
Chelsea Kalah, Eks Pemain Ungkit Keputusan Menjual Havertz ke Rival
Vivagoal – Liga Inggris – Mantan pemain Chelsea, Joe Cole, melontarkan kritik terhadap keputusan mantan klubnya menjual Kai Havertz ke Arsenal. Penyerang asal Jerman itu kembali menjadi sorotan setelah membantu The Gunners mengalahkan Chelsea 2-1 dalam derby London pada pekan ketiga Premier League 2026/2027.
Pertandingan yang berlangsung di Emirates Stadium, Minggu (6/9) malam WIB, berjalan sengit sejak awal. Chelsea lebih dahulu mengejutkan tuan rumah melalui Morgan Rogers yang mencetak gol ketika pertandingan baru berjalan sekitar dua menit.
Arsenal kemudian merespons dan menyamakan kedudukan pada menit ke-25 melalui Havertz. Mantan pemain Chelsea tersebut memanfaatkan peluang untuk membawa Arsenal kembali ke pertandingan sebelum Martin Odegaard mencetak gol kemenangan pada menit ke-50.
Havertz tidak hanya mencetak gol, tetapi juga memainkan peran dalam proses terciptanya gol kemenangan Arsenal. Ia membuat pergerakan yang membantu membuka ruang bagi Ødegaard untuk membawa The Gunners berbalik unggul.

Kemenangan tersebut semakin memperkuat pandangan Cole bahwa Chelsea seharusnya tidak menjual Havertz kepada salah satu rival langsung mereka. Havertz meninggalkan Stamford Bridge menuju Emirates pada 2023 dengan nilai transfer sekitar 65 juta poundsterling.
Cole menilai Chelsea seharusnya dapat mengantisipasi risiko ketika melepas pemain berkualitas ke klub Premier League lainnya. Menurutnya, keputusan tersebut menjadi semakin sulit diterima ketika pemain yang dilepas justru tampil menentukan saat menghadapi mantan klubnya.
“Saya pikir jika kamu memiliki Kai Havertz di klub, Anda melihatnya setiap hari, setiap pekan. Pelatih dan manajer bisa datang dan pergi, tetapi bagaimana dengan para direktur sepak bola? Lihat berapa banyak uang yang telah dibelanjakan klub untuk penyerang tengah sejak mereka melepasnya,” ujar Cole seperti dikutip Goal.
Cole kemudian membandingkan keputusan tersebut dengan kepergian Kevin De Bruyne dari Chelsea. Menurutnya, klub seharusnya belajar dari pengalaman ketika pemain berbakat yang dilepas justru berkembang menjadi bintang bersama klub lain.
Baca Juga:
- Berbeda dengan Kroasia, Igor Tolic sebut Derby Indonesia Lebih Panas
- Resep Igor Tolic Yang Sukses Bawa Persib Bangkit Atas PSM
- Di Balik Layar Kepergian Palhinha dari Munchen
- Di Penghujung Bursa, Raksasa Saudi Pro League Amankan Pilar Veteran Belanda
“Ini tidak cukup bagus. Menurut saya, hal seperti ini harus berhenti terjadi. Ini sudah terjadi pada Kevin De Bruyne dan sekarang Kai Havertz,” lanjutnya.
Cole juga membandingkan kebijakan Chelsea dengan Manchester United pada era Sir Alex Ferguson serta Arsenal ketika masih ditangani Arsene Wenger. Ia menilai kedua klub tersebut memiliki pendekatan berbeda dalam mempertahankan pemain berbakat agar tidak berkembang menjadi kekuatan bagi rival langsung.
“Hal seperti itu tidak pernah terjadi di Manchester United bersama Sir Alex Ferguson atau Arsenal bersama Arsene Wenger. Kapan Anda pernah mendengar mereka melepas seorang pemain yang kemudian berkembang menjadi pemain kelas dunia di klub rival?” tegas Cole.
Komentar Cole muncul setelah Havertz kembali memperlihatkan pengaruhnya dalam pertandingan besar. Arsenal kini mempertahankan rekor sempurna dengan tiga kemenangan dari tiga pertandingan Premier League, sedangkan Chelsea harus menerima kekalahan pertama mereka musim ini.
Hasil tersebut membuat Arsenal mengoleksi sembilan poin dan berada di posisi teratas bersama Manchester City berdasarkan perolehan poin, sementara Chelsea tetap memiliki enam poin.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com















