Analisa Vigo: Mengenal RB Leipzig, Klub Pintar Paling Dibenci di Jerman
Sumber: Twitter @RBLeipzig_EN

Analisa Vigo: Mengenal RB Leipzig, Klub Pintar Paling Dibenci di Jerman

Muhammad Ilham - Juli 4, 2023
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Meskipun memiliki banyak uang, RB Leipzig tidak seperti Paris Saint-Germain (PSG) ataupun Chelsea FC era Todd Boehly. Mereka tidak langsung menggelontorkan uang untuk membeli pemain-pemain bintang.

Justru, dilansir dari Bitbol, RB Leipzig mengusung sebuah nilai yang di mana mereka hanya ingin merekrut pemain-pemain muda yang di bawah 23 tahun. Berkat kebijakan tersebut, die Roten Bullen bisa melahirkan pemain-pemain bintang seperti Joshua Kimmich, Naby Keita, Dani Olmo, Benjamin Sesko, Timo Werner, Josko Gvardiol, Dayot Upamecano, hingga Christopher Nkunku.

Selain harga yang lebih murah, RB Leipzig juga mendapatkan keuntungan besar dalam penjualan pemain-pemain yang mereka bina.

Analisa Vigo: Mengenal RB Leipzig, Klub Pintar Paling Dibenci di Jerman
Sumber: Twitter @RBLeipzig_EN

Contoh, Dominik Szoboszlai yang mereka rekrut dari RB Salzburg pada 2021. Mereka merekrutnya dengan harga 36 juta euro, dan saat ini Szoboszlai resmi berseragam Liverpool FC dengan harga fantastis yaitu 70 juta euro.

Walaupun begitu, RB Leipzig tetaplah klub kebanggan masyarakat Leipzig. Mereka tetap menerapkan nilai-nilai dari sepakbola Jerman dengan tetap mendengarkan pemilik suara terbesar, suporter mereka.

Namun, sayangnya RB Leipzig tetap menjadi musuh bersama suporter sepakbola Jerman. Kehadiran mereka dinilai bisa merusak nilai dari sepakbola Jerman sesungguhnya yang jauh dari kapitalis.

Jurnalis sepakbola Jerman, Raphael Honigstein, mengatakan alasan kekesalan para suporter sepakbola di Jerman terhadap RB Leipzig karena Red Bull hanya menjadikan sepakbola sebagai alat mereka untuk mendulang keuntungan. Itu bisa merusak citra sepakbola Jerman.

“Mereka (suporter sepakbola Jerman) melihat suporter RB Leipzig sebagai alat pemasaran dari Red Bull,” ucap Raphael Honigstein yang dilansir dari Youtube Copa90 Stories.

Akan tetapi, akan sangat sulit untuk memisahkan kapitalis dari sepakbola di era modern saat ini. Pasalnya, agar bisa bertarung di level tertinggi, mereka membutuhkan uang untuk bisa membangun tim yang kuat, dan itu perlu investor.

Meskipun begitu, Red Bull tidak serta merta menerapkan hal itu. Mereka tetap menjaga agar ekosistem tim mereka dibangun dari pemain-pemain muda, dan itu adalah hal yang positif bagi sepakbola.

Analisa Vigo: Mengenal RB Leipzig, Klub Pintar Paling Dibenci di Jerman
Sumber: Twitter @RBLeipzig_EN

Apalagi, RB Leipzig berjasa kepada tim-tim besar di Eropa lainnya seperti Manchester City, Liverpool, Bayern Munich, dan Chelsea FC. Berkat mereka, klub-klub di atas tidak akan menemui talenta seperti Erling Haaland, Naby Keita, Dominik Szoboszlai, Dayot Upamecano, Joshua Kimmich, atau Christopher Nkunku.

RB Leipzig boleh dibenci di Jerman akibat kehadiran Red Bull di klubnya. Namun, tidak bisa dipungkiri, die Roten Bullen adalah tim paling pintar di Jerman.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepakbola dunia hanya di Vivagoal.com