Karena Sir Alex, Ronaldo Kini Menyesal Sudah Tolak Tawaran Man City
Sir Alex, Cristiano Ronaldo, Foto: dok Goal

Rashford Sindir Man United yang Hobi Gonta-ganti Manajer

Irman Maulana - Agustus 14, 2025
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Liga Inggris Marcus Rashford, yang kini akan memulai perjalanan baru bersama Barcelona, menyebut bahwa strategi Manchester United saat ini berada di wilayah abu-abu, pasca kepergian Sir Alex Ferguson 12 tahun lalu.

Marcus Rashford kembali harus meninggalkan Manchester United pada bursa musim panas ini. Rashford secara resmi merapat bersama Barcelona sebagai pemain pinjaman selama satu musim.

Langkah itu jadi yang kedua bagi Rashford, setelah Ia dipinjamkan pada Aston Villa pada paruh kedua musim lalu. Masalahnya dengan manajer Man United, Ruben Amorim dianggap jadi penyebab Rashford tak lagi punya tempat di Old Trafford.

Sumber: x BR Football

Pemain 27 tahun itu kemudian mengungkit tentang masalah manajer Man United, terutama sejak kepergian Sir Alex Ferguson di tahun 2013 silam. Pasca Ferguson pensiun, United tercatat telah menunjuk hingga tujuh manajer permanen berbeda.

Rashford sendiri memang belum pernah merasakan pengalaman ditangani oleh Ferguson di tim utama Man United. Namun, Ia merupakan satu diantara para pemain akademi Setan Merah sejak usia anak-anak atau ketika Ferguson dalam masa kejayaan di Kota Manchester.


Baca Juga:


Langkah tersebut yang kemudian dianggap Rashford membuat Man United justru semakin tenggelam, terutama di Liga Inggris. Ia menekankan tentang tidak adanya prinsip pasti, dan cenderung hanya mengambil langkah reaktif selama ini, bukan solusi yang berkelanjutan.

“Tunjukkan padaku tim sukses yang hanya beradaptasi. Saat Fergie memimpin, bukan hanya prinsip-prinsip untuk tim utama, tetapi seluruh sistem akademi sehingga kamu bisa memilih pemain mulai dari usia 15 tahun ke atas. Itu satu generasi penuh. Dan mereka semua memahami prinsip-prinsip bermain dengan cara Manchester United, kan?” ujar Rashford dilansir The Guardian.

“Kamu bisa melihatnya pada tim mana pun yang sukses dalam jangka waktu tertentu: mereka memiliki prinsip-prinsip yang harus dipatuhi oleh setiap pelatih atau pemain yang datang. Atau setidaknya dapat berkontribusi pada prinsip-prinsip tersebut. Sedangkan kadang-kadang aku merasa United hanya, kita lapar akan kemenangan, jadi selalu mencoba beradaptasi dan merekrut pemain yang cocok dengan sistem ini. Tapi itu reaktif.”

Lebih lanjut, Rashford menyatakan bahwa hobi Man United mengganti pelatih membuat United tak bisa mengeksekusi berbagai proyek atau rencana mereka secara maksimal. Rashford merasa Setan Merah sekarang tidak pernah benar-benar melakukan transisi pasca Ferguson, karena selalu kembali memulai dari awal, ketika berganti juru latih.

Winger Tidak Terpakai Man United Mendadak Masuk Daftar Belanja Bayern Munich
Sumber: X @MarcusRashford

“Jika arahnya selalu berubah, kamu tidak bisa berharap bisa memenangkan liga. Ya, kamu mungkin memenangkan beberapa turnamen piala, tapi itu karena kamu memiliki pelatih yang baik, pemain yang baik, dan pemenang pertandingan di tim kita. Kamu tidak ada di sana secara kebetulan. Ini yang dilupakan oleh beberapa orang,” tambah Rashford.

“Jadi ya, kami jauh di bawah level yang dianggap pantas untuk United. Tapi jika kamu mundur sejenak, yang bisa aku lakukan, terutama dalam enam bulan terakhir, apa yang kamu harapkan? Orang-orang mengatakan sudah dalam masa transisi selama bertahun-tahun. Untuk berada dalam masa transisi, kamu harus memulai transisi itu. Jadi sepertinya transisi sebenarnya belum dimulai.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com