Tag: Juventus FC

Chiellini Sudah Ambil Waktu Tuk Pensiun, Kapan?

Vivagoal Serie ABek Juventus, Giorgio Chiellini mengaku sudah memutuskan kapan akan pensiun. Ia mengatakan berencana pensiun sekitar dua tahun lagi.

Chiellini tercatat menjadi salah satu pemain dengan masa bakti terlama di skuat Juventus saat ini. Sang pemain sudah membela si Nyonya Tua sejak tahun 2005 silam hingga hari ini.

Kini di usianya yang sudah menginjak 35 tahun belum terlihat adanya tanda-tanda penurunan performa. Bahkan ia masih dipercaya untuk mengemban tugas sebagai kapten Si Nyonya Tua.

Namun Chiellini sadar jika masa baktinya sudah berada di ujung karier. Ia pun menegaskan tidak akan bermain lebih dari 2021 mendatang.

Baca Juga: Motivasi Chiellini Dapat Merumput Lebih Cepat

“Saya akan bermain untuk satu atau dua tahun lagi, dan tidak lebih dari itu,” beber Chiellini kepada Gazzetta Dello Sport.

Lebih lanjut Chiellini mengatakan jika dirinya belum akan mengambil rencana ke depannya termasuk untuk menjadi pelatih. Menurutnya masih ada banyak hal yang harus dipelajari sebelum terjun ke dunia kepelatihan.

“Saya tentu saja ingin memiliki karir di dunia kepelatihan, namun saya tidak tergesa-gesa untuk itu. Saya rasa sebuah kesalahan bagi kami para pesepakbola jika kami merasa sudah siap melatih begitu karir kami berakhir.”

“Ketika anda berhenti bermain di antara usia 35-40 tahun, maka anda akan sangat beruntung jika anda mengetahui segalanya mengenai sepakbola. Namun pasti ada banyak hal yang harus dipelajari terlebih dulu dan anda harus rendah hati mengakui bahwa masih banyak yang harus anda pelajari.”

Lebih lanjut Chiellini mengatakan jika menjadi pelatih berarti mengemban tanggung jawab yang besar. Ia pun mengaku belum siap untuk hal tersebut dalam waktu dekat.

“Move on dari sepakbola bukanlah sesuatu yang mudah, tetapi saya juga tidak terobsesi untuk menjadi seorang pelatih. Paham masalah taktik saja tidaklah cukup, karena pelatih harus bisa menjadi seorang psikiater dan juga mampu memotivasi para pemain.”

“Menjadi pelatih sama seperti menjadi Direktur sebuah perusahaan yang harus memimpin 50 sampai 60 orang. Tidak hanya harus memiliki sertifikasi, tetapi anda juga harus siap menanggung tekanan dan siap berkorban. Saya sendiri belum mau merasakan tanggung jawab seperti itu saat ini.” ia menandaskan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Allegri: Kepergian Saya Adalah Keputusan Manajemen Klub

VivagoalSerie A – Massimiliano Allegri mengatakan jika keputusan untuk berpisah datang dari manajemen klub bukan darinya. Meski demikian, keputusan ini datang di saat yang tepat.

Kebersamaan Allegri dan Juventus dipastikan berakhir pada musim 2018/19 ini. Lima tahun di Turin, Allegri berhasil memberikan sebelas trofi domestik bagi Si Nyonya Tua.

Kabar perpisahan keduanya datang pada Jumat (17/5) waktu setempat. Namun rumor tersebut sudah datang jauh-jauh hari tepatnya setelah mereka tersingkir di Liga Champions dari Ajax Amsterdam.

Sebelumnya disebutkan usai laga Allegri langsung melakukan pertemuan dengan para petinggi klub. Disebutkan jika sang pelatih akan tetap bertahan namun juga tersiar kabar jika tidak ada kesepakatan dalam pertemuan tersebut.

Allegri pun akhirnya buka suara. Ia menyebut jika pada pertemuan tersebut ada beberapa program yang akan keduanya jalankan musim depan. Namun akhirnya klub tak merestuinya dan memutuskan untuk menghentikan langkahnya di Allianz Stadium, markas Juventus musim depan.

“Saya meninggalkan sebuah tim yang punya potensi mengulangi kesuksesan mereka di Italia dan memiliki musim hebat lainnya di Liga Champions musim depan,” ujar Allegri dikutip Sky Sports.

“Sayang sekali, dalam beberapa situasi berarti kami tidak dapat melaju sampai akhir di musim ini. Kami sudah berbicara, mengungkapkan ide-ide pada apa yang terbaik untuk Juventus, dan masa depan Juventus.”

“Setelah itu, klub menafsirkannya dan memutuskan bahwa yang terbaik adalah saya tidak menjadi pelatih Juventus di musim depan. Hubungan dengan Presiden Agnelli, direktur-direktur [Pavel] Nedved, dan [Fabio] Paratici tetap bagus. Kami sudah tumbuh bersama, dan momen yang tepat untuk pergi telah datang dengan cara terbaik.”

Raihan lima Scudetto, empat Coppa Italia dan dua Supercoppa Italiana tentu bukan hal yang mudah diraih oleh pelatih Italia manapun. Namun itulah sepak bola yang terkadang menyakitkan bagi beberapa orang.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Fisik Ronaldo Bisa Bermain Sampai Usia 40, Benarkah?

VivagoalSerie A – Cristiano Ronaldo diklaim oleh Carlo Ancelotti bakal bisa bermain hingga usia 40 tahun berkat kekuatan mental dan fisiknya.

Saat ini, CR7 berusia 34 tahun. Usia ini jelas sudah tergolong uzur untuk ukuran pemain sepakbola.

Pemain biasa mungkin akan pensiun. Namun Ronaldo masih mampu bermain dengan kemampuan prima dan masih setajam sebelumnya.

 

Sejauh ini ia telah mencetak sebanyak 26 gol di semua ajang kompetisi dari 38 pertandingan bagi Juventus. Ia juga menambahkan 12 assist.

Ancelotti terkesan dengan kemampuan fisik superstar asal Portugal tersebut. Demikian juga dengan mentalitasnya.

Maka dari itu ia pun memprediksi karir Ronaldo tak akan berhenti setelah kontraknya dengan Juve berakhir. Kontrak CR7 dengan Bianconeri akan habis pada tahun 2022 mendatang.

“Ia akan bermain hingga 40 tahun karena ia tidak hanya memiliki fisik yang hebat. Tetapi, ia memiliki kecerdasan, kekuatan dan tekad untuk meningkat setiap hari,” tutur Ancelotti seperti dilansir Goal International.

Ancelotti kemudian memberikan komentarnya terkait calon bintang masa depan Juve, Moise Kean. Sejak diberi kesempatan tampil bersama skuat utama Bianconeri, pemain berusia 19 tahun itu tampil mengesankan.

Menurutnya Juve melakukan tugas bagus dalam memoles Kean. Dan ia yakin pemain berambut gimbal itu nantinya bakal makin hebat karena bisa belajar langsung dari Ronaldo.

“Saya terkesan dan terkejut oleh Kean. Awal tahunnya luar biasa dan ada manajemen pemain yang hati-hati, di dalam dan di luar lapangan,” tuturnya.

“Ia beruntung bisa berlatih dengan fenomena sekaliber Cristiano,” tandas Ancelotti.

Ronaldo Seorang Diri Tak Kan Bisa Bawa Juventus Juara Champions League

VivagoalSerie A – Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis menilai jika seorang Cristiano Ronaldo sendirian tak akan mampu membawa Juventus juara Liga Champions. Dibutuhkan dukungan termasuk peningkatan kualitas seluruh tim tuk bisa melakukannya.

Ambisi besar Juventus untuk bisa meriah trofi ketiga mereka di Liga Champions terlihat menggebu di awal musim ini. Pembelian pemain-pemain berkelas dilakukan salah satunya dengan mendatangkan Cristiano Ronaldo.

Pemain yang sudah meraih lima trofi Liga Champions bersama Manchester United dan Real Madrid tersebut didatangkan dari Santiago Barnabeu dengan mahar mencapai 100 juta euro berikut bonus hingga 12 juta euro.

 

Harga mahal yang dikeluarkan berhasil ditebus CR7 dengan penampilan yang tak bisa dikatakan buruk. Tercatat ia kini berhasil menjadi top skor tim dengan 26 gol di semua ajang.

Kontribusi di Liga Champions juga cukup masif. Namun sayang dua golnya saat bertemu dengan Ajax tak kuasa membawa Juventus lolos ke babak semifinal lantaran Juventus akhirnya kalah agregat 3-2.

De Laurentiis sendiri mengaku tak kaget dengan kinerja Ronaldo yang begitu meyakinkan terutama di Liga Champions. Hanya saja ia sangat menyayangkan kerja keras bintang Portugal itu tak dibarengi dengan perkembangan yang dilakukan ole tim secara menyeluruh.

“Cristiano Ronaldo seorang diri tak membantu Juventus memenangi Liga Champions. Kinerja tim lah yang membawa Anda menuju kemenangan,” ujar De Laurentiis seperti dikutip Football Italia.

Kekecawaan Ronaldo juga terlihat dari penuturan sang mama, Dolores Aveiro. Ia menyebut sang putra begitu kecewa hingga tak lagi memiliki kepercayaan diri seperti sebelumnya.

“Ronaldo mencetak gol, tapi dia tidak bisa melakukan lebih banyak lagi untuk Juventus. Dia bilang dalam kondisi sedih, dia begitu ingin lolos ke final. Ronaldo akan mencobanya lagi pada kesempatan selanjutnya,” ungkap Dolores Aveiro diutip dari Gazette dello Sport.

“Apa yang dia katakan kepada saya? Ibu, saya tidak bisa membuat keajaiban dan itulah yang terjadi,” tambahnya.

Setelah tersingkir dari Liga Champions, praktis kini Ronaldo hanya berkesempatan meraih satu gelar bersama Juventus. Ronaldo berpeluang menghapus kesedihannya dengan memastikan gelar Serie A musim ini ketika Juventus bertemu dengan Fiorentina pada akhir pekan nanti.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Juventus Mulai Negosiasi Kontrak Baru Wonderkid Ini

VivagoalSerie A – Juara bertahan Serie A, Juventus nampaknya belum siap kehilangan Moise Kean. Si Nyonya Tua dikabarkan siap memberikan kontrak baru untuk sang striker dalam waktu dekat.

Kean yang merupakan produk tim akademi Juventus, merupakan salah satu talenta muda terbaik yang dimiliki Si Nyonya Tua. Ia bahkan menjadi salah satu pemain termuda yang debut di Serie A bersama Juventus.

Dalam satu bulan terakhir, Kean tampil apik di lini serang Juventus. Ia mengemas tiga gol di tiga pertandingan terakhirnya di Serie A, sehingga banyak klub yang mulai melirik sang striker.

 

Menurut laporan Calciomercato, Juventus sadar bahwa sang striker tengah diincar banyak klub papan atas Eropa. Untuk itu mereka mulai menawarkan sang striker perpanjangan kontrak di Turin.

Seperti apa kontrak yang ditawarkan kepada Kean? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Menurut laporan tersebut, Juventus sama sekali tidak mempertimbangkan untuk menjual Kean ke klub lain.

Mereka percaya striker Timnas Italia itu memiliki kemampuan dan potensi di atas rata-rata. Untuk itu Kean dinilai bisa menjadi mesin gol Si Nyonya Tua di masa depan.

Untuk itu mereka sudah mengundang perwakilan Kean untuk membahas kontrak baru sang striker di Turin.

Menurut laporan tersebut, Juventus ingin mengikat Kean dengan kontrak jangka panjang. Mereka ingin mengikat sang striker di Turin dengan durasi kontrak selama lima tahun.

Mereka juga dikabarkan akan memasang klausul rilis yang cukup mahal untuk sang striker. Mereka memagarinya dengan klasul rilis sebesar 50 juta Euro.

Pihak Kean sendiri kabarnya menyambut baik tawaran perpanjangan kontrak oleh Juventus tersebut. Namun mereka masih menunggu jaminan mengenai jam bermain sang striker sebelum meneken kontrak tersebut.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Boss Ajax Amsterdam Ingin Jajal Performa Pemain Ini

VivagoalSerie A – Bos Ajax Erik ten Hag berharap timnya mendapat kesempatan untuk menghadapi Cristiano Ronaldo dalam pertandingan perempat final Liga Champions melawan Juventus. Ia sangat menantikan tantangan tersebut.

Bintang asal Portugal itu berjuang melawan cedera paha yang didapatnya dalam tugas internasional selama beberapa pekan terakhir. Namun, ia sudah masuk dalam skuat Bianconeri untuk leg pertama di Amsterdam.

Ajax sendiri berhasil menyingkirkan mantan klub Ronaldo Real Madrid pada babak sebelumnya. Mereka menang 4-1 di Santiago Bernabeu pada pertandingan leg kedua sehingga lolos dengan agregat 5-3.

 

Ten Hag sangat ingin melawan Ronaldo ketika timnya menjamu Juventus di Johan Cruijff ArenA pada Kamis (11/04) dini hari WIB. Menurutnya, kehadiran pemain berusia 34 tahun itu akan membuat pertandingan semakin seru.

“Saya pikir itu bagus jika Ronaldo bermain,” kata Ten Hag seperti dilansir Sportskeeda.

“Kami ingin bermain menghadapi lawan terbaik. Itu tantangan dan kami suka menghadapi tantangan. Luar biasa jika Anda bisa bersaing dengan pemain seperti Ronaldo.”

Ajax belum pernah mencapai babak perempat final Liga Champions sejak 2003. Ten Hag mengaku senang timnya bisa membuat kejutan di kompetisi sejauh ini.

“Tentu saja sangat penting bagi Ajax untuk kembali ke puncak lagi. Saya ulangi, secara finansial banyak hal telah berubah saat ini,” jelasnya.

“Menjadi lebih sulit bagi negara kecil seperti Belanda untuk bersaing di Liga Champions pada babak perempat final. Portugal berhasil melakukannya, sekarang Belanda mampu melakukan hal yang sama.

“Tapi selain itu, tidak ada negara lain yang bisa mengukur diri mereka sendiri dengan klub-klub top. Tetapi juga untuk Liga Champions, saya pikir itu adalah alasan yang bagus. Akan lebih buruk jika setiap tahun jika tim yang sama selalu bersaing di perempat final.

“Saya tidak berpikir penggemar sepakbola yang sebenarnya ingin melihatnya. Saya pikir sepakbola juga harus ada kejutan. Sangat menyenangkan bahwa kami bisa mewujudkannya tahun ini.”

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Merasa Dicurangi, Gattuso Beri Pesan Mengagumkan

VivagoalSerie A – Klub sepak bola AC Milan harus mengakui keunggulan sang tuan rumah, Juventus, setelah dikalahkan dengan skor tipis 2-1 dalam lanjutan Serie A, Sabtu (06/04/19).

Satu gol dari Paulo Dybala dan Moise Kean hanya mampu dibalas oleh Krzysztof Piatek.

Dengan kekalahan ini, Milan pun berpeluang besar tergusur dari posisi terakhir Liga Champions, andai Atalanta mampu mengalahkan Inter Milan di pekan ke-31 Serie A Italia.

Sedangkan untuk Si Nyonya Tua, kemenangan ini membuat asa Bianconeri untuk menjuarai Serie A Italia kian terwujud, apabila Napoli gagal meraih kemenangan atas lawannya, Genoa.

AC Milan sendiri sebetulnya bisa membuat pertandingan tersebut berakhir imbang, andai sepakan Hakan Calhanoglu yang mengenai tangan Alex Sandro dianggap pelangaran, dan berbuah penalti.

Namun, sang pengadil lapangan enggan memberikan penalti untuk I Rossoneri setelah melihat tayangan ulang di VAR. Dalam pandangan wasit, tangan Alex Sandro sejatinya pasif.

Menanggapi hal ini, pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso, enggan menyalahkan wasit atas keputusannya tersebut. Menurut Gattuso, anak asuhnya tidak pantas kalah dalam pertandingan ini.

“Saya tidak mau membicarakan tentang wasit, tapi kami tidak pantas kalah dalam laga itu,” tutur Gattuso dilansir dari kanal berita olahraga Football Italia.

Sejatinya Gattuso masih bertanya-tanya soal insiden tersebut. Dirinya hanya ingin mengetahui alasan di balik tidak diberinya penalti.

Akan tetapi, ia juga enggan menyalahkan VAR. Pasalnya alat bantu tersebut sangat berguna dalam sepak bola menurut Gattuso.

“VAR adalah hal yang bagus, saya sangat menyukainya karena kita menggunakan (VAR). Saya tidak tahu siapa yang memutuskan tidak memberikan penalti (apakah pihak VAR atau wasit), tapi saya mencari penjelasan.”

Dengan kekalahan ini, Gattuso tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan. Ia meminta anak asuhnya untuk segera fokus di sisa pertandingan musim ini, terlebih Coppa Italia. Selain itu, Milan juga memiliki ‘Scudetto’-nya tersendiri, yakni mencapai kualifikasi Liga Champions.

“Ada tujuh pertandingan lagi dan kami masih di Coppa Italia. Kami harus meraih Scudetto kami yaitu kualifikasi Liga Champions bagaimanapun caranya. Kami akan kembali meraih hal positif dari hari ini,” lanjutnya.

Dalam laga selanjutnya, Milan harus bertemu Lazio pada lanjutan Serie A pekan ke-32. Sedangkan di Coppa Italia, I Rossoneri juga akan bertemu Lazio pada leg kedua. Sebelumnya di leg perdana Semifinal, keduanya bermain imbang 0-0.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Pemain Ini Siap Hadapi AC Milan Usai Pulih Penyakit Jantung

VivagoalSerie A – Gelandang Juventus, Sami Khedira, dikabarkan telah pulih dari penyakit jantung dan siap dimainkan melawan AC Milan dalam laga lanjutan Serie A 2018/19 di J Stadium, Sabtu (6/4/19).

Dilansir dari laman berita olahraga Football Italia, Khedira tak dapat diturunkan Juventus sejak Februari lalu karena penyakit jantung. Menurut pemeriksaan medis, diketahui bahwa ada tanda-tanda atrial arrhythmia yang menyebabkan detak jantungnya tidak teratur.

Asosiasi Jantung Amerika menyebutkan atrial arrhythmia bisa menyebabkan penggumpalan darah, stroke, gagal jantung, atau komplikasi lainnya. Khedira kemudian menjalani serangkaian perawatan bersama kardiolog Juventus, Prof. Fiorenzo Gaita, dan harus beristirahat selama sekitar sebulan.

“Hari ini Khedira sukses menjalani serangkaian program yang dipimpin oleh Prof. Fiorenzo Gaita, seorang konsultan kardiolog untuk Juventus,” demikian pernyataan resmi di situs klub Februari lalu.

“Setelah periode pendek penyembuhan, Khedira baru bisa menjalani aktivitas biasanya dalam waktu satu bulan ke depan.” lanjut pernyataan tersebut.

Kini, pemain berlabel tim nasional Jerman itu akan kembali bergabung dengan rekan-rekannya di pertandingan melawan AC Milan. Namun, beberapa nama lain, yaitu Mattia Perin, Martin Caceres, Andrea Barzagli, Douglas Costa, Juan Cuadrado, dan Cristiano Ronaldo masih belum dapat berpartisipasi.

Saat ini, Juventus masih memuncaki klasemen sementara Serie A Italia 2018/19 dengan perolehan 81 poin, berselisih 18 poin dari Napoli yang berada di peringkat kedua. Besar kemungkinan mereka akan kembali meraih gelar scudetto musim ini.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Turut Andil Kemenangan Juventus, Kean Terkena Ujaran Rasis

VivagoalSerie A – Kasus rasis menimpa pemain klub sepak bola Juventus, Moise Kean saat mencetak gol ke gawang Cagliari dalam lanjutan Serie A Italia, Rabu (03/04/19), di Sardegna Arena.

Pemain tengah Juventus, Moise Kean, mencetak gol kedua Juvetus jelang berakhirnya pertandingan. Usai mencetak gol, terdengar teriakan ‘boo’ dari suporter tuan rumah Cagliari diselingi teriakan bernada rasis terhadap Kean.

Rekan setim Kean, Blaise Matuidi langsung menghampiri wasit untuk menyampaikan protes atas insiden tersebut dan mengancam akan meninggalkan lapangan.

Pertandingan sempat dihentikan untuk penyampaian pengumuman peringatan kepada penonton untuk menghentikan ujaran rasis.

Laga tetap kembali dilanjutkan di tengah teriakan ‘boo’. Wasit tidak lama kemudian meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan untuk kemenangan Juventus dengan skor 2-0.

Pemain belakang Juventus, Leonardo Bonucci mengatakan, Kean ternyata turut andil dalam memancing munculnya teriakan bernada rasis oleh suporter Cagliari. Usai mencetak gol, Kean melakukan selebrasi dengan mendekati tribun suporter lawan sambil melebarkan tangannya.

“Kita sebaiknya merayakan gol bersama rekan-rekan kita. Tapi ia (Kean) melakukannya dengan cara berbeda. Menurut saya, sama-sama ada kesalahan,” kata Bonucci seperti dikutip dari kanal berita olahraga Football Italia.

Presiden Cagliari, Tommaso Giulini, menyalahkan Kean atas selebrasinya sebagai akibat dari ujaran rasis suporter Cagliari.

“Yang saya dengar kebanyakan adalah teriakan ‘boo’, jika kemudian ada teriakan suara binatang berarti pasti ada hal yang salah. Yang terjadi di akhir pertandingan itu adalah karena selebrasi yang salah, dan itu bisa terjadi pada pemain lainnya,” kata Guilini.

Di kompetisi Serie A Italia pada Desember lalu, Inter Milan mendapatkan hukuman laga tanpa suporter setelah suporternya melakukan tindakan rasis kepada bek Napoli Kalidou Kaulibaly di Giussepe Meazza.

 

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS