Tag: Video Assistant Referee

Kemenangan PSG Dirampas VAR, Tuchel: Kami Harus Terbiasa

0

Vivagoal Ligue 1 – Paris Saint-Germain gagal meraih kemenangan saat menjamu AS Monaco di pekan ke-20 Ligue 1 Prancis, Senin (13/1/2020) dinihari WIB. Pelatih PSG, Thomas Tuchel pun mengaku VAR sudah mencuri kemenangan timnya.

PSG harus puas bermain imbang 3-3 di Parc des Princes pada lanjutan laga pekan ke-20 Liga Prancis. Les Parisiens sempat unggul 3-2 berkat dua gol Neymar, dan bunuh diri Fode Ballo-Toure di menit ke-24.

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Hadiah, Mainkan Kuisnya Di Sini!

Akan tetapi, Les Parisiens gagal mempertahankan keunggulan. Monaco berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Islam Slimani di menit ke-70. Gol ini sedikit berbau kontroversial karena Slimani dianggap sudah lebih dulu berada dalam posisi offside, tapi VAR tetap mengesahkan gol itu.

Tuchel pun menganggap gol yang disahkan VAR itu sudah membuat PSG begitu kecewa. Ia sungguh tidak mengerti kenapa bisa dengan teknologi yang sudah sedemikian canggih, VAR malah mensahkan gol Slimani itu sekaligus membatalkan kemenangan PSG yang sudah di depan mata.

“Gol ketiga Monaco benar-benar saya tidak mengerti kenapa itu bisa terjadi. Benar, kenapa VAR tidak menganggap itu offside. Bahkan semua orang bilang ke saya bahwa itu adalah peraturan baru. Tapi saya bisa katakan bahwa saya tidak mengerti dengan peraturan itu, dan sama sekali tidak membantu apapun.” ketusnya seperti dilansir dari AS.

Baca juga; Dirayu Inter, Fullback PSG Berikan Jawaban Tegas

“Dengan VAR anda mendapatkan kekecewaan besar karena itu bisa saja menjadi titik balik besar dalam sebuah pertandingan. Kami sepertinya harus terbiasa dengan VAR, karena tidak ada yang bisa anda lakukan.” Tuchel menambahkan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Presiden UEFA Desak Sistem VAR Soal Offside Diubah

0

Vivagoal Internasional – Presiden Federasi Sepakbola Eropa, UEFA, Aleksander Ceferin menyerukan agar sistem Video Assistant Referee (VAR) diubah. Menurut Ceferin, alat bantu wasit itu masih punya kekurangan, khususnya dalam penentuan garis offside.

Teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang dihadirkan dalam dunia sepakbola modern saat ini nyatanya masih menimbulkan sejumlah kontroversi. Meski sebagian pihak merasa puas dengan kehadiran VAR, tapi tidak sedikit yang mengkritik sistem penggunaannya.

Baca JugaVivagoal Bagi-Bagi Hadiah, Mainkan Kuisnya Di Sini!

Ceferin sendiri menganggap VAR sudah mendatangkan kekacauan di dunia sepakbola Eropa saat ini, utamanya terkait posisi offside harus direvisi ulang.

“VAR buat semua berantakan. Saya tidak berpikir soal satu atau dua centimeter untuk offside. Saya pikir aturan dari UEFA sebelumnya sudah cukup.” kata Ceferin seperti dilansir dari BBC.

“Sayangnya, UEFA tidak memiliki banyak intervensi dalam kompetisi sepakbola di tiap-tiap liga mengenai aturan VAR ini. Ini jelas kesalahan jika terus dibiarkan.” kesalnya.

Ceferin sendiri mulai ragu bahwa VAR bisa membantu banyak tim. Pasalnya, dalam beberapa situasi yang meragukan di lapangan, VAR di saat yang bersamaan malah memiliki efek jangka panjang.

Baca juga: Jika Bukan Pemain Madrid, Mustahil Bisa Patahkan Dominasi Messi

“Jika anda adalah wasit di lapangan, meskipun ada ribuan orang yang menekan anda, keputusan tetap ada di diri anda, bukan dari orang yang bersembunyi di suatu tempat dan menatap layar.” jelas Ceferin.

“Sekali lagi, saya sangat skeptis bahwa VAR ini bisa berjalan baik. Faktanya hingga saat ini, semua berantakan dan banyak menimbulkan kontroversi.” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

PSSI Geber Penggunaan VAR di Indonesia

Vivagoal – Liga Indonesia – Pergantian sosok Ketua Umum PSSI berdampak postif bagi sepakbola Indonesia. Terbaru, PSSI tengah matangkan penggunaan VAR. 

Hal tersebut diungkap langsung Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria dilansir dari laman resmi federasi. Menurutnya, berdasar perintah Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, meminta untuk melakukan pendalamaan soal penggunaan VAR dengan berkonsultasi bersama IFAB.

“Sesuai arahan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, implementasi VAR harus terus dimatangkan. Hari ini kita mengadakan pertemuan dengan IFAB untuk membahas prosedur dan kebijakan penerapan VAR,” kata Tisha.

IFAB sendiri merupakan badan yang memiliki otorisasi penerapan VAR dalam Law of The Game. Dimana penggunaan VAR harus mendapatkan persetujuan dari IFAB.

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Jersey, Gratis!

Dalam implementasi penggunaan VAR,  PSSI harus melewati enam tahapan besar. Dari mulai perencanaan, persiapan, offline, line (non competition), persetujuan dan live competition.

PSSI tidak main-main dalam menggarap penggunaan VAR di Indonesia. Ketum PSSI yang akrab disapa Iwan Bule menyebut keberadaan VAR bakal meningkatkan kualitas kompetisi di Indonesia.

“Kita ingin menaikan level kompetisi kita. Implementasi VAR adalah salah satu cara. Tentu saja kita juga akan terus meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya wasit di Indonesia untuk kita dorong mendapatkan lisensi AFC dan FIFA,” kata Iriawan.

Selalu update berita Liga Indonesia terbaru hanya di Vivagoal.com

Bos-Bos Liga Inggris Bakal Evaluasi Penggunaan VAR

Vivagoal Liga InggrisPenggunaan Video Assistant Referee di Liga Inggris menuai kontroversi. Para bos ini rencananya akan menggelar evaluasi bersama Mike Riley selaku ketua Professional Game Match Officials Limited (PGMOL) pada Kamis (7/11) mendatang.

Penggunaan VAR memang menimbulkan beberapa masalah baru. Salah satu yang jelas terlihat adalah tidak adanya monitor di pinggir lapangan untuk membantu wasit utama.

Berbeda dengan penerapan VAR di La Liga, Serie A, Bundesliga – bahkan di Piala Dunia 2018 lalu dimana wasit utama diberi keleluasaan untuk melihat tayangan ulang langsung dari monitor. 

Baca Juga: Vivagoal Bagi-Bagi Jersey, Gratis!

Sedangkan aturan dari Premier League memutuskan wasit tidak perlu melihat tayangan ulang secara langsung. Mereka hanya mengandalkan instruksi wasit VAR yang melihat tayangan ulang di ruangan khusus.

Kontroversi VAR terbaru terjadi saat Jurgen Klopp mengeluhkan keputusan offside Roberto Firmino yang tidak jelas saat Liverpool bertemu Aston Villa. Klopp mengklaim timnya sering dirugikan sejumlah keputusan VAR sejauh ini, dia ingin kejelasan lebih.

Hasil imbang Everton melawan Tottenham Hotspur dinilai juga dibalut dengan kinerja kurang maksimal VAR. Insiden jatuhnya Dele Alli di dalam kotak penalti dianggap bukan pelanggaran, padahal VAR menghabiskan tiga menit untuk membuat keputusan.

Alhasil, pertemuan Kamis mendatang bakal mendiskusikan beberapa masalah. Salah satunya wasit utama yang bakal diizinkan melihat monitor di samping lapangan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Penggunaan VAR di Premier League Tak Sesuai Ekspektasi

Vivagoal Liga Inggris – Setelah 11 pertandingan berjalan, VAR terlihat lebih banyak menghadirkan kontroversi ketimbang menghilangkannya. VAR tidak benar-benar membantu di Premier League.

Musim ini menjadi musim pertama Premier League menerapkan VAR. Musim sebelumnya, teknologi yang mengandalkan rekaman pertandingan itu sudah mulai diuji coba pada beberapa kompetisi domestik lainnya.

Baca juga: Pogba Mengaku Tak Sabar Ingin Segera Bermain

Hanya saja penggunaan VAR justru menuai banyak kontroversi. Berbeda dengan di liga-liga Eropa lainnya, wasit utama di Premier League tidak bisa melihat tayangan ulang secara langsung. Dia hanya mendengar keputusan wasit VAR yang berada di ruangan khusus.

Proses yang terjadi rawan mengundang kontroversi terutama dari pemirsa layar kaca. Mereka bisa dengan lebih jelas melihat siaran ulang dari stasiun televisi dan membuat penilaian sendiri yang tentu bukan asal bicara.

Beberapa pihak termasuk analis Sky Sports, Jamie Carragher pun mulai mempertanyakan penggunaan VAR. Mantan pemain Liverpool yang dulunya mendukung penggunaan VAR itu pun kini mulai kehilangan kepercayaannya.

“Saya tidak pernah mendukung VAR secara penuh. Saat itu saya merasa VAR harus diberi kesempatan dan entah mengapa saya mendorong penggunaan VAR karena banyak orang yang saat itu menolaknya,” ujar Carragher.

“VAR didatangkan untuk membantu permainan, maksud saya bukan hanya pemain di lapangan, melainkan juga suporter, analis, dan juga pemilik klub.”

Baca juga: Arsenal Bermain Seperti Tim Bola Basket

Lebih lanjut Carragher mengatakan jika VAR tak memberi solusi terutama kepada wasit. Ia melihat para pengadil lapangan justru kesulitan dalam mengambil keputusan.

“Sekarang saya melihat VAR dan berpikir bahwa itu tidak bisa lagi dibela. Sebenarnya saya justru lelah mendengar komplain orang-orang perihal VAR,” imbuh Carragher.

“Sayangnya, saya tidak punya alasan untuk menyerang balik mereka, sebab inti penggunaan VAR adalah untuk membantu wasit [tapi justru menyulitkan],” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Gundogan; Saya Bukan Fans Berat VAR!

Vivagoal Liga Inggris – Gelandang Manchester City, Ilkay Gundogan menyebut jika VAR sudah mengubah sepak bola namun belum ke arah yang lebih baik.

Musim ini menjadi musim perdana Premier League resmi menggunakan Video Assistant Referee (VAR). Keputusan penggunaan teknologi yang mengandalkan siaran ulang itu sendiri terbilang tertinggal dari liga-liga top Eropa lainnya.

Baca juga: Solskjaer Pertimbangkan Opsi Pertahankan Alexis Sanchez

Namun ada alasan kuat kenapa pihak Premier League perlu mengkaji secara mendalam penggunaan VAR. Kendati disebut mampu meminimalisir kesalahan keputusan namun VAR tetap membawa kemungkinan buruk seperti pro kontra, atmosfer pertandingan yang pastinya berubah serta keputusan-keputusan kontroversial yang nantinya mungkin bisa terjadi.

Hal itulah yang menjadi alasan kenapa Gundogan tidak terlalu mendukung penggunaan VAR. Menurutnya masih ada masalah-masalah yang terjadi ketika VAR belum diterapkan.

“VAR mengubah sepak bola tak cuma untuk pemain, tapi juga untuk penonton dan semua orang yang mencintai pertandingan ini. Sialnya, itu mengambil alasan utama mengapa kita semua mencintai sepakbola, dan itu emosi yang ada di dalamnya,” kata Gundogan di The Sun.

Baca juga: MU Butuh Waktu Tuk Kembali Jadi Kandidat Juara

“Saya bukan fans berat VAR meski kita tak bisa menampik bahwa itu bisa membantu wasit untuk mengambil keputusan. Tapi, masalah terbesarnya adalah meski saat insiden telah dirujuk ke VAR, masih belum ada penilaian yang jelas.”

“Setelah pertandingan, kita masih mendiskusikan apakah itu gol, penalti, atau offside. Dan saya melihat hal ini belum berubah bahkan dengan VAR,” dia menambahkan.

Manchester City mungkin menjadi klub Inggris paling dirugikan setelah VAR digunakan. Mereka terpaksa gugur di Liga Champions musim lalu setelah gol kemenangan Sergio Aguero dianulir VAR.

Baca juga: Chelsea Minta Prancis Tak panggil Kante, Kenapa?

Situasi serupa terjadi ketika City kembali bertemu Spurs di Premier League musim ini. Gol penentu kemenangan City oleh Gabriel Jesus dianulir karena sebelumnya terjadi handball. Setelah itu City kembali dirugikan saat mereka tidak mendapat hadiah penalti ketika David Silva dilanggar oleh pemain Bournemouth di pekan ketiga Premier League akhir pekan kemarin.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Guardiola Kritisi Penggunaan VAR

Vivagoal Liga InggrisPep Guardiola dengan nada sarkas mengomentari penggunaan VAR di Liga Inggris. Ia menyebut Manchester City tak pantas mendapat penalti saat David Silva dilanggar dalam laga melawan Bournemouth.

Manchester City sukses mengemas tiga poin saat berkunjung ke markas Bournemouth di  pekan ketiga Premier League. namun , kemenangan 1-3 The Citizen atas tuan rumah diwarnai sedikit insiden. berhasil membungkam tuan rumah dengan skor meyakinkan yakni 1-3.

Tepatnya pada babak kedua, David Silva terjatuh di area kotak penalti. Tayangan ulang menunjukkan bahwa kaki playmaker asal Spanyol itu memang berbenturan dengan kaki Jefferson Lerma.

Baca Juga: Usai Menang, Pemain Akademi Chelsea Ini Terpaksa Absen

Wasit yang bertugas kala itu, Andre Marriner memutuskan tidak ada pelanggaran dan enggan memberikan hadiah penalti untuk City. Keputusan itu diperkuat oleh teknologi Video Assistan Referee (VAR).

Usai laga, Pep pun mengomentari keputusan wasit yang dibantu VAR tersebut. Dengan nada sindiran, Pep mengatakan timnya tak pantas mendapat penalti atas insiden yang terjadi.

“Tidak, tidak, tidak, [itu bukan] penalti, tidak, tidak. Yang terakhir itu jelas terkena tangan [lawan Tottenham], saya melihat dengan jelas pertandingan terakhir itu. Penalti? Tidak,” ketus Guardiola usai laga seperti dilansir Goal International.

Baca Juga: Pemain Sayap Chelsea Ini Cedera Usai Pemanasan

Memang bukan kali ini saja Pep dirugikan dengan keputusan VAR. Pada laga sebelumnya, City juga gagal meraih tiga poin saat menjamu Tottenham Hotspur. Gol penentu kemenangan City yang dicetak Gabriel Jesus dianulir oleh wasit lantaran bola sebelumnya sudah menyentuh pemain City lainnya.

Kerugian City atas Spurs juga sudah terjadi di Liga Champions musim lalu. Satu gol penentu dari Sergio Aguero dianulir karena sebelumnya telah terjadi pelanggaran.

Manchester City sendiri saat ini belum terkalahkan di tiga laga Premier League dengan dua kali menang dan sekali imbang. Berikutnya, Josep Guardiola akan memimpin pasukannya melawan Brighton pada 31 Agustus 2019.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Klopp Antusias Sambut Musim Perdana VAR di Premier League

Vivagoal Liga Inggris – Premier League akhirnya akan menggunakan Video Assistant Referees (VAR) untuk gelaran musim 2019/20 ini. Jurgen Klopp sendiri menyambut positif kehadiran teknologi satu ini.

Runner-up musim lalu, Liverpool memiliki kesempatan sebagai tim pertama yang merasakan VAR di Premier League musim ini. Adalah laga kontra Norwich City pada Sabtu (10/8) dini hari akan menjadi momentum mereka untuk menjajal kinerja teknologi yang mengandalkan siaran ulang tersebut.

Baca juga: Klopp Beberkan Rencana Timnya Tuk Kalahkan Man City Musim Depan

Klopp pun menyambut positif penggunaan VAR di Premier League. Menurutnya dengan hadirnya VAR hasil-hasil pertandingan akan jauh lebih adil untuk masing-masing tim yang nantinya bermain.

“Itu [VAR] adalah terobosan bagus, segalanya berjalan sangat bagus ketika mereka [FA] menunjukkan sedikit-banyak prosesnya kepada kami,” kata Klopp dilansir dari Liverpoolfc.com.

“Teknologi itu tampak menarik dan aman untuk permainan, seaman mungkin yang bisa anda dapatkan ketika melibatkan manusia. Begitulah adanya.”

“Namun, banyak hal akan semakin terlihat jelas. Saya kira kami tidak akan bermasalah lagi dengan offside sebab itu bakal sangat jelas, meski hal-hal lain masih tentang interpretasi, tapi itu wajar,” lanjutnya.

Lebih lanjut Klopp melihat VAR nantinya tetap akan diikuti dengan kontroversi. Namun demikian semua itu terlebih keterlibatan teknologi dalam olahraga adalah sebuah perkembangan yang sulit dihindari.

Baca juga: Di Tangan Klopp, Bale Bisa Keluarkan Kemampuan Terbaiknya

“Saya mengikuti VAR selama dua tahun di Jerman, awalnya tidak mudah, tetapi sekarang sudah tampak stabil, dan anda jadi punya obrolan lain setelah pertandingan,” sambung Klopp.

“Dan saya kira stadion akan baik-baik saja. Ya, tentu saja akan ada momen ketika tim merayakan gol dan seseorang berkata bahwa itu masih terlalu awal, namun hal ini adalah bagian dari perkembangan sepak bola,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Ada Aturan Ketat VAR di Premier League

VivagoalLiga InggrisVideo Assistant Referee atau VAR akan digunakan Liga Premier Inggris pada musim 2019-2020. VAR akan digunakan dalam laga debut Community Shield antara Manchester City melawan Liverpool (10/8).

Skema pemakaian VAR memiliki aturan tertentu di Liga Premier Inggris. Ada pembatasan peraturan saat menggunakan VAR dalam pertandingan.

Diwartakan dari The Sun, nantinya wasit akan meninjau VAR sebanyak 3 kali dalam sekali kejadian. Skema pertama menggunakan metode siaran ulang. Setelah itu, wasit menggunakan metode slow motion atau mode perlambatan.

Baca Juga: VAR Akan Timbulkan Banyak Kontroversi di Premier League

Peraturan ini diambil agar permainan dalam lapangan hijau tidak tertunda atau menghasilkan injury time yang sangat lama. Kebijakan peraturan ini telah ditinjau dari beberapa pertandingan di seluruh ajang yang dilihat oleh pihak Liga Premier Inggris.

Wasit di Premier League akan dibantu oleh beberapa orang di belakang meja VAR. Contohnya jika ada kejadian yang mengganjal di kotak pinalti maka orang yang berada di meja VAR akan memberi tahu wasit lapangan.

Alhasil, mereka (orang di meja VAR) telah memberikan pertimbangan yang akurat sehingga wasit tak perlu meninjau ulang VAR di tengah lapangan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Soal Teknologi Wasit, Liga 1 Diminta Tiru Bandung Premier League

VivagoalBPLBandung Premier League menasbihkan diri sebagai turnamen pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi Virtual Assistant Referee(VAR). Beberapa wasit pun tak ragu merekomendasikan teknologi tersebut digunakan pada kasta tertinggi sepak bola Indonesia. 

Langkah BPL untuk mendukung kinerja wasit pun tidak berhenti sampai di sana. Musim ini mereka sudah menghadirkan empat teknologi wasit baru.

Baca Juga : Buciper Funball: Ketika Tetangga Bermain Sepakbola Bersama

Vanishing spray, teknologi garis gawang, papan pergantian elektronik, dan alat komunikasi wasit sudah terlihat digunakan sejak pekan perdana, Sabtu (13/7/2019) lalu. Untuk menghadirkan teknologi-teknologi tersebut, pihak operator telah menyiapkan anggaran sekitar 75 juta untuk membuat pertandingan berjalan lebih adil.

Terobosan yang dilakukan BPL pun disambut baik oleh para wasit. Hal itu diakui Sayid Luthfy, wasit yang bertugas di BPL musim ini. Menurutnya dengan bantuan teknologi, wasit bisa meminimalisir kesalahan kala bertugas. Mereka merasa penggunaan teknologi ini dapat mengurangi kesalahan yang dibuat.

“Wasit sangat sentral da lam pertandingan, dan tidak mungkin wasit bisa sempurna, karena kami membuat keputusan dalam per sekian detik.

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS