
Dibuang Juventus, Ayah Dean Huijsen Salahkan Motta dan Giuntoli
Vivagoal – Serie A – Ayah Dean Huijsen, Casper Huijsen, memberikan kritik kepada manajemen Juventus yang membuang putranya dari tim. Tindakan Bianconeri ini diakui sang ayah sebagai sesuatu yang mengejutkan dan membuat hari-hari mereka suram.
Dean Huijsen menjalani pendidikan di akademi Juventus sejak 2021 lalu setelah dibeli dari tim muda Malaga. Ia memperoleh promosi ke tim utama pada tahun 2023 dan sempat jadi perhatian karena dinilai sebagai bek potensial.

Sayangnya Dean Huijsen kesulitan memperoleh tempat di tim utama dan akhirnya dipinjamkan ke AS Roma pada musim dingin 2024 lalu dengan tujuan untuk menambah jam terbangnya. Di musim panas, Juventus memulangkan sang pemain muda ke Turin dan berkata tak akan melepasnya.
Akan tetapi, hanya satu bulan setelah kembali dari ibukota, Juventus menjual sang pemain ke Bournemouth sebelum akhirnya ia dibeli Real Madrid dengan harga 1 miliar lebih pada musim panas tahun ini.
Baca juga:
- VG ART COMPETITION: Syarat, Mekanisme, dan Total Hadiah Puluhan Juta Rupiah
- Kembali ke Stamford Bridge, Mourinho Tak Segan Hancurkan Chelsea
- Ditahan Imbang Garudayaksa, Pemain PSPS Minta Maaf ke Masyarakat Riau
- Obrolan Vigo: Thiago Almada, Jackpot Besar yang Dituai Atletico Madrid
“Itu sangat mengejutkan. Hari yang suram. Dean sangat luar biasa di Turin, dia lancar berbahasa Italia dan dicintai semua orang. (Cristiano) Giuntoli bersikap tegas dan (Thiago) Motta bersikap brutal ketika mereka berkata dia (Dean) tak bisa lagi berlatih dengan tim utama,” cerita sang ayah, dilansir dari Football Italia.
Dua petinggi klub yang disebutkan Casper Huijsen tak lagi ada di tim. Motta sudah lama dipecat sebagai pelatih karena gagal mengeluarkan kemampuan terbaik tim, sementara Giuntoli kabarnya diberhentikan dari jabatan Direktur Olahraga Juve karena menjual Huijsen.
View this post on Instagram
Menanggapi hal tersebut, sang ayah tak mau banyak berkomentar. “Dia (Giuntoli) dan Motta jelas tak masuk daftar teman baik saya,” hanya itu yang dikatakan Casper terkait nasib keduanya.
Meski punya sejarah yang kurang baik dengan Juventus, sang ayah mengakui bahwa putranya masih membaca berita-berita soal sepakbola Italia dan masih pergi ke restoran di Turin walaupun saat ini ia sudah berada di tim yang tak kalah luar biasa: Real Madrid.















