
Gattuso Janji Menghilang dari Italia, Jika Gagal ke Piala Dunia 2026
Vivagoal – Serie A – Pelatih tim nasional Italia, Gennaro Gattuso, melontarkan candaan menarik usai kemenangan timnya atas Israel, dengan berkelakar bakal pergi sejauh mungkin dari Negeri Pizza andai Ia gagal mengantarkan Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia 2026.
Timnas Italia sukses meraup tiga angka penting saat menjamu Israel dalam lanjutan Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa. Bermain di Bluenergy Stadium, Gli Azzurri melumat Israel dengan skor telak tiga gol tanpa balas.
Hasil ini memperpanjang catatan sempurna Gennaro Gattuso sejak menukangi Timnas Italia. Menggantikan Luciano Spalletti, Gattuso membawa Italia meraih empat kemenangan dari empat pertandingan.

Namun demikian, kemenangan tersebut belum cukup untuk memastikan tiket otomatis ke Piala Dunia 2026. Italia masih tertahan di posisi kedua klasemen kualifikasi di bawah Norwegia, yang memiliki selisih gol lebih baik.
Kekalahan 0-3 dari Norwegia pada bulan Juni lalu menjadi faktor utama yang membuat Italia tak bisa lolos langsung. Mereka kini berpotensi harus melewati babak play-off untuk mengamankan tempat di turnamen utama.
Menanggapi situasi tersebut, Gattuso mencoba meredakan ketegangan dengan guyonan khasnya, tanpa tak menutupi keseriusannya dalam menghadapi tantangan berikutnya. Ia mengisyaratkan akan melakukan sejumlah perubahan untuk menjaga keseimbangan dan memberi kesempatan semua pemain.
Baca juga:
- VG ART COMPETITION: Syarat, Mekanisme, dan Total Hadiah Puluhan Juta Rupiah
- Statistik Patrick Kluivert di Timnas Indonesia: Jago Kandang, Inferior di Hadapan Tim Kuat
- Tekad Besar Uilliam Barros Jelang Bertandang Ke Markas PSBS
- Mauro Zijlstra Ungkap Suasana Ruang Ganti Timnas Usai Gagal ke Piala Dunia
“Kalau saya berhasil membawa Italia lolos ke Piala Dunia, saya akan bangga. Tapi kalau tidak, aku akan pergi jauh dari Italia, mungkin lebih jauh dari tempat saya sekarang,” ujar Gattuso dilansir Goal.
“Kita akan lihat. Saya pasti akan mengubah beberapa hal untuk mengetahui sejauh mana level tim ini. Semua pemain berlatih dengan luar biasa, jadi saya ingin memberi ruang kepada mereka yang belum banyak bermain. Akan ada banyak rotasi, dan prinsipnya tetap sama: pintu tim nasional selalu terbuka bagi siapa pun yang tampil baik.”















