Pieter Huistra Punya Cara Untuk Keluarkan PSS Sleman Dari Zona Degradasi
Sumber: Twitter @PSSleman

Pieter Huistra Punya Cara Untuk Keluarkan PSS Sleman Dari Zona Degradasi

Muhammad Ilham - Februari 20, 2025
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Liga Indonesia – Pelatih anyar PSS Sleman yaitu Pieter Huistra punya cara untuk bisa mengeluarkan timnya dari zona degradasi BRI Liga 1 2024/25.

PSS akhirnya berpisah dengan Mazola Junior usai sang pelatih dinilai tidak bisa menyelamatkan tim ini dari zona degradasi. Yang mengejutkannya, mereka menunjuk Pieter Huistra, pelatih yang sebelumnya sukses bersama Borneo FC dan sempat memegang Timnas Indonesia, untuk jadi penerusnya.

Tentu, Pieter Huistra pelatih yang bagus, dan ia juga sudah mengenal karakteristik sepakbola Indonesia dan PSS. Namun, pelatih asal Belanda tersebut punya pekerjaan rumah yang sangat, sangat berat di PSS yaitu mengeluarkan tim berjukuk Super Elja itu keluar dari zona degradasi.

Hingga pekan ke-23 BRI Liga 1 2024/25, PSS masih tertahan di zona degradasi, tepatnya di peringkat ke-17. Yang lebih buruknya lagi, Super Elja belum pernah menang di lima laga terakhir, berbeda dengan Madura United dan Persis Solo yang sudah menang, meskipun masih di zona degradasi.


Baca Juga:


Mengenai situasi tersebut, Pieter Huistra membeberkan caranya untuk menyelamatkan PSS. Ia meminta para pemain harus menjalani intensitas latihan yang tinggi, bekerja secara efektif, dan berpikiran 11 laga tersisa adalah partai final.

“Sebuah kesulitan yang hadir saat datang melatih di tengah perjalanan sebuah kompetisi. Kami hanya memiliki waktu singkat untuk mengenal para pemain, mengenal personil-personil yang ada di tim ini. Kemudian pertandingan terdekat melawan Malut United juga siap menanti. Tidak ada pilihan selain harus melakukan lompatan besar dengan menjalankan intensitas latihan untuk meraih hasil yang mengesankan,” ucap Huistra yang dilansir dari situs resmi klub.

Pieter Huistra Punya Cara Untuk Keluarkan PSS Sleman Dari Zona Degradasi
Sumber: Twitter @PSSleman

“Langkah awal dan sangat jelas, yakni menolak menjadi bagian dari tim zona degradasi. Tentunya kami harus lepas dari jeratan tersebut. Ke depannya 11 pertandingan telah menanti yang berarti 11 pertandingan penentuan. Hal tersebut membuat saya harus bekerja secara efektif, memberikan motivasi kepada tim dan tim juga harus bisa memotivasi dirinya sendiri dan segera mendapatkan poin. Itulah hal krusial untuk situasi saat ini,” tutupnya.

Rekam jejak Huistra di Liga 1 tidak bisa dianggap remeh. Ia menjadi dalang di balik kesuksesan Borneo FC musim lalu dengan menjuarai reguler season, meskipun gagal ke final Championship Series.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com