Tag: Sir Alex Ferguson

Lamban dan Kurus, Man United Pun Tak Mau Rekrut James Rodriguez

Vivagoal Liga InggrisManchester United berkesempatan menjadikan James Rodriguez sebagai pemain akademi mereka saat berusia 14 tahun. Namun Sir Alex Ferguson kala itu menolaknya karena fisik James yang kurang kompeten untuk Premier League.

Marcelo Teixeira yang merupakan pemandu bakat Manchester United pada 2008 hingga 2011 membeberkan jika peluang James Rodriguez untuk menjadi bagian di Manchester United kala itu sangat besar. Ada ketertarikan dari pemandu bakat MU di Argentina kepada James kala itu.

Namun demikian, pihak Manchester United melakukan riset setelah menerima laporan. Mereka menilai gaya bermain James tidak akan cocok untuk Premier League.


Baca Juga:


“Pemandu bakat Manchester United di Argentina, Jose Mayorga, adalah penggemar berat James Rodriguez,” buka Teixeira kepada The Telegraph.

“Mayorga selalu memasukkan nama James dalam laporannya kepada pihak United, tetapi evaluasi dari klub menilai bahwa gaya bermainnya tidak akan cocok dengan Premier League,” sambung Teixeira.

Kesulitan Bersaing di Liga Inggris

Ferguson melihat jika James akan kesulitan bersaing di Premier League. Pria asal Skotlandia itu menyebut James kurang cepat dan memiliki ukuran tubuh yang terlalu kecil.

“Pada dasarnya, analisis yang mereka buat adalah bahwa dia tidak memiliki kecepatan yang dibutuhkan untuk berkembang dan beradaptasi dengan intensitas permainan di Inggris,” lanjut Teixeira

“Kepala pemandu bakat United [Jim Lawlor] menganggap nama lain seperti Maylson dan Douglas Costa lebih menjanjikan daripada James,” katanya.

James kini benar-benar menantang Premier League dengan bergabung Everton. Pemain 29 tahun itu berhasil membuktikan kualitasnya dengan mencetak tiga gol dan dua assist di musim debutnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Andai Masih Dilatih Fergie, MU Tak Akan Beli Cavani

Vivagoal – Liga Inggris – Pandit sepak bola Inggris, Ally McCoist yakin jika Edinson Cavani tak akan masuk dalam bidikan Manchester United era Sir Alex Ferguson. Menurutnya Fergie akan lebih memilih Erling Haaland atau Harry Kane.

Manchester United mendatangkan Edinson Cavani pada menit-menit akhir bursa transfer musim panas kemarin. Sang pemain didatangkan secara gratis setelah kontraknya dengan PSG berakhir.

Namun pembelian Cavani mendapat banyak kritik. Pasalnya pemain asal Uruguay itu sudah tidak pernah turun ke lapangan sejak Maret kemarin. Terlebih dengan usianya kini menginjak 33 tahun, gaji 200 ribu pounds per pekan dengan kontrak satu tahun plus opsi satu tahun dinilai berlebihan.

Ally McCoist menyebut hal tersebut tidak akan pernah terjadi jika Manchester United masih dilatih oleh Fergie. Menurutnya pelatih asal Skotlandia itu akan lebih memilih Haaland atau Kane jika ingin mencari striker jangka panjang.

“Jika United benar-benar serius soal penyerang tengah, United yang lama [era Ferguson] akan membeli Erling Braut Haaland atau Harry Kane. Jangan main-main. Ayo pergi dan selesaikan pekerjaan ini,” buka Ally McCoist dikutip dari talkSPORT.


Baca Juga:



“Beli salah satu penyerang tengah terbaik ini,” sambungnya.

“Bertahun-tahun yang lalu, Manchester United, tentu saja di bawah Ferguson, akan mencari seseorang seperti Haaland atau membuat tawaran yang tidak dapat ditolak Tottenham untuk Harry Kane,” tegas Ally McCoist.

Dua nama tersebut memang pernah dikait-kaitkan dengan MU. Namun klub yang bermarkas di Old Trafford itu bergerak pasif di mana tidak ada penawaran resmi kepada Tottenham dan menarik proposal kepada Leipzig untuk Haaland.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Wenger Akui ‘Fergie Time’ Buat Dirinya Begitu Membenci Alex Ferguson

Vivagoal Liga Inggris – Arsene Wenger begitu menikmati persaingan antara dirinya dengan Sir Alex Ferguson saat masih sama-sama melatih. Satu hal yang membuat persaingan dengan eks bos Manchester United kian memanas adalah momok ‘Fergie Time’.

‘Fergie Time’ sendiri adalah istilah non-resmi dalam dunia sepak bola khususnya di Inggris. Istilah tersebut muncul setelah Manchester United beberapa kali berhasil keluar dari lubang jarum di menit-menit akhir pertandingan.

Dikutip dari Goal International, istilah ‘Fergie Time’ sendiri pertama kali dikenal pada musim 1992/93 saat Manchester United berhadapan dengan Sheffield Wednesday. Laga saat itu berjalan dengan ketat di mana kedua tim bermain 1-1.

Namun wasit kemudian memberikan waktu tambahan selama tujuh menit selama injury time. Pada momen tersebut, Manchester United tampil kesetanan dan akhirnya mampu memenangi laga dengan skor 2-1 melalui gol Steve Bruce.

Setelahnya, istilah ‘Fergie Time’ selalu digunakan ketika MU memenangi sebuah laga di masa injury time. Arsene Wenger yang saat itu melatih Arsenal mengakui ‘Fergie Time’ kerap membuat persaingan di antara keduanya berjalan kian sengit.


Baca Juga:



“Kompetisi membuat anda membenci lawan. Saya pikir dia [Fergie] pastinya juga membenci saya dan terkadang saya juga membenci dia,” ujar Wenger seperti dikutip dari
the Sun.

“Kapanpun kami bersaing selalu ada pertarungan sengit, selalu berlangsung ketat dan menegangkan. Dan jangan lupa bahwa kami harus selalu berurusan dengan ‘Fergie Time’ yang menyebalkan,” lanjutnya.

Meski mengaku ada persaingan sengit dengan Fergie, namun Wenger mengaku tetap menaruh rasa hormat kepada pelatih asal Skotlandia tersebut.

“Saat kompetisi berakhir, apa yang tetap tertinggal adalah rasa hormat mendalam terhadap orang seperti dia, atas apa yang telah ia raih dan berapa lama mereka bertahan di jabatan itu dan mendedikasikan hidupnya,” pungkasnya.

Selama Fergie melatih Manchester United mulai tahun 1992 hingga 2013, total 1627 gol telah tercipta. Dan 4,98 persen, atau lebih tepatnya 81 gol, tercipta di masa ‘Fergie Time’.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

MU Jadi Bulan-Bulanan Barcelona di Final Liga Champions, Rooney Salahkan Sir Alex

Vivagoal Liga ChampionsManchester United menjadi bulan-bulanan Barcelona dalam dua pertemuan di partai final Liga Champions. Mantan bomber Setan Merah, Wayne Rooney pun menuding Sir Alex Ferguson sebagai dalang melempemnya MU di hadapan tim Catalan.

Menurut Rooney, pelatih asal Skotlandia tersebut sudah melakukan kesalahan taktik pada dua kali pertemuan dengan Barcelona pada partai final Liga Champions, yakni tahun 2009 dan 2011.

Untuk final Liga Champions tahun 2009, MU sebenarnya dalam posisi diunggulkan saat bertemu Barca. Namun, diluar dugaan, Barca-lah yang menjadi juara setelah menang 2-0 berkat gol Samuel Eto’o dan Lionel Messi.

Pada tahun 2011 silam, MU kembali masuk final dan lagi-lagi bertemu Barcelona. Dengan taktik yang tak jauh berbeda pada 2009, duel yang berlangsung di Wembley tersebut Barca tetap bisa menang 3-1 lewat gol-gol yang dicetak Pedro Rodriguez, Lionel Messi dan David Villa. MU sendiri hanya bisa membalas sebiji gol melalui Wayne Rooney.

Dalam dua pertandingan tersebut, MU kalah mutlak. Mereka cuma punya penguasaan bola rata-rata 31,6 persen berbanding Barca yang punya rata-rata 68,4 persen. Khusus untuk laga final 2011, MU bahkan dibombardir habis oleh Barcelona-nya Pep Guardiola.

Tercatat, ada 12 tembakan yang mengarah ke gawang Edwin Van Der Sar, termasuk empat tembakan melenceng dan enam tembakan diblok. Di sisi lain, MU hanya bisa bikin satu tembakan on target dari total empat percobaan.

Dua kekalahan itu ternyata begitu mengecewakan Rooney. Pria 34 tahun itu mengaku sudah gelisah sejak kekalahan pertama dari Barcelona karena Sir Alex waktu itu meminta skuat bermain bertahan.

Menurutnya, strategi Sir Alex untuk meminta MU bertahan dalam duel melawan Barcelona justru membuat mereka tak mampu menampilkan performa terbaiknya, dan gara-garanya, mereka pun jadi bulan-bulanan Lionel Messi Cs.


Baca Juga:


“Selalu sulit bagi semua klub jika membiarkan Barcelona mengendalikan permainan. Dan itu yang terjadi pada United karena faktanya kami kehilangan dua final Liga Champions melawan mereka.” sesal Rooney dilansir dari Manchester Evening News.

“Saya ingat, Sir Alex mengatakan bahwa kami adalah MU dan kami akan tampil menyerang, itu sudah budaya klub. Tapi saya sendiri tidak yakin dengan instruksi itu. Dan pada akhirnya pendekatan yang kami lakukan salah. Bahkan kami melupakan cara sukses kami sampai bisa melaju ke final dan pada akhirnya kami kalah.” geram Rooney lagi.

“Bagi saya, tidak masalah bagaimana taktik anda di pertandingan final Liga Champions, karena yang terpenting adalah menang. Contohnya seperti Madrid melawan Liverpool, saya yakin Zidane punya pola pikir yang tak jauh berbeda dengan Sir Alex.” tandasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Bawa Liverpool Juara, Klopp Sabet Gelar Manajer Terbaik Versi LMA

Vivagoal Liga Inggris – LMA (Asosiasi Manajer Liga) menghadiahi Jurgen Klopp penghargaan Manager of the Year atau yang biasa disebut dengan Trofi Sir Alex Ferguson.

Jurgen Klopp memegang andil besar atas kesuksesan Liverpool mendominasi Premier League musim ini. Pria asal Jerman itu juga berhasil membawa The Reds mengakhiri puasa gelar juara selama 30 tahun klub yang bermarkas di Anfield tersebut.

Atas keberhasilannya tersebut Klopp kemudian diganjar penghargaan sebagai pelatih terbaik musim ini oleh LMA. Namanya pun mengikuti jejak sederet manajer legendaris Liverpool seperti Bill Shankly dan Bob Paisley.

“Saya sangat senang terpilih menjadi manajer terbaik dengan trofi Sir Alex Ferguson yang indah ini, trofi yang dinamai dengan sosok yang sangat saya kagumi. Rasanya kian spesial karena dipilih oleh rekan-rekan saya sesama manajer,” ujar Klopp.

“Merupakan sebuah kehormatan berada dalam lingkup banyak manajer yang sudah meraih penghargaan manajer terbaik sebelumnya, termasuk tentu manajer Liverpool seperti Bill Shankly, Bob Paisley, Joe Fagan, Sir Kenny Dalglish, dan beberapa tahun lalu, Brendan Rodgers,” tambahnya.

Tak hanya berpuas diri, Klopp juga mendedikasikan penghargaan tersebut kepada seluruh elemen di Liverpool, khususnya tim staf pelatih.


Baca Juga:



“Semua yang sudah kami raih di Liverpool musim ini tidak mungkin terwujud tanpa masukan luar biasa dari para staf pelatih saya, mereka membuat kami benar-benar menjadi otak sepak bola yang spesial,” tutur Klopp.

“Saya senang bekerja dengan staf pelatih, pemain, dan semua orang di Liverpool, dan tentu saja, saya berterima kasih pada dukungan dari seluruh fans Liverpool yang menakjubkan,” tukasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Solskjaer Pernah Dibuat Kesal Oleh Fergie, Ini Alasannya!

Vivagoal Liga Inggris – Ole Gunnar Solskjaer mengaku pernah dibuat kesal saat masih menjadi anak didik Sir Alex Ferguson. Akan tetapi ada banyak ilmu yang diambil dari pelatih asal Skotlandia tersebut.

Solskjaer menjadi salah satu anak didik Fergie dalam 11 tahun karirnya di Manchester United. Selama berseragam Setan Merah, jelas ada berbagai pengalaman menarik saat dilatih oleh Fergie.

Salah satunya adalah saat Solskjaer merasa kesal dengan arahan yang diberikan oleh Fergie pada sesi latihan. Ia merasa kesal setelah ada perbedaan filosofi antara dirinya dengan sang pelatih.

“Beberapa kali Sir Alex, dan itu seringkali membuat saya terganggu pada sesi latihan, akan berteriak, ‘tembak sasaran, buat kiper melakukan kesalahan’ saat tembakan saya gagal menemui sasaran,” ungkap Solskjaer saat menghadiri High Performance Podcast beberapa waktu lalu.

“Namun begitu bola meninggalkan kaki saya, saya tahu bahwa itu adalah penyelesaian akhir yang baik atau buruk. Jadi secara diam-diam di dalam hati saya berkata [kepada Ferguson], ‘Diamlah. Saya tahu apa yang saya lakukan, dan bola akan masuk pada Sabtu nanti’,” lanjutnya.


Baca Juga:


Solskjaer mengatakan jika dirinya adalah seorang yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Namun Fergie secara tidak langsung mengajarinya untuk rendah hati dan terus belajar dari pemain lain.

“Saya pikir saya adalah orang yang cukup percaya diri, dan yakin terhadap diri sendiri. Saya tahu bahwa saya memiliki faktor X dalam hal mencetak gol, dan itu adalah keahlian khusus saya,” tambahnya.

“Namun saya cukup rendah diri untuk belajar dari Andy Cole, Eric Cantona, Ryan Giggs, David Beckham. Semuanya punya atribut serta kualitas yang berbeda, dan itulah rahasia untuk bisa percaya diri sepanjang waktu, namun juga rendah hati untuk bekerja keras, dan itu ditanamkan dalam diri kami sejak dini dari Sir Alex,” pungkasnya.

Solskjaer kemudian dikenang sebagai sosok penting dalam perjalan karier Fergie di MU. Tercatat ia mengemas 126 gol dari 366 penampilan di semua kompetisi. Satu gol yang mungkin akan selalu dikenang adalah gol pada final Liga Champions pada tahun 1999 melawan Bayern Munchen.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Solskjaer Nantikan Rekor Fantastis Jelang Laga Kontra Southampton, Apa Itu?

Vivagoal Liga Inggris – Ole Gunnar Solskjaer bisa menyamai rekor fantastis Sir Alex Ferguson andai mampu melewati hadangan Southampton pada lanjutan Premier League nanti.

Manchester United dijadwalkan akan bersua Soton pada pada Selasa dini hari WIB 14 Juli 2020 mendatang. Laga nanti cukup krusial bagi Setan Merah khususnya Solskjaer.

Solskjaer bisa jadi menyamai rekor Sir Alex Ferguson andai mampu melewati hadangan sang lawan. Rekor yang dimaksud adalah 18 laga beruntun tanpa tersentuh kekalahan milik Fergie pada musim 2013 silam.

Seperti yang dilansir dari Opta, Manchester United saat ini tengah mencatatkan 17 laga beruntun tanpa kekalahan di semua ajang. Dengan rincian 14 kali menang dan 3 kali imbang. Kemenangan atau imbang sudah akan membuat Solskjaer dikenang sebagai salah satu pelatih terbaik di United.

Solskjaer sendiri memang cukup berpeluang untuk mewujudkannya. Pasalnya, Paul Pogba dkk tengah tampil begitu gemilang pasca dihentikannya kompetisi kemarin.


Baca Juga:



Selain demi mengejar rekor, kemenangan nantinya sangat dibutuhkan United untuk merangsek naik ke peringkat empat besar. Hal ini mengingat United yang berada di peringkat lima hanya tertinggal satu poin saja dari Leicester di posisi empat dan dua poin dari Chelsea di posisi tiga.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Liverpool dan Klopp Siap Buat Era Baru!

Vivagoal – Liga InggrisLiverpool yang berada di bawah asuhan Jurgen Klopp telah menorehkan catatan mentereng dalam beberapa musim terakhir. Skuad The Reds saat ini bahkan digadang setara era Manchester United bersama Sir Alex Ferguson.

Manchester United bersama Sir Alex Ferguson telah menjelma sebuah tim dengan banyak piala yang sudah mereka dapatkan, pasukan berjuluk The Red Devil itu pun berhasil menjadi tim yang diperhitungkan di Liga Inggris dan liga lainnya.

Namun era keemasan United pun seolah mulai pudar, kini tim asal Inggris, Liverpool yang ditukangi oleh Jurgen Klopp tampaknya mulai mengikuti jejak Ferguson. Bahkan mantan pemain Chelsea, Tony Cascarino, mengatakan Klopp dalam proses mewujudkan itu.

“Tidak diragukan lagi, Liverpool saat ini tengah membangun sebuah dinasti. Mereka akan mewujudkan lebih banyak trofi. Melihat segi permainan Liverpool saat ini, tentu saya akan sangat terkejut bila mereka tidak dapat meraih deretan trofi lainnya.

“Ini terasa seperti Manchester United di era Sir Alex Ferguson. Saya pernah beberapa kali berhadapan dengan mereka, dan menyadari akan membutuhkan waktu untuk terlepas dari permainan United yang mendominasi,” ucap Tony dikutip dari Talksport.


Baca Juga:


Musim ini sendiri Klopp dan Liverpool telah memenangkan sederetanpiala bergengsi seperti, Piala Dunia Antar Klub, Super Eropa, Liga Champions, terbaru Liverpool telah menyudahi puasa gelar selama 30 tahun yaitu, Liga Inggris.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Inilah Cara Fergie Usir Jaap Stam Dari MU

Vivagoal Liga Inggris – Sir Alex Ferguson membuat keputusan besar kala melepas Jaap Stam pada 2001. Perpisahannya pun terasa begitu menyakitkan karena dilakukan di sebuah pom bensin.

Stam pertama dikenal sebagai salah satu bek terbaik di dunia saat berseragam Manchester United pada 1998-2001. Namun kepergiannya mendapat kritik tajam dari pemain dan juga fans.

Alasan perpisahannya dengan Manchester United kemudian diungkap oleh Stam. Bek asal Belanda itu mengatakan jika Ferguson berang dengan otobiografi Stam ‘Head to Head’. Stam membuat sejumlah pernyataan pada buku ini tentang pandangannya terhadap pemain lawan, dan menuduh Ferguson membelinya tanpa izin dari PSV.

“Saya tidak bisa tidur, saya selalu bertanya-tanya apa yang akan muncul di koran esok hari. Awalnya, Ferguson berkata bahwa saya tidak perlu khawatir, tapi pada hari sebelum pertandingan, saya diberitahu untuk menghadap kepadanya karena dia tidak terlalu senang dengan hal tersebut,” buka Stam kepada FourFourTwo.

“Setelah pertandingan, saya pulang ke rumah dan kembali melapor besoknya pukul 8 pagi, sebab saya ingin menyelesaikan masalah ini. Saya berkata tidak ada hal buruk di buku, tapi Fergie tetap tidak senang.”

Stam menjelaskan jika keputusan pelepasannya dari Manchester United terjadi di sebuah pom bensin. Ia pun terkejut dengan jawaban Fergie saat itu.


Baca Juga:



“Di pekan yang sama, saya dalam perjalanan pulang dari sesi latihan ketika agen saya menelpon dan berkata bahwa saya sudah dijual. Respons saya seperti: ‘Apa?!’ Dia menjawab: ‘Ya, mereka akan segera menghubungi Anda,” sambung Stam.

“Beberapa saat kemudian, Ferguson menelepon saya dan bertanya saya ada dimana. Kami hidup di lingkungan yang sama dan dia meminta saya menunggu untuk mengobrol.”

“Saya menepi di pom bensin dan dia menemui saya di sana. Ketika dia tiba, dia masuk ke mobil saya dan berkata bahwa klub telah menerima tawaran dari Lazio. Itu kejutan besar,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Lupakan Rivalitas, Fergie Ucapkan Selamat Kepada Liverpool

Vivagoal Liga Inggris – Legenda sekaligus mantan pelatih Liverpool, Sir Kenny Dalglish mengatakan jika Sir Alex Ferguson telah mengirimkan ucapan selamat atas keberhasilan The Reds memastikan gelar juara Liga Primer Inggris, Jumat (26/6) kemarin.

Liverpool menjadi juara Premier League 2019/2020 setelah Chelsea mengalahkan Manchester City 2-1. Hasil tersebut membuat City selaku pesaing terdekat tak mungkin lagi bisa mengejar ketertinggalan 23 poin dari Liverpool dalam tujuh laga yang tersisa.

Keberhasilan tersebut mengakhiri penantian 30 tahun mereka untuk bisa angkat trofi Premier League. Sebelumnya, trofi tersebut banyak diraih oleh Manchester United sebanyak 13 trofi di bawah kepelatihan satu nama yakni Sir Alex Ferguson.

Kendati memiliki rivalitas yang begitu membara, namun Fergie memilih untuk mengesampingkannya. Ia disebut telah memberikan ucapan selamat kepada Liverpool, yang tentunya membuat Dalglish terkesan.

“Ia telah menghubungi kami untuk mengucapkan selamat. Anda tidak sedang berperang!” ungkap Dalglish seperti dilansir The Mirror.

“Ada persaingan di antara semua musuh-musuh lama, namun pada akhir tahun Anda saling mengirim ucapan selamat satu sama lain.”


Baca Juga:



“Itu terus berlanjut dan merupakan pujian yang luar biasa. Anda mungkin bersaing tapi memiliki kecerdasan sehingga Anda cukup bermurah hati untuk mengirim ucapan selamat.”

“Orang-orang yang telah bersaing dengan seluruh hidup Anda di sepakbola, mereka berharap mereka sendiri yang menang, namun mereka juga bangga memberi penghormatan kepada pihak lain [ketika menang].”

Dalglish dan Ferguson dikenal sebagai dua manajer kawakan di masa lalu yang memiliki rivalitas sengit karena latar belakang klub masing-masing.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS