
5 Fakta Kesuksesan Kiper Legendaris Manchester United
4. Kesabaran Kunci Kesuksesan Van Der Sar

Alkisah pada 1999, Van der Sar sudah melakukan tur stadion Anfield dan melakukan komunikasi intens dengan Gerrard Houllier yang saat itu menjabat sebagai Kepala Pelatih Liverpool.
“Saya sempat berkeliling Anfield dan bertemu para petinggi klub dan beberapa pemain. Saya sempat memikirkan tawaran mereka.
Namun ketika (tawaran) Juventus datang, saya langsung mendapatkan kesimpulan bahwa akan lebih bagus jika saya mengambil tantangan yang lebih besar di Italia,” ujar Van der Sar saat diwawancara FourFourTwo.
Alih-alih mengulang kesuksesan selama di Ajax, di Juventus dia malah jarang bermain. Kedatangan Gianluigi Buffon perlahan menggerus kesempatannya. Dia hanya membela Si Nyonya Tua selama dua musim.
Perlu diketahui, saat itu usianya sudah menginjak 30 tahun. Dengan portofolio mentereng selama di Belanda, usia itu mestinya jadi pembuktian kariernya sebagai penjaga gawang hebat.
[irp]
Tak puas jadi opsi kedua, Van der Sar memutuskan hengkang dari Juventus. Pada saat itu, ia sempat berpikir pindah ke Liverpool, klub yang dulu menginginkan jasanya. Namun The Reds sudah merekrut Jerzy Dudek, kiper dari klub Belanda lainnya, Feyenoord.
Dengan usia kepala tiga dan masih butuh tempat utama di bawah mistar, pilihan paling realistis adalah memperkuat klub medioker. Dalam hal ini, Fulham jadi pelabuhan selanjutnya.
Selama empat musim jadi pujaan publik Craven Cottage, dia tampil dalam 127 penampilan. Meski tidak memperkuat klub besar, Van der Sar masih jadi andalan tim nasional Belanda untuk Piala Eropa 2004.
Akhirnya, kerja keras, konsistensi, dan kesabaran seorang van der Sar membuahkan hasil. Pada 2005, United resmi meminang dirinya yang enam tahun lalu hanya sekadar melirik tanpa langkah konkret.
Keduanya pun sama-sama diuntungkan dari drama kesabaran ini. United akhirnya punya kiper hebat lagi setelah kepergian Peter Schmeichel. Bagi Van der Sar, kepindahannya ke klub sebesar United menyelamatkan kariernya. Bayangkan betapa tidak menariknya buku biografi Van der Sar jika dirinya dan setan merah tidak berjodoh.















