
Ubah Filosofi, Bisa Buat Amorim Di Pecat Man United
Vivagoal – Liga Inggris – Ditengah tekanan terus meningkat saat ini, eks palang pintu Liverpool, Jamie Carragher mengingatkan tentang hal yang bisa membuat pihak Manchester United tak segan untuk melakukan pemecatan pada seorang Ruben Amorin.
Ruben Amorim ditunjuk sebagai manajer Manchester United pada November 2024 lalu. Amorim dinilai jadi sosok yang tepat ketika Man United terus tampil buruk dibawah komando Erik ten Hag.
Amorim sejatinya ingin datang ketika musim 2024/25 ini selesai. Ia berharap terlebih dulu menyelesaikan tugasnya untuk membawa juara Sporting CP pada gelaran Liga Super Portugal.

Bersama Sporting CP pula, Amorim mendapatkan predikat salah satu juru taktik potensial di dunia sepakbola. Ia diklaim ikut masuk dalam daftar calon pengganti Pep Guardiola di Manchester City.
Sayangnya, berbagai catatan impresif Amorim di Sporting CP itu seakan tak lagi berharga, melihat apa yang terjadi bersama United sekarang. Setan Merah terus berkutat di posisi ke-14 pada klasemen Liga Inggris sampai pekan 32 lalu.
Baca Juga:
- Gervane Kastaneer Siap Bela Persib Saat Hadapi Bali United
- Persib vs Bali United: Prediksi, Jadwal, dan Link Live Streaming
- PSSI Belum Tentukan Pelatih Timnas Indonesia di SEA Games 2025
- Harry Kane Tuntut Bayern Munich Perbaiki Hal Ini Jika Ingin Lolos ke Semifinal
Satu yang kerap menuai perhatian adalah tentang penerapan filosifi dan rencananya untuk Man United. Ia konsisten menggunakan skema dasar 3-4-3, walau kerap membuat mereka kesulitan sendiri.
Namun Jamie Carragher melihat, bahwa perubahan tersebut nantinya justru bisa menjadi bumerang bagi Amorim sendiri. Menurutnya, pemilihan Amorim sekarang adalah karena filosofi yang Ia miliki sekarang, sejak berada di Sporting CP.

“Tentu saja butuh sedikit waktu untuk sistem ini. Orang-orang masih belum yakin dengan hal itu, apakah itu keputusan yang tepat? Bukan dari dia, dari klub yang mempekerjakannya karena Ia datang dengan sistem itu. Itulah DNA-nya,” ujar Carragher dilansir Goal.
Orang-orang terus mengatakan, ‘oh, dia harus mengubah sistem. Saya tidak benar-benar melihatnya seperti itu karena seluruh karier manajerialnya dan kesuksesan yang ia raih didasarkan pada sistem itu. inilah yang ia ketahui. Jika dia pergi ke hal lain, mereka mungkin juga akan mengganti manajernya.”
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com















