
Analisa Vigo: Treble Winners Manchester City Bukanlah Hal Kebetulan
Dominasi yang Masih Akan Berlanjut

Terkait treble yang direngkuh, City memang banyak mengeluarkan uang sejak 5 musim terakhir. Namun menukil laporan football 365, angka pengeluaran mereka hanya berkisar di angka 224 juta paun. Pengeluaran tersebut membuat mereka duduk di peringkat 10 sebagai tim terboros di Inggris.
Posisi pertama dikuasai Chelsea dengan 654 juta paun dan United bertengger di posisi kedua dengan 540 juta paun. Setelahnya, bercokol beberapa tim macam Arsenal (485 juta), West Ham (356) hingga Newcastle United (351 juta(. Bahkan angka pengeluarnan City masih lebih kecil dari Wolverhampton yang mengoreksi 276 juta paun dan bercokol di peringkat ketujuh.
Jika kesuksesan hanya berkaca pada uang semata, maka Chelsea dan Manchester United atau mungkin Wolves sudah meraih beragam prestasi yang diraih City. Namun kenyataan tak demikian. Deretan tim dengan pengeluaran terbanyak tersebut kerap berganti pelatih dalam kurun 5 musim terakhir.
Mengganti pelatih sudah barang tentu bakal merubah konstruksi tim yang telah terbangun. Hal tersebut memaksa tim mau tak mau membeli pemain yang dibutuhkan oleh pelatih barunya dan menendang nama-nama lama yang dibawa pelatiih sebelumnya. Dalam 5 musim terakhir, komposisi tim dengan pelatih yang sama hanya terjadi pada Liverpool dan Manchester City.
2008/09: Barcelona
2022/23: Man CityThe first manager to win a treble with two different teams 👏
🏆🏆🏆 @PepTeam 🏆🏆🏆 pic.twitter.com/5m6OHAijs1
— Premier League (@premierleague) June 10, 2023
Praktis, dua tim tersebut memang banyak terlibat persaingan di Premier League maupun kompetisi Eropa. Di luar musim ini, City dan Liverpool seakan menjadi kuda pacu yang tak terbendung. Keduanya saling bersaing meksi City condong unggul atas the Reds di posisi akhir. Lantas kemana tim lain dalam periode tersebut? Sudah barang tentu sibuk beradaptasi ulang dengan para pelatih barunya.
Baca Juga:
- 5 Fakta Bintang Amerika Selatan Terbaik di Serie A
- 5 Fakta Sven-Goran Eriksson, Pelatih Kenyang Pengalaman
- 5 Fakta Klub dengan Reputasi Besar yang Tak Pernah Main di Premier League
- 5 Fakta Penjualan Cerdas Manchester City
Selain itu, menilik perjalanan the Sky Blues di Eropa, City memang kerap menjadi bulan-bulanan. Uang saja tak cukup untuk membuat mereka melaju mulus. Prestasi terbaik City di kancah Liga Champions sebelum era Pep Guardiola hanyalah mencapai babak semifinal pada 2015/16 kala masih diarsiteki Manuel Pellegrini.
Di bawah Pep, pelaitih dengan reputasi besar di Barcelona dan Bayern Munich, City tak serta merta langsung menjadi jawara. Mereka bahkan harus tersingkir di fase gugur, perempat final, semifinal hingga final. Hal tersebut berlangsung dari musim ke musim. Mentalitas tim yang belum sepenuhnya hadir dan Pep yang kerap overthingking seakan menjadi bukti sahih City belum siap.
Namun di musim ini, peruntungan tim berubah. Pep mulai berkompromi tak mesti bermain bagus bagi klub. Hasilnya, City kerap menang dengan cara yang tidak melulu bagus. Dalam beberapa momen, melawan Bayern Munich dan final melawan Inter Milan seakan menjadi kunci mereka tak bermain menguasai bola namun bisa tetap menang pada akhirnya.
Treble Winners City dan kesuksesan domestik yang sudah mereka rengkuh seakan mengukuhkan status jika kesuksesan tim masih belum akan berhenti. Era baru sudah dimulai dan siapapun yang baru ingin mendukung tim ini dipersilahkan hadir lantaran kesuksesan mereka digadang masih akan berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















