Euro 2024 Grup D: Duo Kuda Hitam, Temani Dua Calon Juara

Irman Maulana - Juni 11, 2024
Dibaca Normal dengan Waktu Menit
Timnas Perancis
(Foto: Instagram/equipedefrance via bola.okezone.com)

Khusus Prancis, mereka memiliki keunggulan head-to-head dengan semua tim di Grup D, termasuk Belanda. Tim Kincir Angin sukses ditumbangkan oleh Les Blues dua kali pada babak kualifikasi lalu.

Prancis diyakini masih akan sangat mengandalkan Kylian Mbappe sebagai sumber gol mereka pada Euro 2024 mendatang. Terlebih karena bintang baru Real Madrid itu mencetak 15 gol sepanjang babak kualifikasi. Setelah Piala Dunia dan Nations League, Mbappe tentu semakin termotivasi untuk melengkapi gelar internasional di Euro.

Skuat Prancis untuk Euro 2024 telah diumumkan, dengan Didier Deschamps memilih untuk tidak menggunakan seluruh alokasi 26 pemain. Sebagai gantinya, hanya 25 pemain yang masuk dalam skuad Prancis Euro 2024.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Vivagoal (@vivagoal)

Sepertinya hal tersebut tidak terlalu menjadi masalah, mengingat banyaknya jumlah bintang di tiap lini. Bersama dengan Mbappe, Olivier Giroud dan Antoine Griezmann bergabung di lini depan Prancis.

Duo Real Madrid, Eduardo Camavinga dan Aurelien Tchouameni, akan mendominasi lini tengah tim. Di lini pertahanan, ada sosok tangguh, seperti Jules Kounde, William Saliba, Theo Hernandez dan Ibrahima Konate.

Kali terakhir Prancis menjadi juara di Euro adalah pada edisi tahun 2000 silam. Setelahnya, prestasi terbaik mereka hanya mencapai partai final di tahun 2016 dan tumbang 0-1 oleh Portugal.

Mereka kemudian harus tersingkir dari Euro 2020 di babak 16 besar oleh tim kuda hitam, Swiss. Tapi Prancis kini memiliki skuad lebih kuat dan tangguh, serta berpeluang melaju sangat jauh di Jerman nanti.

BELANDA

Timnas Belanda
(c) AP Photo/Peter Dejong via bola.net

Belanda akan diwarnai oleh memori emas yang pernah mereka alami di Piala Eropa Jerman Barat edisi 1988. Ketika itu, Belanda menumbangkan skuad Uni Soviet di partai final dengan skor 2-0 di Olympiastadion, Munich.

Salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Belanda sekarang adalah dengan memiliki koleksi bek tengah terbaik di dunia. Dipimpin oleh Virgil van Dijk, Koeman memanggil nama lain, seperti Nathan Ake, Matthijs de Ligt, Micky van de Ven, Stefan de Vrij, hingga Lutsharel Geertruida

Van Dijk dan Ake adalah dua pemain yang paling berpeluang tampil sebagai starter di Euro 2024 nanti. Tapi Godaan untuk menampilkan bek tengah ketiga jadi alasan Koeman mengusung formasi dasar 5-3-2. Ditambah dengan Wout Weghorst di depan, Belanda dinilai bakal jadi salah satu tim dengan fisik terkuat di Jerman nanti.

Kuat di bek tengah, tapi Belanda memiliki sedikit celah, khususnya pada posisi bek sayap kiri. Awalnya, Quilindschy Hartman diproyeksikan untuk peran itu, tetapi menderita cedera lutut serius pada bulan Maret dan harus absen sembilan bulan.

Sementara itu, Koeman membuat keputusan mengejutkan dengan mengeluarkan Ian Maatsen dari skuad. Padahal Ia adalah satu diantara pemain kunci dalam perjalanan Borussia Dortmund ke final Liga Champions selama masa pinjaman musim ini dari Chelsea.

Hal tersebut kemudian membuat Koeman mungkin berharap pada sosok veteran, yakni Daley Blind. Pemain 34 tahun itu memang sukses mengantarkan Girona mengejutkan di La Liga musim lalu, tapi ini terjadi ketika Blind tampil sebagai bek tengah. Bukan tipe pemain cepat, bisa membuat Blind dieksploitasi oleh winger cepat lawan.

Kental dengan identitas Total Football, tapi Belanda justru kekurangan opsi elit untuk lini depan mereka. Tim Kincir Angin kini terpaksa harus bertumpu pada Cody Gakpo, Bryan Brobbey, atau Donyel Malen, yang kurang gemerlap ketimbang penyerang di masa lalu. Ketiganya bakal bahu-membahu untuk membantu Memphis Depay sebagai juru gedor utama.

POLANDIA

Timnas Polandia
(c) AP Photo/Czarek Sokolowski via bola.net

Robert Lewandowski masih akan sangat diandalkan untuk membawa Polandia sejauh mungkin di Euro 2024 nanti. Tapi, jumlah golnya untuk Polandia telah menurun selama beberapa tahun terakhir. Selain tak lagi muda, penurunan tersebut dinila karena kurangnya dukungan dan pasokan kuat dari pemain lain.

Pelatih Polandia, Michal Probierz diperkirakan akan memainkan penyerang kedua di samping Lewandowski, baik Krzysztof Piatek atau Karol Swiderski. Untungnya dibalik pertahanan yang goyah, Polandia masih punya Wojciech Szczesny di bawah mistar gawang. Dia berusia 34 tahun sekarang tetapi masih bermain untuk Juventus di level yang sangat tinggi.

Penyelamatannya dalam adu penalti di Cardiff membawa Polandia lolos ke putaran final Euro 2024. Ditambah ketika Szcesny yang mampu lakukan sejumlah penyelamatan penting di waktu normal saat hadapi Wales di babak playoff lalu. Ia akan membutuhkan performa tersebut di Jerman nanti.

Pensiunnya Kamil Glik dan Grzegorz Krychowiak telah melemahkan inti tim dan menghilangkan beberapa pilar stabilitas yang sudah lama ada. Selain itu, Arkadiusz Milik pun dipastikan absen karena alami cedera, yang membuat lini serang Polandia menurun. Seperti di edisi sebelumnya, Polandia diprediksi takkan terlalu melaju jauh di Euro 2024 mendatang.

AUSTRIA

Timnas Austria
(c) AP Photo/Florian Schroetter via bola.net

Kuda hitam lain yang hadir di Grup D Euro 2024 adalah Timnas Austria. Mereka tampil cukup mengesankan di babak kualifikasi, dengan menempati posisi runner-up dibawah Belgia. Penampilan impresif mereka berlanjut di lima partai uji coba terakhir, termasuk menumbangkan Jerman 2-0 di Bulan November 2023 silam.

Tapi, jelang gelaran Euro 2024, Austria harus diterpa masalah internal, diantaranya adalah David Alaba yang cedera serta keluarnya Xaver Schlager dari skuad. Namun, khusus untuk Alaba, pilar Real Madrid itu tetap dimasukan oleh Ralf Rangnick dalam skuad akhir Austria, setidaknya sebagai pemimpin di ruang ganti.

Masih ada peluang terbuka bagi Austria melaju sejauh mungkin di Euro 2024, terlepas dari tiket langsung atau sebagai peringkat tiga terbaik di fase grup. Sejumlah formasi pun sudah disiapkan oleh Rangnick untuk mengejutkan calon lawan mereka, yang disertai transisi cepat serta intensitas berlari tinggi. Filosofi yang diterapkan oleh Rangnick semasa melatih Red Bull Salzburg maupun Leipzig.

Tuntutan yang tinggi dan tepat dibebankan pada setiap pemain, serta semua tahu apa yang harus mereka lakukan. Tapi, Rangnick juga tentu mau anak asuhnya itu berani mengambil tanggung jawab, tentang ekspektasi pada Timnas Austria, serta sejauh apa mereka melaju di Jerman.

Selalu update berita terbaru seputar Euro 2024 hanya di Vivagoal.com