
Ambisi Bintang Arsenal Untuk Tidak Lagi Dibuat Malu oleh PSG
Vivagoal – Liga Champions – Bintang Arsenal, Gabriel Martinelli mengungkapkan ambisinya untuk tidak lagi mendapatkan hasil memalukan dihadapan Paris Saint-Germain, jelang pertemuan kedua tim dalam partai penentuan di ajang Liga Champions musim ini.
Arsenal bersiap menghadapi Paris Saint-Germain, Sabtu (30/5) malam WIB pada lanjutan Final Liga Champions 2025/26 di Puskas Arena, Budapest. Ini sekaligus menjadi partai ulangan semifinal ajang serupa di musim 2024/25 lalu.
Ketika itu, Les Parisiens sukses membekap The Gunners dua leg sekaligus dan unggul agregat 3-1 untuk melangkah ke partai final. PSG sendiri pada akhirnya keluar sebagai juara berkat kemenangan besar 5-0 atas Inter Milan pada laga puncak.

Kekalahan tersebut rupanya masih sangat diingat oleh kubu Meriam London, satu diantaranya adalah Gabriel Martinelli. Ia mengaku tak mau lagi dibuat malu oleh PSG, dan berambisi menumbangkan sang juara bertahan untuk memberikan trofi Eropa pertama bagi Arsenal.
“Ya, tentu saja, kalau bicara soal diriku sendiri, saya tidak mau merasakan sakit hati itu lagi! Dan saya yakin tidak ada satu pun pemain di ruang ganti yang mau merasakannya lagi. Kita harus membawa perasaan itu ke dalam pertandingan, memberikan yang terbaik, dan berusaha semaksimal mungkin,” ujar Martinelli dilansir situs resmi klub/Arsenal.com.
Baca Juga:
- Tiket Timnas Indonesia Untuk FIFA Matchday Belum Terjual Habis, Dirut GSI Tetap Santai
- Dirumorkan Ambil Witan dan Arhan, CEO Garudayaksa Angkat Bicara
- Setelah Conte, Napoli akan Kembali Kedatangan Eks Pelatih Juventus
- Marselino Yakin Timnas Indonesia Berkembang di Tangan John Herdman
Martinelli sendiri saat ini menjadi top skor bagi Arsenal di Liga Champions dengan torehan enam gol sejak fase grup. Berbeda sangat jauh dari jumlah gol yang Ia cetak di Liga Inggris, karena baru mencetak sebiji gol saja dari total 30 laga.
Menurut Martinelli, perbedaan gaya bermain diantara tim yang berlaga pada ajang Liga Champios turut mempengaruhi produktivitasnya di lini depan. Bagi Martinelli permainan di Liga Champions cenderung lebih terbuka ketimbang Premier League, ditambah banyak memainkan partai hidup dan mati.
“Ya, memang begitu. Menurut saya, pertandingan di Liga Champions biasanya lebih terbuka. Semua orang berusaha mencetak gol dalam setiap aksi, tidak ada yang hanya bertahan di belakang sepanjang waktu, jadi pertandingannya lebih terbuka,” pungkas Martinelli.
“Itu berarti para penyerang bisa mendapatkan lebih banyak ruang, dan menurut saya bagi para penggemar juga sangat menyenangkan menonton pertandingan Liga Champions. Selama 90 menit penuh, setiap tim berusaha menyerang lawan, berusaha mencetak gol, jadi itu bagus untuk semua orang.”
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com















