
5 Fakta Pelatih Inggris yang Tengah Melatih di Luar Negeri
1. Liam Rosenior

Semasa bermain, nama Rosenior lumayan kesohor ketika masih memperkuat Fulham pada 2003-2007 lalu. Setelahnya, ia banyak memperkuat berbagai tim gurem macam Reading, Ipswich Town, Hull City dan akhiri karir profesionalnya di Brighton pada 2018 lalu.
Setelahnya, Liam lummayan aktif di tepi lapangan. Ia beberapa kali menjadi staff pelatih di Derby County dan sempat dua tahun membesut the Tigers. Performa terakhirnya membesut Leeds membuat RC Strasbourg yang mentas di Ligue 1 tertarik mempekerjakannya.
🧠Liam Rosenior this season… what a tactical chameleon!
He’s used up to 8 different formations — constantly adapting, always evolving. Whether it’s to outsmart the opposition or unlock his squad’s full potential.
Rosenior is showing serious managerial IQ in #Ligue1.#BlueCo pic.twitter.com/JcEhRkzBJA
— 💥 BlueCo Xtra (@Bluecoxtra) April 6, 2025
Di musim panas 2024/25 ini, Les Bleu et Blanc besutannya lumayan tampil prima. Mereka berpotensi mentas di Eropa lantaran tengah duduk di posisi enam klasemen sementara dari 29 laga yang sudah dimainkan. Asa untuk mentas di Liga Champions masih lumayan terbuka.
2. Will Still

Sosok berdarah Belgia-Inggris tak memiliki rekam jejak mentereng layaknya Rosenior ketika bermain. Still hanya memperkuat tim gurem macam Sint-Truiden dan Mons. Di tahun 2017, ketika usianya baru 25 tahun, ia sudah mulai melatih. Lierse sempat ditukanginya. Pada 2021, tim papan tengah Negeri Cokelat, Beerschot mempercayakan tampuk manajerial kepadanya.
Kiprah Still kesohor ketika membesut Stade Reims di musim 2022 lalu. Reims bahkan harus rela merogoh 25 ribu Euro setiap ia melatih lantaran tak memiliki lisensi UEFA A Pro.
Ia sukses membukukan 17 laga tak terkalahkan. Namun di akhir musim, Reims harus puas duduk di posisi 11. Setelahnya, ia memutus kontrak dan saat ini tengah membesut RC Lens.
3. Steve McClaren

Di antara berbagai nama yang tersemat, McClaren merupakan nama yang cukup senior. Ia sudah mulai menukangi tim pada 2001. Middlesbrough menjadi tim pertama yang ditukanginya. Di Riverside, ia bertahan lumayan lama hingga 2006. Dalam kirpahnya bersama tim, the Boro dibawa menang Piala Liga 2004 dan sempat dihantarkan melaju ke final Piala UEFA 2006.
Ia sempat tukangi Timnas Inggris selama semusim pada 2006-2007. Setelahnya, McClaren mulai berkelana dari satu tim ke tim lain mulai dari FC Twente, Wolfsburg, Derby County, Newcastle United, hingga QPR pada 2019.
🚨🇯🇲 Steve McClaren leaves Manchester United and signs in as new manager of Jamaica. pic.twitter.com/N16zYdyrKx
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) July 31, 2024
Pada 2024, ia menerima ajakan Timnas Jamaika untuk menukangi the Reggae Boys. 10 laga sudah dilalui di lintas kompetisi dengan catatan 5 kemenangan, dua seri dan dua kali kalah dalam periode tersebut.
Baca Juga:Â
- 5 Fakta Pilar Penting yang Sempat Hantarkan Valencia Berjaya
- 5 Fakta Negara dengan Rangking FIFA Terendah yang Main di Piala Dunia
- 5 Fakta Nasib Pemilik Satu Caps di Timnas Inggris
- 5 Fakta Klub yang Menumpang di Liga Lain
4. Phil Neville

Neville merupakan legenda hidup Manchester United yang juga bagian dari Class of 92. Ia banyak habiskan karir di Setan Merah dan merapat selama 7 musim ke Everton pada 2005-1013 lalu guna amankan menit bermain reguler yang sukar ia dapatkan di bawah komando Sir Alex Ferguson.
Phil sempat menjadi asisten Garry ketika keduanya menukangi Valencia. Saat Garry sibuk menjadi pundit, Phil memilih jalan lain dengan berkarir solo tanpa kakaknya. Ia sempat menukangi Timnas Wanita Inggris pada periode 2018-2021 lalu. Inter Miami yang ketika itu baru dibangun memberikan kepercayaan padanya menukangi tim pada 2021-2023. Namun rasio kemenangannya hanya ada di angka 38 persen dari 90 laga di lintas kompetisi.
Pasca Miami, Neville masih ada di MLS. Portland Timbers memberikan kepercayaan padanya untuk mengarsiteki tim pada 2023 sampai hari ini. Namun di Portland, karirnya juga biasa saja lantaran the Timbers hanya dihantarkan mengepak 39 persen kemenangan dari 46 laga yang dilakoni.
5. Dean Smith

Sejak 2011, Dean Smith sudah memulai karir manajerialnya ketika menukangi Warsall. Prestasi terbaik yang pernah diraih ketika hantarkan the Saddler menulang runner up di ajang Football League Trophy pada 2013/14 lalu.
Ia sempat singgah sejenak di Brentford dan kemudian Aston Villa. Bersama tim yang disebut terakhir, namanya mulai terangkat. Villa sempat dihantarkan melaju ke Premier League via jalur Play-off pada 2019 lalu. Semusim berselang, tim dibawa melaju ke final Piala Liga sebelum akhirnya keok dari tangan Manchester City.
Smith sempat terombang ambing pasca Villa. Ia membesut Norwich City dan Leicester City. Franchise anyar MLS, Charlotte FC kemudian memberikan tugas per 2023 kemarin. Rasio kemenangannya saat ini ada di angka 40 persen dari 47 laga yang sudah dimainkan.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















