
Alasan PSSI Masih Larang Suporter Away: Tidak Ada Jaminan Dari Para Suporter!
Vivagoal – Liga Indonesia – PSSI masih menerapkan larangan suporter away atau tandang dikarenakan tidak ada jaminan yang diberikan oleh para fans.
PSSI masih belum bisa untuk mencabut larangan suporter untuk tandang di BRI Liga 1 2024/25. Hal tersebut menimbulkan pro dan kontra dari pihak suporter di Indonesia.
Beberapa dari mereka menganggap sikap PSSI ini justru semakin memperkeruh hubungan antarsuporter. Seharusnya, PSSI memberikan suporter untuk melakukan partai tandang agar mempererat hubungan antarkedua belah pihak dan menciptakan kedamaian.

Foto: VIVAGOAL/Amirul Mukmin
Namun, Yunus Nusi selaku Sekretariat Jenderal (Sekjen) PSSI beranggapan lain. Menurutnya, alasan PSSI tetap melarang suporter untuk away atau tandang di musim depan karena tidak ada jaminan dari mereka tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lagi.
Ditambah, tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 menjadi cerita kelam pesepakbolaan Indonesia. Sebanyak 135 orang meninggal dunia dalam tragedi tersebut.
“Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir) berharap bahwa suporter tandang itu sejatinya sudah harus ada seperti bagaimana negara-negara lain melaksanakan kompetisi. Kita juga berharap ada komitmen bersama dari kawan-kawan suporter untuk bisa tidak menjamin itu,” kata Yunus Nusi.
Baca Juga:
- LIB Ungkap Alasan Laga Arema vs Persebaya Batal di Kanjuruhan
- David da Silva Ungkap Kekecewaannya Tak Bisa Full Bela Persib Musim Ini
- Malut United Bukan Lawan Mudah bagi Persib
- LIB Siap Bantu Klub Tidak Menunggak Gaji Lagi Musim Depan
“Karena kalau tidak ada jaminan, PSSI juga belum mungkin akan memutuskan setuju atau tidak. Kenapa? Karena, maaf, Ketum dan Sekjen yang akan diperiksa apabila ada apa-apa.”
“Kasus Kanjuruhan itu menjadi pelajaran berharga bagi kami karena saya hampir terlibat secara hukum di dalamnya. Maka, saya selalu menyampaikan itu kepada PT. LIB (Liga Indonesia Baru), kepada Ketum, bahwa memang perlu berhati-hati apakah ada komitmen ketertiban dan kenyamanan yang dilakukan suporter terhadap yang tandang,” tambahnya.
View this post on Instagram
Lebih lanjut, Yunus Nusi khawatir akan terjadi gesekan antarsuporter jika larangan itu dicabut, terutama laga-laga panas seperti Persija Jakarta melawan Persib Bandung serta Arema FC dan Persebaya Surabaya.
“Belum ada yang bisa menjamin bagaimana Persija Jakarta dengan Persib Bandung. Bagaimana Persebaya sama Arema bisa bermain. Apakah kedua suporter ini bisa bergabung bersama-sama, tidak ada yang menjamin. Maka, saya selalu Sekjen juga tidak akan setuju kalau tidak ada jaminan itu,” pungkasnya.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com















