Home Tags PSS Sleman
SQUAD
Player Position Nationality Age
STANDINGS
2019-19 Super League
Club GP W D L GD Pts
Bali United 34 19 7 8 13 64
Persebaya Surabaya 34 14 12 8 14 54
Persipura Jayapura 34 14 11 9 9 53
Bhayangkara FC 34 14 11 9 8 53
Persepam Madura Utd 34 15 8 11 11 53
See Complete Standings
FIXTURES

Tag: PSS Sleman

Dejan Antonic: 2 Bulan Waktu Yang Pas Tuk Tim Melakukan Persiapan

Vivagoal – Liga Indonesia – Dejan Antonic selaku pelatih PSS Sleman angkat bicara terkait kembali bergulirnya Liga 1 2020. Menurutnya para pemain harus berlatih kurang lebih dua bulan demi mengembalikan kekompakan tim.

Dalam waktu dua bulan itu, Dejan mengatakan pemain akan melakukan program latihan secara bertahap. Hal tersebut mengingat Yevhen Bokhashvili dkk sudah vakum cukup lama dari lapangan hijau lantaran pandemi Corona.

“Pemain sudah lama istirahat tidak latihan bersama-sama. Tentu butuh waktu dan proses untuk kembali ke kondisi semula. Enam pekan itu waktu minimal untuk persiapan,” kata Dejan dikutip dari laman resmi Liga Indonesia.

Selain itu, Dejan menambahkan sebelum tim kembali berlatih, ia ingin mengetahui perkembangan pandemi Covid-19 di Yogyakarta. Hal tersebut untuk menghindari pencemaran wabah Corona sekaligus membuat anak asuhnya bisa berlatih dengan aman dan fokus.


Baca Juga:


“Termasuk untuk tempat latihan apakah sudah bisa digunakan nantinya. Makanya yang terpenting melihat kondisi di Yogya nanti seperti apa,” paparnya.

Tuk diketahui, beberapa pemain PSS Sleman sudah kembali lebih cepat ke Yogyakarta untuk proses adaptasi. Mereka adalah Yevhen Bokhashvili, Zah Rahan, Derry Rachman dan Guilherme Batata.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Kapten PSS Sleman Tak Masalah Shopee Liga 1 Tanpa Penonton

Vivagoal – Liga Indonesia – Kelanjutan Shopee Liga 1 2020 hingga saat ini masih belum jelas akibat pandemi  Corona. Kapten PSS Sleman, Bagus Nirwanto, setuju andai kompetisi dilanjutkan saja meski tanpa kehadiran penonton.

Sebelumnya, PSSI telah menggelar rapat virtual dengan perwakilan tim, baik di Shopee Liga 1 maupun Liga 2. Federasi juga telah menerima masukan dari seluruh klub.

 Beberapa tim, ada yang ingin liga berhenti. Ada juga yang ingin liga tetap jalan tapi dengan protokol kesehatan yang ketat.

Bagus sendiri mengaku siap seandainya kompetisi Shopee Liga 1 2020 kembali digulirkan. Menurut mantan pemain Borneo FC tersebut, tidak masalah jika pertandingan harus tetap mengacu pada banyaknya aturan protokol kesehatan.

“Kalau demi kebaikan semua, kompetisi bergulir tapi dengan aturan ketat dan mengacu pada protokol kesehatan, menurut saya, tidak apa-apa. Saya sebagai pemain siap tidak siap, ya harus siap,” kata Bagus.


Baca Juga:


Pemain yang akrab disapa Munyeng ini menyebut kehadiran para suporter di stadion memang bisa menjadi penambah semangat tim. Namun, andai nantinya liga bergulir dan diputuskan tanpa suporter, maka itu sudah keputusan terbaik yang harus diambil dan dilaksanakan oleh setiap klub peserta.

“Motivasi kami sebenarnya jadi bertambah dengan kehadiran penonton di stadion. Tapi demi kebaikan semua, harus terima mana yang terbaik,” ungkapnya.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Ternyata! Penyerang Asing PSS Sleman Pernah Alami Aksi Rasialis

Vivagoal – Liga Indonesia – Tindakan rasis di sepakbola sering kali dialami oleh pemain dengan warna kulit yang lebih gelap. Tapi ternyata, aksi rasialis juga pernah dirasakan pemain berkulit putih seperti penyerang PSS Sleman, Yevhen Bokhashvili.

Dilansir dari media Ukraina, Senin (1/6/2020), Yevhen mengungkapkan bahwa sebelum dirinya bermain untuk PSS Sleman, ia sempat bergabung di klub asal Latvia, FC Riga. Tapi karena latar belakangnya sebagai pemain asal Ukraina yang merupakan pecahan Uni Soviet, ia pun harus menanggung malu karena gagal bermain disana.

“Saya pernah mengalami nasib buruk dengan mendapat perlakuan rasialis. Ketika itu FC Riga mengatakan kepada saya bahwa mereka tertarik menggunakan jasa saya, saya pun pergi ke Latvia,” cerita Yevhen.

“Namun sesampainya disana, presiden klub ternyata tidak cukup senang mengetahui saya orang Ukraina. Dia awalnya berpikir bahwa saya orang Georgia karena nama belakang saya, dan dia tidak memiliki kepercayaan dengan orang Ukrainan.” sesalnya.


Baca Juga:


“Saya pribadi tidak mengerti kenapa hal-hal seperti itu masih ada dan terjadi dalam dunia sepakbola.” kesal Yevhen.

“Di Indonesia, sepakbola adalah olahraga yang populer. Orang-orang disana tidak terlalu memperdulikan asal-usul seseorang. Mereka hanya senang menonton pertandingan, meski sayangnya kompetisi di sana masih memiliki sejumlah masalah.” Yevhen menambahkan.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Dampak Pandemi, Bek PSS Sleman Alih Profesi Buka Warung Makan

Vivagoal – Liga Indonesia – Semua masyarakat Indonesia terkena dampak besar akibat pandemi virus Corona. Perekonomian masyarakat Indonesia turun drastis tak terkecuali para pemain bola.

Meski demikian, banyak pemain bola yang harus memutar otak untuk tetap bertahan di perekonomian yang masih belum stabil ini. Hal ini ditunjukkan oleh bek andalan PSS Sleman, Asyraq Gufran Rachmadan.

Usai mendapat pemotongan gaji dari klub PSS Sleman tidak membuat Gufron berkecil hati. Pasalnya, ia memiliki rencana yang tidak terduga untuk tetap bertahan di situasi pandemi Corona yang masih mewabah di wilayah Indonesia.

“Ibu saya sangat jago masak dan sudah diakui banyak orang bahwa masakannya sangat enak. Hal itu membuat saya akan memaksimalkan hal tersebut untuk membuka warung makan di rumah,” kata Gufron.


Baca Juga:


Melihat kondisi wabah virus Corona masih belum reda hingga saat ini, ia berinisiatif untuk membuka penjualannya lewat online. Ia menilai bahwa memiliki bisnis merupakan salah satu langkah paling jitu untuk tidak bergantung pada penghasilan sepak bola.

“Pandemi ini membuat saya bisa memikirkan langkah ke depan. Saat ini, saya sangat mengetahui bahwa pekerja di dunia sepakbola tidak bisa selamanya dan harus memiliki penghasilan lain,” jelasnya.

Bek asal Surabaya itu sangat mengharapkan bahwa kompetisi Liga 1 tidak boleh dibubarkan begitu saja. Ia dan para pemain lain menginginkan kompetisi juga tidak diundur terlalu lama.

“Saya dan teman-teman lain mengharapkan kompetisi harus tetap dilanjutkan dan tidak boleh berlama-lama untuk memikirkannya,” pungkasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

PSS Sleman Pasrah Menanti Keputusan Akhir PSSI Terkait Kelanjutan Liga

Vivagoal – Liga Indonesia – PSSI berencana baru akan membahas kelanjutan kompetisi Shopee Liga 1 pada akhir pekan ini. Sejauh ini, liga masih ditangguhkan hingga 29 Mei 2020. Apa kata PSS Sleman mengenai masalah ini?

PSS Sleman mengaku harap-harap cemas menanti keputusan PSSI. Pasalnya, mayoritas klub ingin liga dihentikan secara permanen saja, dan hanya sebagian kecil saja yang ingin agar liga tetap berjalan.

PSS Sleman sendiri pasrah dengan keputusan akhir yang akan diambil oleh PSSI.

“Kami dari PSS Sleman akan mengikuti keputusan akhir nanti dari PSSI,” ucap Manajer PSS, Danilo Fernando.

Danilo pun tidak mau berandai-andai liga bisa dilanjutkan pada Juli mendatang. Sebab, pemerintah pusat bisa saja memperpanjang masa tanggap darurat yang berarti aktivitas liga bisa disetop total hingga akhir musim.


Baca Juga:


“Tentunya soal kelanjutan liga akan disesuaikan dengan status darurat COVID-19 yang ditentukan oleh pemerintah pusat,” ungkapnya.

Danilo menegaskan bahwa keputusan diambil setelah melalui proses rapat direksi. Pihak klub, kata dia, menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada PSSI.

“Secara penuh, keputusan ini berasal dari direksi klub untuk menyerahkan segala keputusan termasuk kelanjutan liga kepada federasi,” tegasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Pemain PS Sleman Terima Keputusan Klub Terkait Gaji

Vivagoal – Liga Indonesia – Pemain PSS Sleman akhirnya mengaku menerima keputusan manajemen memangkas gaji mereka hingga tersisa hanya 25%.

Sebagai informasi, Irfan Bachdim dkk mendapatkan gaji penuh untuk bulan Maret, namun para pemain hanya akan menerima 25 persen dari total besaran gaji mereka untuk periode April hingga Juni.

Keputusan ini sudah berdasarkan surat keputusan PSSI yang menangguhkan kompetisi dengan status force majeure akibat pandemi virus Corona.

Keputusan PSS ini mendapat respon positif dari para pemain, salah satunya adalah gelandang Jefri Kurniawan.


Baca Juga:


Menurutnya, besaran yang sudah ditentukan memang sebuah keputusan terbaik yang bisa diambil dari kondisi seperti ini. Dia pun memaklumi keputusan manajemen.

“Saya kira ini sudah keputusan yang bijak, karena bulan Maret kan memang kita masih bertanding dan ada kegiatan. Kalau untuk bulan selanjutnya kami memaklumi karena tidak ada kegiatan,” kata Jefri.

“Sebelumnya saya juga ngobrol dengan teman-teman yang lain termasuk dari APPI. Memang kalau untuk Maret, idealnya 100 persen,” katanya.

“Sekarang kita hanya tinggal menunggu perkembangan kondisi saat ini. Sambil tetap berlatih di rumah,” ungkapnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Pelatih PSS Sleman Malas Berikan Program Latihan, Kenapa?

Vivagoal – Liga Indonesia – Aktivitas latihan PSS Sleman baru akan berlangsung saat pandemi virus Corona sudah mereda. Skuad Elang Jawa pun kini masih diliburkan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Semula PSS Sleman berencana mengumpulkan pemainnya pada hari Senin (30/3/2020) ini. Tapi hal itu batal dilakukan karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan saat ini, secara khusus, status force majeure yang ditetapkan PSSI untuk Shopee Liga 1 dan Liga 2 2020

Pemain pun dipersilahkan untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing, termasuk Aaron Evans yang memilih pulang ke Australia.

Pelatih PSS, Dejan Antonic mengaku belum menentukan kapan para pemainnya akan berkumpul lagi. Dia hanya menunggu perkembangan lebih lanjut dari pandemi virus Corona.

“Pertama-tama kami harus memonitor virus Corona. Soal latihan atau membuat program hanya bisa dilakukan setelah virusnya hilang,” kata Dejan Antonic.


Baca Juga:


Menurut Dejan, semua program latihan hanya akan bisa maksimal kalau situasi sudah membaik. Dia enggan memaksakan pemainnya untuk tetap menjalankan program latihan di tengah situasi yang tidak memungkinkan seperti sekarang.

“Harus seperti itu karena semua juga tahu kalau seluruh dunia sedang kolaps sekarang. Semua orang harus berjuang bersama-sama melawan virus ini, dan Indonesia juga harus melakukan itu,” ucapnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Perbedaan Gaya Latihan Zar Rahan dan Aaron Evans

Vivagoal – Liga Indonesia – Saat ini hampir seluruh klub sepak bola professional meliburkan para pemainnya, termasuk klub-klub Liga 1 2020. Keputusan tersebut mereka lakukan untuk mengantisipiasi penyebaran virus corona yang sedang ganas-ganasnya.

Dengan kondisi saat ini, sangat tidak mungkin klub menggelar sesi latihan. Oleh sebab itu para pemain harus jalani latihan secara mandiri. Pemain asing PSS Sleman, Zah Rahan memilih pantai Parangtritis. Bantul sebagai tempat berlatih.

“Saya tetap latihan sendiri. Kalau pagi hari saya berlatih di pantai, dan sore baru di hotel karena saya masih tinggal di Sleman,” ungkap Zah Rahan dikutip dari laman resmi Liga 1 2020.

Sementara di sisi lain, pemain asing PSS lainnya, Aaron Evans juga menjalani latihan secara sendiri. Berbeda dengan Zah Rahan, Evans lebih memilih latihan di sekitar kediamannya.

“Secara pribadi saya terus melakukan latihan dan berusaha agar kebugaran saya tetap prima. Sambil berupaya menjaga agar tubuh saya tetap sehat, sehingga performa tidak menurun meski libur,” tambah Evans.


Baca Juga:


Pemain berusia 26 tahun itu menjelaskan alasan tak kembali ke Australia. Kebijakan lockdown di negaranya jadi faktor dirinya memilih tetap tinggal di Sleman.

“Pemerintah di sana sudah menutup akses keluar, jadi mungkin saya bisa kembali pulang, tapi tidak yakin bisa kembali ke sini. Untuk itu saya tetap di Sleman,” ujar dia.

Sebagai informasi, PSS memberikan waktu libur ke para pemain hingga 30 maret mendatang. Namun waktu libur tersebut bisa lebih lama lagi lantaran PSSI baru saja memutuskan kompetisi akan dihentikan untuk batas waktu yang tidak ditentukan.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Harapan I Made Wirawan untuk Persib Musim 2020

Vivagoal – Liga Indonesia – Persib Bandung berhasil catatkan kemenangan usai hadapi PS Sleman pada pekan ketiga Liga 1 2020, Sabtu (15/3) di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung dengan skor 2-1.

Pada hari jadi Persib Bandung yang ke-87 (14/3) skuad Maung Bandung berhasil berikan kado berupa kemenangan. Kado ini didapatkan usai anak asuh Robert Rene Albert hadapi Super Elang Jawa, Sabtu (15/3) dalam pekan ketiga liga Indonesia 2020.

PSS berhasil unggul pada menit kedua melalui pemain belakang miliknya, Aaron Evans. Kemudian dua gol dari Persib diciptakan oleh Geoffrey Castillion menit ke-20 dan Wander Luiz pada menit ke-35.

Kedudukan tetap 2-1 hingga peluit panjang ditiupkan wasit. Hasil ini tidak berarti banyak untuk PS Sleman, mereka tetap berada di dasar klasemen Liga Indonesia 2020 menempati urutan ke 16. 


Baca juga:


Menariknya, pertandingan ini menjadi laga perdana I Made Wirawan di Liga 1 2020. Made mengungkapkan bahwa dia sangat senang untuk dapat menjadi starter skuad Maung Bandung di bawah asuhan Robert Rene Albert.

“Saya bersyukur bisa tampil perdana di Liga 1 2020. Tim mengawali liga dengan baik, semoga kami dapat konsisten dan solid lagi pada laga berikutnya,” tutur Made dikutip dari Persib.

Tiga poin yang diraih Persib kala menjamu PSS ini sekaligus membawa Maung Bandung memuncaki klasemen sementara Liga 1 2020 dengan raihan sembilan poin dari tiga pertandingan yang telah dilakoni mereka.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Dampak Corona, PSS Sleman Jalani Latihan Tertutup

Vivagoal – Liga Indonesia – Shopee Liga 1 dan Liga 2 2020 secara resmi dihentikan sementara waktu selama dua pekan. Hal tersebut setelah merebaknya wabah virus Corona di tanah air.

Bagi kontestan Shopee Liga 1, penundaan itu memang tak berdampak signifikan. Sebab, kompetisi kasta tertinggi memang sedang diliburkan hingga memasuki pekan keempat, awal April mendatang.

Kendati demikian, beberapa klub kasta liga tertinggi Indonesia tetap menggelar latihan meski sedang menghadapi ancaman COVID-19. Keputusan ini dilakukan mereka demi menjaga kebugaran fisik para pemain.


Baca Juga:


Menanggapi hal ini, Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic mengaku memiliki cara untuk melindungi para pemain dari ancaman virus Corona tersebut, yakni dengan menggelar latihan secara tertutup.

“Rencananya, kita akan ada tempat latihan dan tidak ada orang bisa masuk. Kita ingin fokus ke tim dan semoga bisa jalan normal dan sehat,” kata Dejan dikutip dari laman resmi Liga 1.

Sejatinya PSS Sleman sendiri baru saja memberikan libur kepada para pemain selama tiga hari, dengan catatan Bagus Nirwanto dkk tidak boleh terlalu sering keluar rumah.

“Saat ini pemain kita liburkan. Namun saya sudah katakan ke mereka, untuk tetap di rumah jangan banyak keluar,” ujar pelatih asal Serbia tersebut.

Bersamaan dengan itu, asisten manajer PSS M Eksan menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan tim pelatih terkait dengan rencana penerapan latihan tertutup. Selain itu, seluruh pemain, pelatih, dan ofisial PSS akan menjalani tes kesehatan untuk mengatahui adanya virus Corona atau tidak.

“Untuk teknisnya sedang kami koordinasikan dengan tim pelatih. Begitu juga dengan lokasi untuk menggelar latihan tertutup,” kata M Eksan.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS