Moussa Dembele, Maxwel Cornet.

Lille: Mike Maignan; Jeremy Pied, Jose Fonte, Gabriel M, Reinildo M; Renato Sanches, Xeka, Jonathan Ikone, Yusuf Yazici, Jonathan Bamba; Victor Osimhen.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Rudi Garcia Jadi Pelatih Paling Buruk di Liga Champions, Kok Bisa?

Vivagoal Liga Champions – Olympique Lyon telan pil pahit usai dikalahkan Zenit St Petersburg di lanjutan Liga Champions 2019/20. Selain gagal memastikan tiket 16 besar, kekalahan itu mengantar  Rudi Garcia sebagai juru taktik terburuk sepanjang sejarah Liga Champions. 

Gelar sebagai pelatih terburuk bukan subjektif seorang pandit atau analis saja. Tapi gelar itu dirilis oleh UEFA yang menyebut Garcia sebagai pelatih dengan statistik jeblok di kompetisi paling bergengsi di Eropa itu.

Sejak 1992, Garcia telah bertanggung jawab dalam 27 laga bersama tiga klub yang berbeda, yakni Lille, AS Roma dan Lyon.

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Jersey, Gratis!

Dari jumlah sebanyak itu, berdasarkan catatan UEFA, Rudi Garcia hanya bisa mengantongi lima kemenangan dengan delapan hasil imbang dan 14 sisanya berakhir dengan kekalahan.

Artinya, rataan poin per game yang dicatat Garcia sangatlah kecil. Dia hanya mencatatkan  0.85 poin.

Rataan poin tersebut menurut UEFA merupakan yang paling rendah buat seorang pelatih di klub manapun yang sudah melakoni setidaknya 20 laga di kompetisi Liga Champions.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Kalah 2-1 Dari Marseille, Tren Kemenangan Lyon Terputus

0

Vivagoal Ligue 1 – Setelah tidak terkalahkan dalam tiga laga terakhirnya sejak dibesut Rudi Garcia, tren kemenangan Olympique Lyon akhirnya terputus di laga pekan ke-13 Ligue 1 Prancis. Bertandang ke markas Marseille, Senin (11/11/2019) dinihari WIB, Les Gones takluk dengan skor 2-1.

Bermain di Stade Velodrome, Lyon sejatinya tampil lebih dominan atas tim tuan rumah dengan membukukan 59 persen penguasaan bola dan melepaskan 11 attempts dengan 4 diantaranya mengarah ke gawang.

Baca juga: Vivagoal Bagi-bagi Jersey Gratis!

Sementara itu, Marseille hanya punya 10 tembakan ke arah gawang dengan 4 diantaranya on target. Marseille membuka keunggulan pada menit ke-18 setelah Thiago Mendes melakukan handball di area kotak penalti. Dimitri Payet yang maju sebagai eksekutor tak menyia-nyiakan kesempatan dengan mengirim bola masuk ke gawang.

Marseille yang sudah unggul 1-0 coba bersabar menunggu untuk melancarkan serangan balik. Dan pada menit ke-39 lagi-lagi Dimitri Payet jadi momok menakutkan bagi lini pertahanan Lyon setelah sukses menggandakan keunggulan timnya usai memaksimalkan umpan Maxime Lopez.

Lyon sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-59 lewat tandukan Moussa Dembele menyambut umpan silang Bertrand Traore. Lima menit berselang, Lyon sejatinya mendapat keuntungan menyusul kartu merah yang diterima Alvaro Gonzalez karena melanggar Dembele.

Namun keunggulan jumlah pemain tak bisa dimanfaatkan Lyon, termasuk tandukan Jason Denayer di menit-menit akhir pertandingan masih berhasil dimentahkan kiper Marseille, Steve Mandanda. Hingga laga tuntas, skor 2-1 untuk kemenangan Marseille terus bertahan.

Baca juga: Rio Ferdinand Kepedean, Anaknya Jadikan Mbappe Sebagai Panutan, Bukan Dirinya

Dengan hasil ini, Lyon yang berambisi masuk tujuh besar malah harus terlempar ke posisi ke-14 dengan 16 poin. Sementara Marseille berhasil menyodok ke posisi dua setelah mengoleksi 22 poin, terpaut delapan angka dari PSG yang berada di puncak klasemen.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Lyon Kembali Garang di Tangan Rudi Garcia

Vivagoal Liga Champions – Sejak ditangani Rudi Garcia, Lyon terus catatkan hasil positif. Selain itu, kans Les Gones melaju ke babak 16 besar Liga Champions kian terbuka pasca mengalahka Benfica dalam lanjutan matchday keempat UCL, Rabu (6/11) dini hari WIB.

lyon berhasil menang dengan skor 3-1 berkat gol yang dicetak Joachim Andersen pada menit keempat memanfaatkan umpan silang Leo Dubois. Memphis Depay menggandakan keunggulan Lyon melalui tembakan jarak dekat pada menit ke-33. Bertrand Traore menutup pesta kemenangan Lyon dengan tendangan plessingnya satu menit jelang laga usai. Benfica sendiri hanya bisa membalas sebiji gol melalui Haris Seferovic pada menit ke-76.

Dengan koleksi tujuh poin dari empat laga, Lyon membuka kans untuk lolos ke babak 16 besar Liga Champions dengan dua laga sisa. Hal itu bisa terjadi setelah di laga lainnya, RB Leipzig mengalahkan Zenit St Petersburg 2-0.

Situasi ini lantas membuat Leipzig kokoh di puncak klasemen dengan poin 9 sementara Zenit di urutan tiga dengan empat poin sementara Benfica di urutan terbawah dengan torehan tiga poin.

Kemenangan Lyon di Liga Champions juga terasa sangat manis karena mereka berhasil melanjutkan periode tak terkalahkan dalam tiga pertandingan beruntun sejak ditangani Rudi Garcia. Total sejak dibesut pelatih asal Italia itu, Lyon sudah melalui lima pertandingan di seluruh kompetisi dengan rincian 3 kemenangan, 1 imbang dan 1 lainnya kalah.

Dari total lima laga itu, Lyon membukukan 9 gol dengan mencetak dua clean sheet. Di akhir pekan nanti, Lyon akan menghadapi Marseille yang juga sedang dalam tren positif setelah mengalahkan Lille 2-1 dan sukses menembus empat besar Liga Prancis dengan torehan 19 poin. Akankah catatan positif skuat besutan Rudi Garcia ini bakal berlanjut? Kita tunggu saja.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Persembahkan Kemenang Perdana, Ini Kata Pelatih Lyon

Vivagoal Ligue 1  – Duel Olympique Lyon dan Metz di Groupama Stadium berjalan sengit. Dengan susah payah, Lyon memetik kemenangan 2-0 di pekan ke-11 Ligue 1, Minggu (27/10/2019) malam WIB.

Lyon membuka keunggulan pada menit ke-28 melalui gol Memphis Depay. Lima menit kemudian, giliran Moussa Dembele yang mencatatkan namanya di papan skor lewat titik putih. 

Hasil ini menjadi kemenangan pertama Lyon bersama Rudi Garcia di ajang Liga Prancis 2019/20. Mengingat di laga sebelumnya, Rudi Garcia gagal memberikan hasil positif setelah bermain imbang tanpa gol melawan Dijon CFO.

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Jersey, Gratis!

Selain itu, kemenangan atas Metz ini sekaligus memutus tren buruk mereka. Tercatat dalam enam laga terakhirnya di ajang Liga, Lyon tak sekalipun bisa meraih kemenangan dengan tiga imbang dan tiga kali kalah.

“Itu adalah ujian berat dan Metz bisa saja dapat poin di kandang kami karena mereka adalah tim yang bagus. Tapi ada banyak elemen dalam permainan kami dan saya benar-benar senang,” ujar Rudi Garcia seperti dilansir dari BBC.

Dengan hasil ini, Lyon naik ke urutan 13 klasemen dengan poin 13 setelah sebelumnya berada di peringkat ke 15. Sementara Metz kian terpuruk di urutan ke-19 klasemen dengan poin 11.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1  hanya di Vivagoal.com

Bukan Trofi, Rudi Garcia Janjikan Lyon Hal ini

0

Vivagoal Ligue 1  –  Rudi Garcia tak menjanjikan Les Gones sebuah trofi di musim ini. Namun, mantan pelatih AS Roma itu yakin timnya bisa memainkan sepakbola menyerang seperti yang sebelumnya ia terapkan di klub lain

Rudi Garcia resmi diangkat sebagai pelatih baru Lyon pada Senin (14/10/2019) waktu setempat. Eks pelatih Marseille dan AS Roma itu menggantikan Sylvinho dan telah bersedia menandatangani kontrak berdurasi dua tahun alias hingga 2021 mendatang.

Lyon menjadi klub asal Ligue 1 keenam yang dilatih Rudi Garcia. Sebelumnya, pria 55 tahun itu pernah sukses menangani Lille OSC selama lima musim, yakni dari 2008 hingga 2013. Alasan Lyon mengontrak Garcia karena sang pelatih dikenal mampu mengeluarkan potensi terbaik tim dan juga memperagakan sepakbola menyerang.

Rudi Garcia sudah terbukti berhasil menampilkan sepakbola offensif saat melatih Lille. Di bawah arahan Rudi Garcia, Lille selalu tampil aktraktif dan mencetak banyak gol. Rudi Garcia bahkan mampu mencetak double winners pada musim 2010/2011 dengan memenangi Ligue 1 dan Piala Super Prancis.

Rudi Garcia kini akan berusaha menerapkan gaya permainan andalannya di Lyon. Dia bertekad memperagakan sepakbola menyerang tuk meraih target-target yang sudah dicanangkan musim ini.

Baca Juga: Lyon Tunjuk Mantan Pelatih Roma Sebagai Juru Taktik Anyar

“Saya pikir Lyon punya materi pemain yang bagus. Saya kenal beberapa pemainnya, dan saya menonton sebagian besar pertandingan yang mereka mainkan.” ujar Rudi Garcia seperti dikutip dari football365.

“Saya berharap musim ini kami akan menampilkan sepakbola yang membuat fans gembira. Saya selalu senang menampilkan sepakbola menyerang, dan kami harus berusaha mencapai target-target penting.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1  hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS