
Lama-lama Harga Pemain Bisa Mencapai 11 Triliun Rupiah!
Vivagoal – Liga Inggris – Mantan bek Arsenal dan Timnas Prancis, Bacary Sagna, mengingatkan tentang perlu adanya kontrol terkait transaksi klub dalam bursa transfer, karena sudah tidak terkontol dan bukan tidak mungkin bakal semangkit tak masuk akal di masa depan.
Pernyataan Bacary Sagna itu hadir ketika mengomentari kepindahan Bradley Barcola menuju Liverpool pada bursa musi panas 2026. The Reds rela menebus Barcola dari Paris Saint-Germain dengan biaya mencapai 123 juta pounds atau sekitar 2,9 triliun rupiah.
Menurut Sagna, harga transfer Barcola mencerminkan persoalan yang semakin mengkhawatirkan dalam industri sepak bola modern. Transfer tersebut lantas membuat Barcola menjadi salah satu pemain termahal dalam sejarah Liverpool.
Nilai fantastis ini sekaligus memicu perdebatan mengenai inflasi harga pemain di Premier League yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Sagna menjadi salah satu pihak yang mempertanyakan tren tersebut.
Sagna itu menilai klub-klub Inggris kini terlalu mudah mengeluarkan dana besar untuk mendapatkan pemain. Klub-klub Premier League memang kembali menunjukan kekuatan finansial mereka, ketimbang liga top lain macam Serie A, Bundesliga, La Liga atau Ligue 1.

Liverpool sendiri telah berinvestasi besar dalam 12 bulan terakhir dibawah era baru Andoni Iraola. Begitu pula tim besar Inggris lain, seperti Chelsea, Manchester City, Tottenham Hotspur, dan Arsenal yang juga melakukan pengeluaran besar untuk membangun skuad masing-masing.
Menurut Sagna, lonjakan harga tersebut pada akhirnya dapat memberikan dampak kepada suporter. Ketika biaya yang dikeluarkan klub semakin tinggi, harga tiket, merchandise, dan berbagai kebutuhan pendukung lainnya berpotensi ikut meningkat.
Secara kualitas, Sagna mengakui bahwa Barcola merupakan sosok pemain yang sudah teruji, terutama sejak membela PSG dalam beberapa musim terakhir. Tapi Hal ini tidak membenarkan tentang transaksi fantastis antara klub-klub besar Eropa.
Baca Juga:
- Nova Arianto Penasaran Rasanya Menang Lawan Australia
- Inter Milan vs Napoli: Partenopei Masih Sulit Bangkit?
- Start Alonso Mulus, Pilar Chelsea Ini Justru Mulai Khawatir
- Dua Pemain Dicoret Liverpool dari Skuad Liga Champions
Sagna turut mengatakan bahwa perkembangan ekonomi sepak bola membuat perbandingan harga pemain dari generasi berbeda menjadi semakin sulit. Ia merasa perlu adanya kontrol soal harga pemain, andai tak ingin harga semakin tidak masuk akal di masa depan.
“Dia dijual seharga 123 juta, kan? Itu uang yang sangat besar jika dinilai saat ini. Saya tahu kita tidak bisa membandingkan generasi dan saya tahu dunia terus berubah serta secara ekonomi situasinya tidak sama. Secara proporsional, ya, itu masuk akal karena kamu menjual pemain lain seharga 100 juta dan dia lebih baik dari mereka, tapi ini tidak masuk akal,” tambah Sagna.
“Mereka seharusnya punya batas. Bagi saya, hal ini tidak mengurangi kualitasnya sama sekali; dia adalah pemain top dan saya pikir dia akan tampil bagus di Liverpool, tapi bagi saya ini gila—ini 123 juta. Mereka seharusnya punya batas dan harus menetapkan batas itu karena dalam lima tahun ke depan apa yang akan terjadi? Pemain akan hengkang dengan harga 500 juta pounds (Rp. 11,9 triliun)?”
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com















