
Final Piala AFF U-23 2025: Penantian 38 Tahun Timnas Indonesia Berpesta di GBK
Misi Berat Gerald Vanenburg
Harapan untuk mengubah GBK menjadi tempat pesta masyarakat Indonesia berada di pundak Gerald Vanenburg. Sebagai pelatih Timnas Indonesia U-23, tentu Gerald Vanenburg ingin menghadiahkan piala kepada masyarakat Indonesia yang menggilai sepakbola.
Tapi, misi tersebut tidaklah mudah. Mereka akan melawan salah satu tim terkuat di Asia Tenggara (ASEAN) yaitu Vietnam, dengan pelatih asal Korea Selatan mereka, Kim Sang-sik.
View this post on Instagram
Kim Sang-sik sendiri memiliki misi untuk mengawinkan gelar Piala AFF 2024 dengan Piala AFF U-23 2025. Dua gelar ini diyakini bisa menangkat kembali prestasi Golden Stars di kancah Asia Tenggara usai ditinggal Park Hang-seo.
Gerald Vanenburg memiliki kesempatan untuk bisa menghancurkan impian Kim Sang-sik. Bermodalkan pemain-pemain seperti Dony Tri Pamungkas, Alfharezzi Buffon, dan Rayhan Hannan, Indonesia bisa mempermalukan Vietnam di final nanti.
Baca Juga:
- Tinggalkan Premier League, Justin Hubner Segera Merapat ke Eredivisie
- Jumpa Vietnam di Final, Timnas Indonesia U-23 Tidak Latihan Penalti, Kenapa?
- Bhayangkara Launching Tim, Masyarakat Lampung Antusias Padati Stadion Sumpah Pemuda
- Kontrak 10 Pemain Asing, Bhayangkara Targetkan Finis Lima Besar
Yang menjadi kekhawatiran justru di sektor penyerangan. Memang, Indonesia memiliki pemain dengan jumlah gol terbanyak saat ini di Piala AFF U-23 2025 yaitu Jens Raven.

Foto: VIVAGOAL/I Made Gita.
Tapi, Jens Raven sendiri aktif dalam mencetak gol ketika melawan Timnas Brunei Darussalam U-23 yang notabene memiliki kualitas yang sangat jauh di bawah Indonesia. Ketika melawan Timnas Filipina U-23 dan Malaysia U-23, Jens Raven tidak berkutik sama sekali.
Pelapisnya yaitu Hokky Caraka pun juga jadi sorotan netizen. Performanya di lapangan tidak menunjukkan bahwasanya ia pernah bermain di level senior.















