
Persija Disanksi Komdis PSSI, Ferry Paulus: Kurang Pas untuk Banding!
Vivagoal – Liga Indonesia – Direktur Utama (Dirut) I League, Ferry Paulus, punya pandangan lain jika Persija Jakarta ingin mengajukan banding ke Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
Komdis PSSI resmi menjatuhkan sanksi kepada Persija Jakarta buntut dari kerusuhan yang terjadi ketika melawan Persita Tangerang di Banten International Stadium (BIS), Sabtu (17/10) malam WIB, pada pekan kelima Super League 2026/27.
Berdasarkan pantauan langsung Vivagoal, keributan pecah di tribun pada babak pertama dan kembali berlanjut saat jeda pertandingan. Situasi tersebut sempat memaksa laga tertunda sebelum akhirnya kembali dilanjutkan.
Alhasil, Persija didenda 30 juta rupiah plus 60 juta rupiah akibat penyalaan petasan sebanyak tiga kali dan pelemparan flare. Tidak hanya itu, suporter mereka, The Jakmania, dilarang tandang selama setengah musim.
Persija punya kesempatan untuk mengajukan banding. Namun, Dirut I League, Ferry Paulus, justru punya pandangan lain.
Baca Juga:
- Igor Tolic Pilih Dengarkan Masukan Pemain demi Strategi Terbaik Persib
- Diterpa Kelelahan, Umuh Muchtar Optimis Persib Curi Poin Penuh di Kandang Madura United
- STY Tak Bisa Janjikan Menit Bermain untuk Shayne Pattynama di Persija
- Persib Siap Redam Permainan Kolektif Madura United Demi Amankan Poin Penuh
Dalam sesi jumpa pers pada Rabu (21/10) siang WIB, Ferry Paulus mengatakan kurang pas jika Komdis PSSI menerima banding Persija karena hukuman yang diterima tepat adanya.
“Sesuai dengan pasal yang ada memang diberi ruang untuk banding. Tapi, kami sebenarnya menganggap kurang pas untuk diberikan banding,” kata Ferry Paulus kepada para wartawan, termasuk Vivagoal.

Foto: VIVAGOAL/Muhammad Ilham
“Karena memang hukuman yang ada sekarang ini, apalagi terhadap Persija, terhadap suporternya The Jakmania. Bahwa seperti yang tadi disampaikan oleh Pikiran Rakyat, memang ada tendensi yang selalu akan, istilahnya, seperti kalau berkelahi dan rusuh itu jadi seperti tren begitu.”
Lebih lanjut, Ferry Paulus bahkan mengatakan andai kejadian serupa terus terjadi, maka Komdis PSSI patut memberikan sanksi yang lebih berat, salah satunya larangan menonton sepak bola seumur hidup.
“Oleh karena itu, beberapa oknum yang khususnya memiliki indikasi seperti itu kami justru akan mendorong untuk diberikan sanksi lebih berat. Kalau perlu dilarang untuk nonton seumur hidup,” pungkasnya.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com















