Home Tags Manchester United
SQUAD
Player Position Nationality Age
D. Mitchell England 22
M. Rojo Defender Argentina 30
L. Grant Goalkeeper England 37
M. Kovář Goalkeeper Czech Republic 20
E. Bailly Defender Côte d'Ivoire 26
P. Jones Defender England 28
Diogo Dalot Defender Portugal 21
L. Shaw Defender England 25
A. Wan-Bissaka Defender England 23
A. Tuanzebe Defender England 23
B. Williams Defender England 20
D. Bernard Defender England 20
T. Fosu-Mensah Defender Netherlands 22
E. Laird Defender England 19
T. Mengi Defender England 18
M. Taylor Defender England 20
P. Pogba Midfielder France 27
Mata Midfielder Spain 32
J. Lingard Midfielder England 28
Andreas Pereira Midfielder Brazil 24
Fred Midfielder Brazil 27
A. Gomes Midfielder England 20
N. Matić Midfielder Serbia 32
J. Garner Midfielder England 19
S. McTominay Midfielder Scotland 24
Arnau Martínez Midfielder Spain 19
E. Galbraith Midfielder Northern Ireland 19
A. Martial Attacker France 25
O. Ighalo Attacker Nigeria 31
M. Greenwood Attacker England 19
T. Chong Attacker Netherlands 21
D. Mellor Attacker England 20
L. Ramazani Attacker Belgium 19
S. Romero Goalkeeper Argentina 33
A. Young Defender England 35
David de Gea Quintana Goalkeeper Spain 30
Romelu Lukaku Menama Attacker Belgium 27
Bruno Fernandes Midfielder Portugal 26
D. James Midfielder Wales 23
D. Levitt Midfielder Wales 20
H. Maguire Defender England 27
M. Rashford Attacker England 23
V. Lindelöf Defender Sweden 26
STANDINGS
2019-20 Premier League
Club GP W D L GD Pts
Liverpool 29 27 1 1 45 82
Manchester City 28 18 3 7 37 57
Leicester 29 16 5 8 30 53
Chelsea 29 14 6 9 12 48
Manchester United 29 12 9 8 14 45
See Complete Standings
FIXTURES
Everton
Manchester United
Sun, 1/03 02:00 WIB
Manchester United
Manchester City
Sun, 8/03 04:30 WIB
Tottenham
Manchester United
Sun, 15/03 04:30 WIB
Manchester United
Sheffield Utd
Sat, 21/03 03:00 WIB

Tag: Manchester United

Smalling Berniat Bertahan di Roma Lebih Lama

Vivagoal – Serie A – Pemain pinjaman AS Roma, Chris Smalling dikabarkan betah berada di Italia. Smalling pun mengungkapkan keinginannya untuk bertahan di Italia pada direktur olahraga Roma, Gianluca Petrachi.

Bek The Red Devils, Chris Smalling yang dipinjamkan pada Giallorossi tampaknya telah nyaman dengan suasana Roma. Pria berusia 30 tahun itu bahkan dirumorkan enggan kembali pada tim elit asal Inggris, Manchester United.

Dilansir Football Italia, Smalling telah menawarkan diri untuk memperpanjang masa pinjamannya di AS Roma. Manchester United yang semula tak setuju pun tampaknya akan memberi izin untuk mantan pemain Fulham itu berada lebih lama bersama Giallorossi.

Smalling dirumorkan telah berbicara pada Gianluca Petrachi untuk memuluskan rencana tetap bermain di Roma. Petrachi bahkan tampaknya tengah mengajukan perpanjangan masa pinjaman Smalling pada United.

AS Roma sendiri diprediksi hanya perlu merogoh kocek senilai 3 juta euro saja untuk memuluskan rencana mereka. Petrachi berani menyampaikan perpanjangan masa Smalling karena ia menilai Smalling sudah tampil apik bersama Roma musim ini.


Baca Juga: 


Sejauh ini Smalling telah memperkuat Roma sebanyak 21 kali di Serie A dengan torehan satu gol dan satu assist. Roma sendiri saat ini masih menempati urutan kelima klasemen Serie A dengan raihan 45 poin.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Ighalo: Fernandes Bisa Buat Rival Kocar-Kacir

Vivagoal Liga Inggris Odion Ighalo dan Bruno Fernandes sama-sama didatangkan Manchester United pada bursa Januari kemarin. Bedanya, Ighalo didatangkan dari Shanghai Shenhua dengan status peminjaman.

Kedatangan keduanya, terbukti mampu mengangkat performa Setan Merah. Belakangan Ighalo berkisah soal peran penting Fernandes dalam skuad besutan Ole Gunnar Solskjaer. 

Pernah bersama-sama membela klub Serie A Italia, Udinese, kedua pemain anyar MU ini sudah mengerti satu sama lain. Apalagi, dengan kemampuan individu Fernandes, bukan tidak mungkin sang gelandang akan jadi mimpi buruk buat rival MU.

“Bruno adalah seorang pemain yang sangat bagus. Sebelum anda bergerak, dia sudah tahu apa yang akan anda lakukan. 

 “Bahkan [saat bermain dengan] Juan Mata… mereka tahu bagaimana caranya bermain. Pemahaman [antar pemain] sudah hampir tercapai, terus membaik. Bruno dan Anto [Marthial], anda bisa lihat saat melawan City. Pemahaman keduanya sudah semakin membaik tiap harinya,” kata Ighalo. 


Baca Juga: 


Fernandes memang langsung membawa angin segar dalam tim besutan Ole Gunnar Solskjaer tersebut. Tercatat ia sudah mencetak tiga gol dan empat assist dari sembilan pertandingan yang sudah dijalani sebelum kompetisi dihentikan karena pandemi.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Resep Sukses Bruno Fernandes bersama Manchester United

Vivagoal Liga Inggris –  Kehadiran Bruno Fernandes pada membawa perubahan besar dalam skuad Manchester United. Perjalanan tim yang kurang menjanjikan perlahan mulai menanjak seiring kedatangan pemain asal Portugal tersebut.

Gelandang yang didatangkan dengan mahar €55 juta dari Sporting tersebut tampil gemilang dengan mengemas tiga gol dan empat assist dalam sembilan laga pertamanya bersama Setan Merah. Tidak hanya itu, mental dan permainan tim berkembang seiring berjalannya waktu. 

Akan tetapi Fernandes tak lantas puas dengan kontribusinya saat ini. Sang pemain mengaku harus terus mengembangkan diri mengingat ia kini bermain untuk klub terbaik di Inggris.

“Visi saya untuk datang ke Manchester United adalah bahwa saya berada di salah satu klub terbaik di dunia, menurut saya, klub terbaik di Inggris.

“Target saya untuk tahun-tahun berikutnya adalah bermain lebih baik ketimbang apa yang saya lakukan sekarang ini,” kata Fernandes dalam wawancara dengan Talent Ain’t Enough.

 Terus berkembang, bagi Fernandes, merupakan satu-satunya cara agar tidak terhentikan. Andai tidak berinovasi bukan tidak mungkin lawan akan mudah mengenali gaya permainannya di lapangan hijau. 

“Bagi saya, dalam permainan tidak cukup baik karena sekarang mungkin bagian yang paling sulit. Para pemain mulai mengenali gaya permainan Anda, mulai tahu bagaimana cara Anda bergerak, bagaimana Anda melewati lawan, bagaimana Anda menendang dan segalanya menjadi sulit sekarang.


Baca Juga:


“Jadi, sekarang saya perlu meningkatkan permainan dan berlatih lebih keras serta lebih memahami tim-tim yang saya lawan karena mereka akan mengenal saya lebih baik, namun saya harus siap untuk memahami lebih baik kesulitan yang akan mereka hadapi,” kata Fernandes. 

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Barcelona-nya Pep Guardiola Mimpi Buruk MU di Liga Champions

Vivagoal Liga Champions – Paul Scholes menyebut Barcelona era Pep Guardiola adalah tim terbaik yang pernah dihadapinya. Barca besutan Pep dua kali memupus mimpi Manchester United di ajang Liga Champions.

Scholes menjalani karir yang gemilang selama hampir dua dekade berkostum The Red Devils. Sebagai gelandang bertahan, Scholes total mengoleksi 709 penampilan bersama MU dengan torehan 152 gol dan 73 assist.

Dalam kurun waktu tersebut, Scholes berhasil mengantarkan Setan Merah meraih 11 gelar Liga Inggris, dan dua gelar Liga Champions, yakni pada musim 1998/1999 dan 2007/2008. Menurut Scholes, harusnya gelar Liga Champions-nya bersama MU bisa lebih banyak, andai tak bertemu Barcelona asuhan Pep Guardiola.

MU yang dibela Scholes tercatat dua kali dikandaskan oleh Los Azulgrana di partai final Liga Champions. Kekalahan pertama mereka terjadi pada final 2008/2009. Di momen itu, MU berstatus sebagai juara bertahan namun harus takluk dengan skor 0-2 di Stadion Olimpico Roma.

Dua musim kemudian, Scholes kembali harus menelan pil pahit usai dikalahkan Barcelona 3-1 di partai final 2010/2011. Yang bikin makin menyakitkan karena kekalahan itu mereka alami di hadapan publik sendiri, yaitu Stadion Wembley.


Baca Juga:


Merujuk pada dua laga tersebut, Scholes pun tanpa ragu menyebut Barcelona besutan Pep sebagai tim terbaik yang pernah dihadapinya.

“Kami benar-benar kurang beruntung. Di era yang lain, bisa saja kami memenangkan empat hingga enam trofi Liga Champions.” ucap Scholes seperti dilansir dari The Sun.

“Tapi semuanya pupus karena kami menghadapi Barcelona-nya Guardiola. Oh Tuhan, betapa bagusnya mereka.” sambungnya.

“Kami pergi melawan Barcelona-nya Pep seperti sedang mengusung misi mustahil. Di tengah mereka punya Andres Iniesta, Xavi Hernandez dan Sergio Busquets. Lalu di sebelah kanan ada Leo Messi, Thierry Henry di sebelah kiri dan di jantung pertahanan ada Gerard Pique dan Carles Puyol, semuanya tak masuk di akal.” kata Scholes.

“Saya tidak pernah ragu mengatakan bahwa mereka adalah tim terbaik yang pernah saya lawan. Mereka bahkan tim yang terbaik yang pernah ada di dunia.” tegasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Momen Mengesankan Lingard Bersama Manchester United

Vivagoal Liga Inggris – Jesse Lingard memiliki kenangan tersendiri bersama Manchester United. Momen paling bersejarah bagi gelandang Manchester United ini adalah saat berkompetisi di Liga Eropa pada musim 2016-2017.

Ia mengungkapkan kenangan bersama Manchester United tidak akan terlupakan dalam hidupnya. Lingard pernah bermain bersama dengan pemain top dunia seperti Wayne Rooney Michael Carrick dan Ryan Giggs.

“Saya memiliki banyak kenangan bersama Manchester United dengan memenangkan beberapa gelar bergengsi. Banyak gelar yang kami dapat seperti Piala FA namun ada kompetisi yang sangat berkesan bagi saya yaitu ketika memenangkan Liga Eropa,” kata Lingard dikutip dari The Statesman.

“Saya masih mengingat bahwa tim kami berisikan para pemain muda. Bahkan, saat kami bersama Wayne Rooney dan Michael Carrick masih belum membuahkan trofi Liga Eropa. Namun, kerja keras kami tidak menyia-nyiakan proses dan akhirnya menang dan menjadi juara,” pungkasnya.


Baca Juga:


Tim berjuluk The Red Devils saat itu bertemu dengan Ajax Amsterdam di partai final Liga Eropa 2016-2017. Jose Mourinho selaku arsitek Manchester United berhasil tampil mengesankan dengan kemenangan 2-0 tanpa balas.

Lingard sangat senang dan menikmati pertandingan karena bisa mencicipi gelar Liga Eropa pertama kalinya bersama Manchester United. Bila kompetisi Liga Eropa dilanjutkan, tidak menutup kemungkinan Lingard dan Manchester United bisa menjadi juara untuk kedua kalinya di Liga Eropa.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Paul Scholes Akui Dua Klub Ini Sangat Menyulitkan Manchester United

Vivagoal Liga Inggris – Paul Scholes mengatakan jika Manchester United seharusnya bisa menancapkan taringnya di kancah Eropa. Sayang hal tersebut urung terjadi karena keberadaan Barcelona dan Real Madrid.

Scholes yang memiliki 700 caps terbilang sukses bersama Manchester United. Selama 20 tahun di sana, Scholes juga mengoleksi 11 gelar juara Liga Primer dan dua kali mengangkat trofi Si Kuping Besar.

Namun Scholes merasa raihan itu bisa lebih banyak terutama untuk Liga Champions. Benar saja selain menjadi juara pada 1999 dan 2008, MU juga berhasil menembus final di tahun 2009 dan 2011.

Sayang di kedua final tersebut, MU kalah dari Barcelona. The Red Devils tumbang dua gol tanpa balas di Olimpico sebelum kembali menyerah dengan skor 3-1 di Wembley dua tahun kemudian. Scholes pun tak ragu melayangkan pujian kepada Barcelona.

“Kami sungguh sial. Di kesempatan lain kami mungkin bisa memenangi empat, lima, atau enam gelar Liga Champions,” katanya kepada A Goal In One Podcast.

“Tapi tim-tim yang ada saat itu, lihat saja tim Barcelona asuhan Guardiola. Ya Tuhan, betapa bagusnya mereka!”

“Mereka bisa mendobrak pertahanan lawan dengan mudah. Di lini tengah, ada Andres Iniesta, Xavi, Sergio Busquets, dan Lionel Messi. [Thierry] Henry di kiri. Dua bek tengah Gerard Pique dan Carles Puyol. Sungguh istimewa.”

“Tanpa keraguan mereka adalah tim terbaik yang pernah saya hadapi. Salah satu tim terbaik sepanjang masa.”

Tidak hanya Barca, Madrid juga pernah memberi luka pada MU di Liga Champions tepatnya pada perempat-final Liga Champions 2002/03 dengan. Meski demikian, Scholes tetap menyebut Barca lawan terberat dalam kariernya.


Baca Juga:



“Kalau saya mundur sedikit lebih jauh saya mengingat tim Real Madrid yang pernah kami hadapi,” lanjut pria 45 tahun ini. “Kami benar-benar dihajar di Bernabeu tahun itu. Skornya 3-1 pada pertemuan pertama, tapi itu tim yang luar biasa. Tidak jauh dari tim Barcelona tersebut.”

“Mereka punya Ronaldo Brasil, Zinedine Zidane, Luis Figo, [Fernando] Redondo yang luar biasa, Raul, Roberto Carlos, [Fernando] Hierro, Iker Casillas di posisi kiper, itu tim yang benar-benar menakjubkan.”

“Kami menghadapi tim-tim luar biasa. Kami tampil cukup baik melawan mereka, tapi Barcelona punya sedikit keunggulan atas tim Real Madrid tersebut,” tandas Scholes.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Perbedaan Kultur Inggris dan Spanyol di Mata Chicharito

Vivagoal Liga Inggris – Pemain bernama asli Javier Hernandez tersebut menjadi salah satu dari segelintir pemain yang pernah bermain untuk Manchester United dan Real Madrid. Chicharito pun mengungkapkan pengalaman berbeda saat bermain untuk keduanya.

Sempat dipandang sebelah mata, Chicharito berhasil menjelma sebagai sosok poacher alias penyelesain peluang ulung di kotak penalti lawan. Perannya yang begitu khas membuat Real Madrid tertarik meminjamnya dari Manchester United pada musim 2014/15.

Chicharito pun mengatakan jika dirinya bisa dengan mudah beradaptasi di Madrid. Hal ini karena kultur di Spanyol sangat berbeda dengan di Inggris dan lebih mirip dengan kampung halamannya di Meksiko.

“Saya kira kulturnya,” terang Hernandez kepada Rio Ferdinand dikutip dari Metro. “Itu sebuah deskripsi, bukan sesuatu yang ingin saya kurangi atau saya lebihkan dari kedua klub.”

“Anda tahu bahwa gaya hidup di Inggris terasa sedikit tenang, lebih akrab. Di Spanyol dan Portugal, gaya hidupnya mirip dengan gaya Latino. Kulturnya berbeda, lebih terbuka, lebih terekspos.”


Baca Juga:


Karena lebih terekspos, privasi Chicharito di Spanyol pun jadi lebih minim. Hal berbeda ia rasakan di Inggris yang bisa membuatnya lebih tenang saat keluar rumah.

“Di MU, saat di luar, saya tidak pernah merasa bahwa klub benar-benar masif seperti seharusnya. Anda tentu mengerti bahwa tidak banyak fans yang menunggu Anda di luar, tidak banyak media, tidak membocorkan berita. Anda bisa berjalan di Manchester, mereka menghargai privasi Anda,” imbuh Chicharito.

“Di Spanyol, mereka memang menghargai Anda, tapi budayanya mirip dengan negara saya. Mereka menginginkan banyak hal dari Anda, mereka ingin foto Anda, mereka ingin memeluk Anda,” tandasnya.

Madrid sendiri tak mengaktifkan opsi pembelian Chicharito. Sang pemain kemudian dilepas Man United secara permanen ke Bayer Leverkusen senilai €11 juta sebelum kini membela klub MLS, LA Galaxy.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Martial Seharusnya jadi Pertukaran Alexis Sanchez pada Januari 2018

Vivagoal Liga InggrisArsenal meminta Anthony Martial sebagai barter dari Manchester United. Namun yang mereka dapatkan adalah Henrikh Mkhitaryan.

Manchester United bersama Jose Mourinho sejatinya sudah mendekati Alexis Sanchez pada musim panas sebelumnya. Namun negosiasi yang alot membuat kesepakatan urung terjadi.

Kesepakatan akhirnya baru terealisasi pada Januari 2018. Sanchez yang akan habis kontrak sudah ingin mencari klub baru di mana Man United menjadi peminat terdepan kala itu.

Namun dilansir dari ESPN, Arsene Wenger yang kala itu masih menjabat sebagai manajer Arsenal sejatinya tak menginginkan pertukaran Sanchez dengan Mkhitaryan. Pelatih asal Prancis itu melihat jika Martial bisa menjadi pertukaran yang lebih baik.

Wenger melihat ada celah di mana Arsenal bisa merekrut Martial. Pasalnya sang winger saat itu tengah tampil di bawah standar dan menjalani hubungan kurang harmonis dengan Mourinho.


Baca Juga:


Pertukaran itu pun berbuah pahit untuk masing-masing pihak. Sanchez tampil buruk di Manchester United begitu juga dengan Mkhitaryan yang kian tenggelam di Arsenal.

Pada musim panas 2019/2020, keduanya mengalami nasib serupa yakni dipinjamkan ke klub Serie A. Sanchez berlabuh ke Inter Milan sedangkan Mkhitaryan terbang ke AS Roma.

Sementara itu, Martial berhasil menemukan performa terbaiknya ketika Ole Gunnar Solskjaer tiba. Mantan pemain AS Monaco pelan tapi pasti menjadi andalan United dalam mendulang gol.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Kisah Skuad Manchester United yang Pernah Dikepung Tinja Sebelum Bermain

Vivagoal Liga Inggris – Satu kisah tak terlupakan terjadi saat Manchester United berkunjung ke markas Sunderland satu dekade silam. Bukan karena jalannya laga, namun insiden di ruang ganti pastinya tak bisa hilang dari ingatan mereka.

Persiapan di ruang ganti menjadi sebuah ‘ritual’ yang wajib dilakukan sebuah tim. Para pemain dan pelatih mempersiapkan diri untuk naik di atas panggung terbaik yang mereka banggakan.

Namun apa jadinya jika ruang ganti tersebut dipenuhi oleh tinja? Kejadian tersebut bukan sebuah dongeng melainkan pengalaman buruk yang pernah dialami oleh Manchester United dalam lawatannya ke Stadium of Light pada tahun 2010.

“Kami datang ke stadion dan ada tetesan di langit-langit, mereka menaruh ember di bawah tetesan itu dan mengatakan, ‘ada bocor di langit-langit ruang ganti’. Anak-anak tetap bersiap, hilir-mudik di sekitar ember itu. Manajer ada di pojok ruangan seperti biasa, ia sudah memberi instruksi di hotel. Kami lantas ke lapangan untuk pemanasan,” ucap Albert Morgan, eks kitman Setan Merah dalam podcast Man United yang dilansir Mirror.

“Setelah beberapa menit, salah satu petugas keamanan datang dan bilang, ‘Albert, sebaiknya kamu ke ruang ganti, ember di sana mulai penuh’. Saat kami tiba, ember itu sudah jadi seperti tong. Kami pun masuk dan melihat ke arah langit-langit, tiba-tiba salah satu bagiannya copot. Ada tinja di mana-mana! Saat itu manajer baru keluar.”

“Ada tinja yang kemudian belepotan ke setelan pemain, baju-baju, dinding, ke mana-mana. Dimitar Berbatov marah besar tentang sepatunya, yang tertimbun tinja setinggi 3 inchi (sekitar 7,6 cm). Tak ada yang bisa diselamatkan. Sepatu, setelan. Satu-satunya yang bisa kami lakukan adalah merogoh kaus kaki dan sepatu para pemain untuk mengambil perhiasan dan arloji.”


Baca Juga:



“Saat itu pukul tiga kurang sepuluh. Pertandingan mulai pukul tiga dan jersey-nya berlumuran tinja. Mereka harus mengundur setengah jam. Semua pemain menolak tampil dengan jersey itu,” tutur Albert Morgan.

Untung Morgan membawa setelan cadangan dan pemain tetap bisa tampil tanpa bau tinja. Bahkan Steve Bruce, manajer Sunderland sampai datang untuk ikut bantu membersihkan sebelum kick-off.

“Ia masuk dari pintu di bagian belakang ruang ganti tersebut. Ia membawa sikat besar yang lebarnya sampai beberapa meter dan mendorong lumuran tinja itu keluar dari ruang ganti. Seragam-seragam yang terkena tinja kemudian kami taruh di plastik hitam untuk dibuang.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Ingin Latih Klub Luar Italia, Old Trafford Mungkin Cocok Tuk Allegri

Vivagoal Serie A – Massimiliano Allegri mengisyaratkan keinginannya untuk kembali melatih. Namun Italia dipercaya bukan gelanggang yang nantinya akan ia pilih.

Italia seakan menjadi tempat pembuktian kualitas Allegri. Selama melatih di Serie A, pelatih 52 tahun itu berhasil meraih enam Scudetto masing-masing bersama Milan dan Juventus.

Ia kemudian memutuskan berpisah dengan Si Nyonya Tua pada akhir musim lalu untuk ‘mengisi ulang baterai’.

Namun siapa sangka di tengah masa istirahat tersebut, Allegri sempat didekati oleh Cagliari tepatnya pada Januari lalu. Akan tetapi, Allegri dengan mantap mengatakan bahwa dia mempersiapkan dirinya untuk kembali melatih bukan di Italia.

“Di akhir Januari, saya melakukan panggilan telepon yang terbilang gila, menawarkan Allegri sebuah pekerjaan, dan tahu betul bahwa itu memang akan mustahil terwujud,” tutur Giulini kepada Sky Sport Italia.

“Massimiliano memberitahu saya petualangan berikutnya akan terjadi di luar negeri, sekalipun dia terpesona dengan proposal untuk memimpin Cagliari pada tahun keseratus kami,” sambungnya.

“Saya tahu bahkan sebelum membuat panggilan telepon bahwa itu tidak akan mungkin,” urainya.

Ketertarikan akan jasa Allegri memang nyata terjadi. Klub-klub top Eropa silih berganti dikaitkan dengan namanya.


Baca Juga:



Pelatih veteran Italia, Fabio Capello pernah memberikan saran kepada Allegri untuk mempertimbangkan kesempatan melatih di Premier League.

“Dia akan bagus di Bayern Munich, walaupun saya tidak tahu bagaimana sambutan untuk orang Italia di Jerman setelah [Carlo] Ancelotti,” ujar Capello.

“Inggris menarik, ada kemungkinan untuk bekerja dengan baik dan Premier League adalah kompetisi yang akan memperkaya pengalaman Anda,” katanya lagi.

“Jika saya adalah Allegri, saya akan merapat ke Manchester,” tandas Capello.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS