Bedah Formasi Simon McMenemy di Timnas Senior

Bedah Formasi Simon McMenemy di Timnas Senior

Dimas Sembada - March 23, 2019
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

VivagoalLiga IndonesiaSimon McMenemy menghadirkan hal baru untuk Tim Nasional Indonesia senior, yaitu penggunaan formasi 4-4-2 permata dan 3-4-3. Kedua formasi ini bukanlah hal yang lazim dipakai oleh timnas Indonesia.

Selama bertahun-tahun bersama pelatih manapun, skuat Garuda kerap mengusung formasi 4-3-3 atau 4-3-2-1. Penyerang tunggal selalu menjadi prioritas dalam pakem permainan skuat timnas Indonesia selama ini.

Bahkan untuk level klub di tanah air, formasi 4-4-2 permata dan 3-4-3 tidak populer. Dalam dua musim terakhir, hanya Bhayangkara FC bersama Simon yang kerap mengusung formasi tersebut.

“Dari pengalaman saya, saya banyak meraih keberhasilan jika menggunakan skema 4-4-2 permata. Karena yang utama, saya melihat tipe pemain di Indonesia, kebanyakan striker tidak bertubuh besar dan tinggi. Begitu juga pemain belakang, jarang ada yang besar dan tinggi,” jelas Simon.

Dibawah asuhannya, Ia pun menghindari permainan dengan menggunakan bola-bola panjang. Maka dari itu, 4-4-2 dirasa cocok untuk Timnas Senior karena akan melahirkan identitas permainan baru dengan talenta yang ada.

[irp]

“Saya pikir, Indonesia tidak terlalu bagus jika memainkan bola-bola panjang, atau bola langsung. Makanya, saya memilih formasi 4-4-2 permata karena ini pas dengan talenta pemain Indonesia. Kita harus mencari identitas permainan sendiri, cara bermain yang baru dan bisa dinikmati banyak orang,” Simon menambahkan.

Selain 4-4-2, Simon juga kerap menggunakan skema 3-4-3 seperti yang digunakannya saat laga uji coba melawan Bali United. Menurutnya 3-4-3 bisa menjadi opsi untuk Timnas karena memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi.

“3-4-3 lebih pada fleksibilitas karena bisa langsung berubah ke 5-4-1.Hal itu membuat pemain sayap kami turun ketika bermain bertahan dan akan sangat berbahaya jika bermain menekan. Ini formasi paling  cocok untuk tipe pemain Indonesia yang banyak memiliki tipe pemain lincah dan cepat,” tambah Simon.

Meski dirinya menyebut dua formasi tersebut cocok diterapkan pada Timnas, bukan berarti tanpa kendala. Simon mengakui beberapa pemain perlu melakukan adaptasi atas perubahan sekma yang ia lakukan.

“Buat beberapa pemain, mungkin perlu adaptasi lagi, tapi buat para gelandang, formasi ini membuat mereka nyaman. Untuk striker juga jadi enak karena ada tiga pemain depan.” tambahnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com