Tag: Stefano Pioli

Milan Kembali Menang, Pioli Beri Pujian Pada Dua Pemainnya

Vivagoal – Liga Champions – Pelatih AC Milan, Stefano Piolo memuji penampilan dari Hakan Calhanoglu saat menang atas Bodo/Glimt di Kualifikasi Europa League musim ini. Pioli pun menyoroti wonderkid mereka Lorenzo Colombo yang turut andil dalam kemenangan tim.

AC Milan meneruskan kiprah gemilang mereka dengan mengalahkan Bodo/Glimt 3-2 di Babak Ketiga Kualifikasi Europa League dini hari tadi.

Dua dari tiga gol kemenangan Rossoneri sukses dicetak oleh Calhanoglu pada menit 16 dan 50. Sementara satu gol lain dicetak oleh pemain berusia 18 tahun Milan, yakni Lorenzo Colombo pada menit 32.

Pasca pertandingan, Pioli secara khusus memberikan pujian tinggi untuk Calhanoglu karena berhasil membawa Milan melaju ke babak selanjutnya. Menurutnya Calhanoglu selalu memiliki kualitas untuk muncul sebagai pemain kunci AC Milan.

“Pujian tinggi secara khusus untuknya. Dia adalah pemain yang rendah hari dengan kualitas tinggi. Ia bekerja untuk tim,”ujar Pioli dilansir Football Italia.

“Sulit untuk selalu mengharapkan bisa cetak dua gol, tapi saya berharap bisa konsiten bermain seperti ini. Dia pemain yang luar biasa, memiliki kualitas untuk menjadi protagonis tim.

Absennya Zlatan Ibrahimovic karena terpapar virus corona, terpaksa membuat Pioli harus menurunkan Colombo. Namun pemain muda Milan itu ternyata mampu membayar kepercayaan Pioli dengan sumbangan golnya.


Baca Juga:


Gol dari Colombo itu sekaligus menjadikannya sebagai pencetak gol termuda untuk Milan sejak M’baye Niang saat melawan Reggina di Copa Italia di tahun 2012 lalu. Semangat yang Ia tunjukan dilapangan membuat Pioli terkesan karena Colombo dipanggil tak lama menjelang kickoff pertandinga.

“Dia memiliki tanggung jawab. Colombo pemain hebat dengan beban di pundaknya dan memiliki keinginan untuk bekerja keras. Tidak mudah menemukan pemain muda dengan sikap seperti itu, dia tahu harus bekerja keras untuk terus berkembang,”ungkapnya.

“Saya sangat senang dia siap bermain dan mencetak gol, seperti yang dilakukannya ketika dalam pertandingan pramusim.

Di babak playoff nanti Milan bakal menghadapi wakil dari Portugal, Rio Ave, yang sukses mengalahkan Besiktas di babak sebelumnya. Walau diunggulkan Pioli tetap menilai laga play-off nanti tidak akan berjalan dengan mudah.

“Itu adalah bukti semua pertandingan sangat sulit. Kami tahu pertandingan hari ini akan berjalan ketat, Milan harus kehilangan tujuh pemain penting,”tambahnya.

“Sekarang, kami fokus pertandingan di Hari Minggu lalu memikirkan play-off. Itu adalah target lain.

Selalu update berita terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Ditanya Soal Milan Scudetto Musim Ini, Pioli; Pertanyaan yang Sulit

0

Vivagoal Serie A – Performa apik Milan pasca lockdown membuat mereka dinilai layak menjadi penantang gelar juara. Anak asuh Stefano Pioli itu digadang-gadang akan sukses di musim baru.

Milan yang terlempar dari 10 besar awal musim lalu berhasil mengakhiri musim di peringkat enam. Performa pasca lockdown membuat mereka berhasil merangsek naik ke zona Eropa.

Jelang musim baru bergulir, banyak fans yang antusias menyambut performa Milan. Bahkan tak sedikit yang menyebut jika I Rossoneri akan bersaing untuk gelar Scudetto Serie A 2020/21.

“Saya tidak tahu, sulit untuk menjawab pertanyaan seperti ini. Kami harus selalu menunjukkan kalau kami adalah tim yang ambisius, kami harus memberikan segalanya,” ungkap Pioli dalam konferensi pers, dikutip dari Football Italia.

Milan akan mengawali musim menghadapi Bologna, Selasa (22/9/2020) dini hari. Fakta kekalahan di laga awal pada dua musim terakhir pun akan coba dipatahkan oleh Pioli.


Baca Juga:



“Prediksi dibuat untuk dibuktikan kalau itu salah. Dalam dua tahun terakhir, Milan menelan kekalahan di laga pertama. Kami harus mengubah tren ini,” lanjutnya.

Pada pertemuan terakhir, Milan berhasil menang telak 5-1 atas Bologna. Namun Pioli tak melihat itu bisa menjadi patokan awal. Semua tim berbenah dan Milan berusaha untuk memperbaiki musim.

“Besok akan menjadi pertandingan yang berbeda, lima gol itu tidak lagi dihitung. Akan ada pemain lain, di akhir musim lalu, kami bermain dalam waktu singkat. Mereka akan memiliki motivasi yang maksimal, namun kami juga begitu.”

“Punya tekanan adalah keistimewaan, itu artinya anda telah mencapai level tertentu, tujuan kami adalah memperbaiki musim kami,” tutup eks pelatih Fiorentina tersebut.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Pioli Motivasi Para Pemainnya Agar Bisa Wujudkan Mimpi Fans

Vivagoal – Serie AAllenatore AC Milan, Stefano Pioli berharap para pemain mampu memanfaatkan momentum untuk bisa memenuhi ambisi fans mereka.

AC Milan bisa dikatakan sebagai klub dengan performa terbaik sejak Serie A menjalani restart. Bagaimana tidak, mereka mampu meraih sembilan kemenangan dan tiga kali imbang. Rossoneri bahkan tidak terkalahkan dengan lawan-lawan tak bisa dipandang sebelah mata seperti AS Roma dan Juventus.

Milan pun berhasil mengakhiri musim di peringkat enam. Pioli sendiri berharap anak asuhnya  bisa memaksimalkan momentum yang sudah mereka dapatkan saat ini.

“Kami semua memulai musim baru dari awal, tetapi tim harus mengingat apa yang kami bangun bersama selama ini,” kata Pioli dikutip dari Football Italia. 

“Kami adalah tim muda yang belum lama bersama, jadi kami masih meletakkan beberapa fondasi. Benar-benar keuntungan, kami melakukan dengan sangat baik selama beberapa bulan terakhir. Ini adalah musim panas yang aneh dengan waktu yang sangat sedikit untuk latihan pramusim. Kami harus memanfaatkan dengan sebaik mungkin,” tambahnya.

Pioli pun berharap para pemainnya dapat menjaga penampilan dan berjuang untuk tampil lebih baik. Harapan finis empat besar dicanangkan guna memenuhi keinginan fans.

“Sudah sepantasnya penggemar meminta kami kembali ke Liga Champions, apalagi sudah lama tidak bermain di turnamen itu. Kami membangun kekuatan untuk mengakhiri musim dengan cara kami sendiri,” jelasnya.


Baca Juga: 


“Pertandingan resmi akan berlangsung pada 17 September. Ini akan menjadi musim yang sulit, jika kami ingin lolos. Akan ada enam pertandingan dalam 18 hari,” katanya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Pioli Cuma Dikasih ‘Uang Jajan’ 30 Juta Euro Tuk Belanja Pemain

Vivagoal Serie A – Dampak pandemi Covid-19 membuat AC Milan hanya mampu memberi modal belanja 30 juta euro untuk Stefano Pioli di bursa transfer musim panas ini.

Covid-19 nyatanya membuat AC Milan harus mengencangkan ikat pinggang pada bursa transfer musim panas ini. Klub yang bermarkas di San Siro tersebut menjadi salah satu dari sekian klub yang harus kehilangan pemasukan serta uang sponsor selama tiga bulan jeda kompetisi kemarin.

Dilansir dari Calciomercato, petinggi Milan pun berusaha untuk menekan pengeluaran klub. Oleh karena itu pihak klub hanya bisa menyediakan dana 30 juta euro untuk direktur teknik Paolo Maldini dan direktur olahraga Frederic Massara sebagai modal belanja pada bursa transfer musim panas ini.

Dengan modal yang begitu minim, pihak klub berencana untuk menjual beberapa pemainnya demi menambah uang belanja Stefano Pioli.

Beberapa nama disebut akan dilepas. Davide Calabria dikabarkan akan dijual oleh Milan dimana sang pemain diperkirakan akan dibanderol dengan harga 12 juta euro. Sebelumnya, nama Ricardo Rodriguez juga sudah dilepas ke Torino.

Perpanjangan kontrak Zlatan Ibrahimovic dipercaya tidak akan terganggu karena minimnya bujet di atas. Tiemoue Bakayoko juga kemungkinan tetap akan mendarat di San Siro dengan opsi pinjaman berikut opsi pembelian secara permanen musim depan di angka 30 juta euro.


Baca Juga:



Selain Bakayoko, Milan disebut juga ingin membajak pemain potensial milik Real Madrid, Brahim Diaz.

Melihat rencana yang sudah disusun di atas, manajemen Milan sepertinya tetap ingin bergerak di bursa transfer meski memiliki modal belanja yang sangat minim.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Punya Ibrahimovic, Pioli Sebut Segalanya Jauh Lebih Mudah

Vivagoal Serie A – Allenatore AC Milan, Stefano Pioli menegaskan jika performa tim di paruh kedua berjalan dengan apik tidak lepas dari kontribusi besar Zlatan Ibrahimovic.

Kedatangan Pioli pada Oktober tahun kemarin disebut menjadi titik balik kebangkitan Milan musim ini. Tercatat 12 laga terakhir mereka tak tersentuh kekalahan dan berhasil mengamankan satu tiket kompetisi Eropa musim depan.

Namun Pioli sendiri yang membantah jika semua berasal dari dirinya. Ia menyebut ada peran besar yang diberikan oleh Ibrahimovic yang berlabuh ke San Siro pada Januari kemarin.

“Pada 2020, hanya Atalanta yang meraih lebih banyak poin. Kami hanya kalah dalam derby, setelah babak pertama yang hebat,” tegas Pioli kepada La Repubblica.

“Tidak semuanya berjalan mulus dalam satu musim. Tapi ia [Ibrahimovic] membuat segalanya menjadi mudah,” puji Pioli.

Banyak yang menyebut jika usia Ibra yang sudah menginjak 38 tahun akan menjadi kendala. Namun nyatanya Ibra justru berhasil menjadi teladan dan juga panutan bagi seluruh tim.


Baca Juga:



“Salah jika menyebut usianya, ia masih tampil 100 persen profesional. Ia mengajari para pemain muda tentang arti keseriusan, daya saing di setiap sesi latihan,” bebernya.

“Ia yang pertama datang dan yang terakhir pergi. Ini adalah sinyal yang sangat kuat. Zlatan sangat menghormati peran tersebut. Ia telah meningkatkan daya saing di dalam tim,” pujinya.

“Ia pernah marah karena operan yang buruk di torello.”

Ibra sendiri kini tengah bernegosiasi dengan AC Milan untuk memperpanjang kontraknya di San Siro. Pioli tentu menjadi orang pertama yang berharap striker asal Swedia itu tetap bertahan musim depan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Pioli Tebar Kode Agar Milan Datangkan Gelandang Baru

Vivagoal Serie A – Stefano Pioli berambisi membawa AC Milan lebih baik musim depan. Salah satu aspek yang ingin diperkuat adalah lini tengah.

Pioli yang direkrut pada Oktober tahun lalu sempat disebut hanya akan bertahan hingga musim ini berakhir dan digantikan Ralf Rangnick. Namun rumor tersebut menguap di mana pelatih berkepala plontos itu justru mendapat kontrak baru di Milan.

Alasan paling kuat tentu saja keberhasilannya dalam membawa Milan bangkit khususnya setelah lockdown. Milan tak tersentuh kekalahan dan akhirnya berhasil finis di peringkat enam.

Pioli jelas puas dengan performa anak asuhnya. Namun demikian ia ingin musim depan berjalan lebih baik lagi bagi Rossoneri.

“Ini penghitungan yang sangat positif, kami dapat memulai musim berikutnya dengan mentalitas, rasa lapar, dan keyakinan yang telah kami kembangkan ini,” serunya seperti dilansir Football Italia.

“Kami membuat lompatan besar ke depan sejak Januari. Bukan hanya kedatangan Zlatan Ibrahimovic, tetapi juga Simon Kjaer yang meningkatkan level tim, bersama dengan semua orang yang bekerja bersama,” tuturnya.

“Sekarang kita harus mengkonsolidasikan apa yang telah kita lakukan dan fokus pada peningkatan tim. Saya tidak berpikir kami bisa bahagia dengan finis di urutan keenam musim depan,” serunya.


Baca Juga:


Namun demikian Pioli tetap membutuhkan suntikan pemain baru. Satu posisi yang ingin ia tingkatkan adalah sektor tengah.

“Ke depan, kami membutuhkan 22 pemain pilihan pertama, karena kami tidak bisa hanya memiliki lini tengah yang terdiri dari dua orang, harus ada alternatif yang valid di bangku cadangan,” seru Pioli.

Kebutuhan Pioli terbilang wajar mengingat musim depan Milan akan ditinggalkan oleh dua pemain tengah seniornya yakni Giacomo Bonaventura dan Lucas Biglia. Kontrak keduanya telah habis dan pihak klub memutuskan untuk tidak memperpanjang masa bakti keduanya di San Siro.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Pemain Veteran Ini Punya Peran Besar Dalam Laju Impresif AC Milan Sejak Restart

Vivagoal Serie AGelandang AC Milan, Ismael Bennacer tak menampik kehadiran Zlatan Ibrahimovic berhasil membantu tim bangkit. Sang juru gedor diakuinya punya peran besar untuk menopang keberhasilan skuad besutan Stefano Pioli. 

“Dia sangat membantu Anda. Dengan dirinya di sana, Anda ingin melakukan lebih banyak, Anda tidak ingin kehilangan bola. Anda harus melakukan yang terbaik karena dia mencari kesempurnaan. Kalau Anda tidak memberikannya, dia akan membunuh Anda. Dia memang seperti itu, tapi dia benar melakukannya.”

“Memang benar untuk berteriak ketika Anda membuat satu kesalahan dan tidak mengatakan apapun ketika Anda bekerja dengan bagus. Begitulah caranya Anda belajar dan menjadi seorang pemain di level tertinggi,” ucap Bennacer kepada Sky Sport Italia. 

Ibrahimovic yang didatangkan secara gratis pada Januari lalu nyatanya masih memberi dampak signifikan di Milan. Dengan usianya yang sudah masuk di angka 38 tahun, Ibra masih mampu mencetak 10 gol dan lima assist dalam kurun waktu setengah musim saja.


Baca Juga: 


Hasilnya Milan tak tersentuh kekalahan di 11 laga terakhirnya di Serie A. Mereka bahkan berhasil menghajar tim-tim sekelas Juventus dan Lazio. Milan kini bertengger di peringkat enam dengan raihan 63 poin dari 37 pertandingan.

Milan sendiri akan menjalani laga pamungkas dengan menjamu Cagliari di San Siro pada Minggu (2/8/2020) dinihari WIB. Laga nanti bisa jadi laga terakhir Ibra mengingat kontraknya masih belum menemui titik terang sampai sekarang.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Pioli; Kebangkitan Milan Bukan Semata Karena Ibra

Vivagoal Serie A – Stefano Pioli tak menampik peran besar yang diberikan Zlatan Ibrahimovic di Milan. Namun ia menegaskan peningkatan performa timnya sejak Januari bukan semata-mata karena kedatangannya.

Milan baru saja meraih kemenangan menjanjikan 4-1 saat berkunjung ke markas markas Sampdoria dalam laga pekan ke-37 Serie A, Kamis (30/7/2020) dini hari WIB. Ibra menjadi bintang melalui brace-nya sebelum Hakan Calhanoglu dan Rafael Leao melengkapi kemenangan tim tamu.

Kemenangan tersebut membuat Milan kini tidak terkalahkan dalam 12 pertandingan di semua kompetisi. Kekalahan terakhir Milan terjadi sebelum kompetisi ditangguhkan akibat virus Corona pada bulan Maret.

Pioli pun menyebut ada peran penting yang diberikan oleh Ibra sejak didatangkan pada Januari kemarin. 

“Ibra berperan penting dalam pertumbuhan kami dan kondisinya pun kian membaik. Ini terbukti sangat penting. Ada kondisi untuk bergerak maju pada level teknis,” kata Pioli dilansir SempreMilan.

“Di sisi ekonomi, saya tidak bisa berbuat banyak. Dia memberitahu saya bahwa dia merasa baik, dia bahagia dan menunjukkannya dengan pekerjaan yang dia lakukan setiap hari.”

Namun demikian, Pioli tak lantas mengatakan jika Milan bangkit sepenuhnya karena Ibra. Ada perjuangan bersama selama beberapa bulan dan kedatangan pemain lain kian membuat tim jauh lebih solid.


Baca Juga:



“Jelas bahwa Ibra sangat penting bagi pertumbuhan kami.”

“Tapi itu bukan hanya karena kedatangan Ibra. Itu adalah pekerjaan yang dilakukan selama beberapa bulan terakhir juga.

“Simon Kjaer telah tiba, formasi telah berubah dan sejumlah hal telah berubah yang memungkinkan kami melakukan performa yang luar biasa dengan kontinuitas yang tepat.”

Ibra sendiri disebut akan hengkang di akhir musim mendatang. Pioli tak terlalu ambil pusing dengan kabar tersebut.

“Saya salah apabila saat ini meletakkan kereta di depan kuda,” katanya.

“Kami masih harus memainkan satu pertandingan, kami tahu apa yang telah kami lakukan dan apa yang ingin kami lakukan. Dan kemudian itu akan menjadi tugas mereka untuk memutuskan.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Ambisi Pioli di Dua Laga Tersisa dan Target Musim Depan

Vivagoal Serie A – Allenatore AC Milan, Stefano Pioli menyebut anak asuhnya wajib fokus di dua laga tersisa. Ia juga berharap tim bisa menjaga performa yang sama baiknya untuk musim depan.

Serie A musim ini telah menjatuhkan gelar juara kepada Juventus. Di dua laga tersisa, beberapa tim masih menggantungkan nasibnya termasuk Milan.

Jawara tujuh kali Liga Champions tersebut masih harus berjuang untuk kembali berlaga di kancah Eropa. Ya, Milan masih harus berebut tempat untuk tiket Liga Europa musim depan.

Pioli pun berharap anak asuhnya tetap fokus di dua laga tersebut. Selanjutnya mereka akan berhadapan dengan Sampdoria yang bisa saja menyulitkan target tim musim ini.

“Kami memiliki dua laga tersisa. Kami harus menghadapi setiap laga dengan determinasi dan konsentrasi yang sama. Detail akan terus membuat perbedaan,” ujar Pioli seperti dikutip Football Italia.

“Pertandingan harus dimainkan dengan respek luar biasa. Sampdoria membuat Juventus kesulitan, mereka bermain bagus. Mereka bermain tanpa beban karena mereka sudah mencapai target. Claudio Ranieri telah melakukan kinerja hebat,” tambahnya.


Baca Juga:



Milan sendiri menjalani performa gemilang terutama di paruh kedua sejak lockdown berakhir. Pioli pun berharap hal ini bisa terus mereka jaga untuk mengarungi musim berikutnya.

“2 Agustus [akhir musim] sudah kian dekat, kemudian kami akan mengevaluasi untuk musim depan,” tutur Pioli.

“Musim depan kami harus melanjutkan hasil yang sudah kami raih sejak Januari kemarin,” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Tembus Liga Europa, Milan Berambisi Obati Luka Lama

Vivagoal Serie A – Liga Europa menjadi luka lama bagi AC Milan. Bukan karena status mereka sebagai salah satu yang terbaik di Liga Champions, namun kegagalan musim lalu menjadi momok tersendiri bagi I Rossoneri.

Serie A yang sudah menunjuk Juventus sebagai juara berikut dengan Inter Milan, Atalanta dan Lazio yang dipastikan lolos ke Liga Champions tak lantas membuat kompetisi tertinggi di Italia itu kehilangan daya tariknya. Hal ini mengingat masih adanya perebutan untuk tiket ke Liga Europa dan jatah degradasi yang belum ditentukan.

Untuk jatah Liga Europa sendiri, Serie A mendapat total 3 tiket perwakilan yang diambil dari urutan kelima sampai ketujuh. Bedanya, urutan kelima dan keenam langsung bermain di babak utama, urutan ketujuh harus melalui putaran kedua.

Untuk jatah tersebut, tiga tim yakni AS Roma, AC Milan dan Napoli kini tengah bersaing ketat. Perebutan sebenarnya lebih kepada siapa yang akan langsung bermain di babak utama dan playoff.

Hingga saat ini, Roma dan Milan terpaut empat poin dari enam angka yang diperebutkan di dua laga tersisa. Sementara Napoli dikurangi pertandingan dini hari tadi melawan Inter, masih menyisakan satu laga lagi dengan jarak satu angka.

Di sini Roma hanya butuh satu kemenangan lagi untuk memastikan diri lolos. Sementara Milan harus bisa melakukan sapu bersih dua laga tersisa dengan asumsi Napoli juga memenangkan pertandingan mereka.

Bagi Milan, Liga Europa bisa menjadi momentum penebusan luka lama. Ini tidak lepas dari kegagalan mereka tampil di kancah Eropa pada musim sebelumnya.


Baca Juga:



Menempati urutan kelima klasemen akhir Seri A, I Rossoneri gagal tampil karena mendapatkan sanksi bermain di Eropa karena sanksi UEFA. Otoritas sepak bola tertinggi Eropa itu menganggap Rossoneri melanggar aturan Financial Fair Play (FFP). UEFA menyebut Milan sudah melanggar aturan-aturan FFP sejak 2017.

Saat itu, banding Rossoneri dikabulkan, tapi tetap dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada 2019 sehingga dilarang tampil di Liga Europa. Posisi mereka kemudian digantikan oleh Torino yang saat itu mengakhiri musim di peringkat ketujuh.

“AC Milan tidak termasuk sebagai peserta Liga Europa musim 2019/2020. Keputusan ini diambil sebagai konsekuensi pelanggaran FFP yang mereka lakukan,” tulis UEFA, dalam sebuah keterangan resmi saat itu.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS