Obrolan Vigo: Ambisi Berbeda Antara Tijjani Reijnders dan Al Qadsiah

Obrolan Vigo: Ambisi Berbeda Antara Tijjani Reijnders dan Al Qadsiah

Heri Susanto - September 1, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal Berita Bola Tijjani Reijnders membuat kejutan dengan hengkang ke Saudi Pro League bersama Al Qadsiah dengan mahar 60 juta Euro. Sang pemain melanjutkan perjalanan pemain asal Belanda di Timur Tengah dan uang, sudah barang tentu menjadi alasan utama.

Pada musim panas 2025/26, Manchester City mengamankan sang pemain dari AC Milan dengan mahar 55 juta Euro. Meski datang dengan harga yang lumayan, ia agak kesulitan menembus tempat di tim utama lantaran harus bersaing deengan berbagai pemain seperti Rodri, Bernardo Silva hingga Nico Gonzalez di lini tengah.

Sang pemain sempat mengoreksi 47 laga di berbagai ajang dan mendulang 7 gol serta 8 assist di berbagai ajang. Namun jika dirata-rata, ia hanya mentas 59 menit setiap pertandingan dan dalam beberapa kesempatan, ia kerap tertepikan di bawah komando Pep Guardiola. Hal ini jelas menjadi pukulan tersendiri.

Bahkan di bawah komando Enzo Maresca, sang pemain seakan tak masuk dalam rencana dan bakal lebih sering duduk di bangku cadangan andai bertahan. Ia kemudian langsung dipaketkan ke Saudi. Menurut ayahnya, Martin, langkah itu dilakukan lantaran tak ada tim Eropa yang siap mengangkutnya dengan mahar 60 juta Euro. Padahal, beberapa tim seperti Atletico Madrid dan Nottingham Forest tertarik.


Baca Juga:


Oleh karenanya, hengkang ke Saudi menjadi opsi menarik. Selain karena uang, ia bisa mentas reguler dan bermain sebagai sosok nomor 10. Di sana, ia bakal berkompetisi bareng kompatriotnya yang lain seperti Steven Bergwijn, Wesley Hoedt, hingga Crysencio Summerville. Ambisi untuk menjadi yang terbaik untuk sementara waktu harus ditepikan lantaran tingkat kompetisi di timur tengah amat berbeda dibanding di Eropa.

Yang bisa dilakukan Tijjani adalah menghabiskan waktunya di klub dan mengeruk uang besar dari sana. 100 juta Euro dalam kontrak 5 tahun akan menjadi ganjarannya mentas di Khobar. Mengamankan Tijjani menjadi salah satu kekuatan terbesar di Asia memang nampak serius. Selain Tijjani, mereka juga memiliki beberapa nama lain yang terbilang beesar.

Obrolan Vigo: Ambisi Berbeda Antara Tijjani Reijnders dan Al Qadsiah
Sumber: x tijjani reinders

Sebelumnya, Pierre-Emerick Aubameyang sempat mendarat. Saat ini, tim memiliki beberapa sosok yang sempat malang melintang di ropa macam Mateo Retegui, Otavio, Julian Wiegl hingga Nahitan Nandez ada di tim. Komposisi mereka memang jomplang dibanding Al-Nassr atau Al-Hilal, namun perlahan namun pasti, tim mulai menunjukan keseriusan.

Terlebih, Brendan Rodgers sudah diamankan untuk menukangi tim. Sepakbola menyerang yang sempat ia peragakan entah bersama Celtic atau Liverpool menjadi jaminan bagi tim. Di tengah ambisi tersbut, tim seharusnya bisa memastikan eksistensinya terlebih dahulu dan momentum tersebut hanya tinggal tunggu waktu mengingat Aramco, korporasi minyak terbesar di Saudi yang sudah menjadi sponsor berbagai turnamen besar.


Baca Juga:


Meski memiliki dana melimpah, hal tersebut bukan berarti akan membuat pemain yang berkiprah di Saudi, termasuk Tijjani yang baru 28 tahun, akan betah untuk berada di tim. Bukan rahasia umum jika mereka yang masih memiliki usia yang prime sebagai pesepakbola akan mengambil jalan memutar untuk mentas lagi di Eropa.

Di musim panas ini, Moussa Diaby dan Franck Kessie sudah kembali ke Eropa ke tim yang besarkan namanya, Bayer Leverkusen dan Atalanta. Bukan tak mungkin skema yang terjadi pada Auba kala meninggalkan Al Qadsiah pasca setahun merapat terjadi pada Tijjani dan tim mau tak mau harus kembali merogoh dana untuk mencari superstar lain yang mau mentas di Saudi.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com