Bung Ferry: Dukung Rivalitas Suporter, Ingin Jakmania jadi Contoh bagi Kelompok Suporter Lain
Vivagoal – Liga Indonesia – Ferry Indrasjarief atau akrab disapa Bung Ferry merupakan sosok yang tak bisa dipisahkan dari Persija Jakarta maupun Jakmania. Sebagai mantan ketua umum The Jak yang sekarang menjabat sebagai Fan Engagement Persija, Bung Ferry sudah berkontribusi banyak untuk Macan Kemayoran.
Sebagai pengikut Persija sejak tahun 70-an, Bung Ferry sudah mencicipi berbagai pasang-surut klub kebanggaan ibukota tersebut. Beliau termasuk salah satu tokoh penting yang membangkitkan Jakmania ketika dilanda berbagai masalah dan jadi pelopor hubungan baik dengan kelompok suporter lain.

Bung Ferry menceritakan awal-mula terbentuknya Jakmania sama sekali tak mudah. Dengan budaya suporter bayaran yang melekat dalam diri suporter sepakbola Indonesia sejak zaman dahulu, banyak yang mempertanyakan identitas Jakmania.
Namun usaha pantang menyerah dari Bung Ferry dan rekan-rekan pendiri Jakmania lambat-laun mulai menumbuhkan karakter Jakmania yang bertahan sampai hari ini. Bung Ferry pun berharap Jakmania dapat terus menjadi pemersatu.
Baca juga:
- VG ART COMPETITION: Syarat, Mekanisme, dan Total Hadiah Puluhan Juta Rupiah
- Jelang Lawan Benfica, Howe Puji Mourinho Sebagai Manajer Visioner
- Leverkusen vs PSG: Prediksi, Jadwal, dan Link Live Streaming
- Slot Anggap Tekanan Media Inggris Tidak Semengerikan di Belanda
Meski saat ini tak lagi menjabat sebagai ketua umum Jakmania, Bung Ferry justru aktif di jajaran manajemen Macan Kemayoran sebagai Fan Engagement. Tugasnya jelas, yakni untuk menjadi jembatan komunikasi manajemen dan suporter.
Sebagai sosok yang sudah lama bergelut di dunia suporter, Bung Ferry diharapkan dapat menyampaikan aspirasi Jakmania kepada manajemen. Beliau pun tak segan untuk berkeliling demi mendengarkan keluh kesah para suporter demi kemajuan Persija.
View this post on Instagram
Bung Ferry juga mendukung rivalitas suporter yang menurutnya merupakan keindahan dalam sepakbola, namun ada satu mimpi Bung Ferry yang tampaknya masih belum tercapai. Beliau ingin kelompok suporter Indonesia bisa menerima perbedaan dengan suportif sehingga tercipta rivalitas yang aman dan damai dalam sepakbola Tanah Air.















