Gagal Kalahkan Sunderland, Emery: pemain Aston Villa terlalu malas!
Vivagoal – Liga Inggris – Manajer Aston Villa, Unai Emery mengutarakan rasa geramnya melihat anak asuhnya yang Ia anggap malas, dan berujung hasil kurang maksimal menghadapi Sunderland pada lanjutan pekan ke-5 Liga Inggris musim ini.
Aston Villa masih gagal mendulang angka penuh pertama mereka di ajang Liga Inggris musim ini. Terbaru mereka gagal menumbangkan Sunderland di Stadium of Light meski lawan harus tampil dengan 10 pemain.
Laga sendiri berakhir dengan skor imbang 1-1. Villa memimpin lewat Matty Cash di menit ke-67, sebelum dimasakan oleh Wilson Isidor delapan menit kemudian. Sementara kartu merah Sunderland didapatkan oleh Reinildo Mandava menit ke-33.
Baca Juga:
- Lawan Southampton, Fans Liverpool Takkan Lihat Salah dan Van Dijk
- Belum Konsisten di Arsenal, Arteta Kembali Bela Performa Gyokeres
- Arema vs Persib: Prediksi, Jadwal, dan Link Live Streaming
- Man City Mainkan Strategi Tak Biasa, Ini Penjelasan Pep Guardiola
The Villans kini masih terjerembab di posisi ke-18 pada tabel klasemen Premier League dengan raihan tiga poin saja. Dari lima laga yang sudah mereka jalani, Villa hanya mampu mendapatkan tiga imbang dan dua kekalahan.
Pasca laga usai, Unai Emery tak bisa menutupi rasa kecewanya karena Villa terus gagal meraup hasil maksimal. Ia mengkritisi anak asuhnya yang dianggapnya malas sepanjang pertandingan melawan Sunderland.
“Saya tidak merasa frustasi atau kecewa dengan hasilnya. Saya frustasi dan kecewa dengan cara kami bermain. Cara kami tidak bermain, merasa nyaman dengan gaya kami. Tentu saja, kami harus berusaha untuk memulihkan kepercayaan diri dan kepribadian kami dalam bermain,” ujar Emery dilansir DAZN.

“Tentu saja, beberapa pemain membutuhkan adaptasi. Misalnya, Harvey Elliott, dia mendapatkan bola dengan cepat dan melakukan umpan di belakang pertahanan tanpa opsi. Perlu memahami bahwa dia memiliki keterampilan untuk melakukan lebih banyak umpan. Kemudian, melakukan umpan dengan opsi yang lebih baik untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
“Kita kadang-kadang malas dalam bertahan. Misalnya, saat kita kebobolan, kita malas. Mungkin itu konsekuensi dari kita tidak merasa mendominasi atau bermain dengan gaya kita. Pengalaman-pengalaman ini yang kita alami dalam tiga tahun terakhir dan bagaimana perasaan kita – kepercayaan diri.”
Tunjukkan Gambar Terbaikmu dan Menangkan Total Hadiah Hingga Puluhan Juta Rupiah Hanya di VG Art Competition
