
Dua Pertandingan Paling Berkesan STY bersama Timnas Indonesia, Salah Satunya karena Dicurangi Wasit!
Vivagoal – Liga Indonesia – Shin Tae-yong, mantan pelatih Timnas Indonesia yang saat ini menjabat sebagai pelatih Ulsan HD, membuka kembali buku kenangannya bersama Skuad Garuda. Pelatih asal Korea Selatan tersebut hadir sebagai bintang tamu di kanal Youtube Jekpot milik mantan penerjemahnya di Indonesia dulu.
Dua pria yang di masa lalu selalu mendampingi Timnas Indonesia itu sudah kembali ke negaranya untuk melanjutkan karir. Namun baru-baru ini, STY dan Jeong Seok-Seo atau akrab disapa Jeje, reuni dalam konten terbaru Jekpot.

Foto: VIVAGOAL/Amirul Mukmin
Salah satu pertanyaan yang ditanyakan kepada STY adalah pertandingan paling berkesannya bersama Merah-Putih. Selama kurang-lebih lima tahun menjabat sebagai pelatih Indonesia, ternyata ada dua pertandingan yang meninggalkan kesan mendalam bagi sang pelatih.
“Pertama, waktu menang lawan Arab Saudi di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Persiapan pertandingan lewat latihan terfokus yang serius membuahkan hasil yang baik. Dan, penggemar pasti bangga bisa mengalahkan Arab Saudi untuk pertama kalinya,” tutur STY.
Baca juga:
- I.League Berencana Gelar Piala Indonesia, Paling Cepat Tahun 2027
- Rashford Sindir Man United yang Hobi Gonta-ganti Manajer
- Batasi Pengeluaran Transfer, Conte Akui Napoli Ambil Langkah Bijak
- Soal Eze, Duo London Utara Masih Terkendala Masalah Harga
Selain kemenangan pertama Indonesia atas Arab Saudi, pertandingan di semifinal Piala Asia U-23 melawan Timnas Uzbekistan juga jadi pertandingan yang tak akan dilupakan STY. Bukan karena kemenangan, melainkan karena kontroversi kepemimpinan wasit di laga tersebut.
“Tentu, setelah itu, sebenarnya bagi saya pribadi, yang lebih berkesan bukan waktu masuk ke babak 16 besar Piala Asia. Tapi, waktu Timnas U-23 masuk ke empat besar di kualifikasi Olimpiade. Walau sangat disayangkan, bagi saya, hasil ini karena wasit.

Foto: VIVAGOAL/Amirul Mukmin
“Walaupun ini akan dianggap alasan saja. Tapi, andai keputusan wasit benar, saya yakin kita bisa masuk final dan mampu melawan Jepang di sana. Tapi, sayangnya, kita masuk peringkat keempat setelah kalah dari Guinea di Prancis.
“Habis pertandingan itu, saya sebenarnya ke Korea dan berbicara dengan banyak wasit yang menonton pertandingan tersebut. Mereka juga bicara hal yang sama bahwa pertandingan itu diisengi wasit. Saya masih berpikir yang sama sampai sekarang.
“Mungkin, kita diisengi, karena sampai saat itu pun, posisi Indonesia tidak berada di peringkat atas dan masih agak tersingkir di dunia sepakbola. Tapi, semoga ke depannya Indonesia tidak diisengi lagi.”
Selalu update berita terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com















