Gelombang Pengangguran di Sepakbola Indonesia Bisa Terjadi Akibat Kuota 11 Pemain Asing
Potret aksi Liga Indonesia All-Star ketika melawan Oxford United di Piala Presiden 2025 pada Minggu (6/7) malam WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.Foto: VIVAGOAL/Made Gita

Gelombang Pengangguran di Sepakbola Indonesia Bisa Terjadi Akibat Kuota 11 Pemain Asing

Muhammad Ilham - Juli 9, 2025
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Liga Indonesia – Pengesahan regulasi 11 pemain asing oleh PT. Liga Indonesia Baru (LIB) diyakini bisa melahirkan gelombang pengangguran yang besar di sepakbola Indonesia.

PT. LIB melangsungkan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) di Hotel Langham, Sudirman, Jakarta Pusat, pada Senin (7/7). Dalam rapat yang digelar dua sesi tersebut, PT. LIB mengeluarkan enam keputusan yang mengejutkan.

Salah satunya adalah penambahan kuota pemain asing untuk Liga 1 musim depan. Sebanyak 11 pemain asing boleh didaftarkan oleh klub, namun hanya delapan yang masuk ke dalam daftar susunan pemain (DSP) dan dimainkan sekaligus.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Vivagoal (@vivagoal)

Situasi ini tentu menimbulkan pro dan kontra. Banyak yang mendukung kebijakan ini agar peringkat Liga bisa naik dan bersaing dengan kompetisi negara-negara di Asia Tenggara.

Namun, di satu sisi, kebijakan ini mengkhawatirkan untuk talenta-talenta lokal. Dengan adanya penambahan kuota pemain asing, klub berpotensi untuk mengesampingkan talenta lokal.


Baca Juga:


Hal tersebut yang menjadi kekhawatiran APPI (Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia). Dalam rilis resminya pada Selasa (8/7) sore WIB, APPI menyayangkan sikap PT. LIB yang tidak berkomunikasi terlebih dahulu mengenai pembahasan kuota pemain asing ini.

APPI menganggap penambahan kuota pemain asing ini akan mengurangi menit bermain pemain-pemain lokal. Bahkan, mayoritas pemain Liga 1 merasa keberatan dengan adanya regulasi ini.

Tidak tanggung-tanggung, APPI berkata jika regulasi ini tetap dijalankan, maka akan ada gelombang pengangguran yang besar dari para pesepakbola profesional di Indonesia.

Gelombang Pengangguran di Sepakbola Indonesia Bisa Terjadi Akibat Kuota 11 Pemain Asing
Potret aksi Liga Indonesia All-Star ketika melawan Oxford United di Piala Presiden 2025 pada Minggu (6/7) malam WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Foto: VIVAGOAL/Made Gita

“Jika setiap klub Super League memaksimalkan kuota 11 pemain asing, maka akan ada 198 pemain lokal Super league yang akan kehilangan pekerjaan atau pindah ke Championship (sebelumnya Liga 2). Yang berarti akan ada 198 pemain Championship yang akan kehilangan pekerjaannya atau beralih menjadi pemain amatir di Liga 3,” tulis APPI dalam rilisnya.

Presiden APPI, Andritany Ardhiyasa, yang juga merupakan kiper Persija Jakarta saat ini sejatinya tidak mempermasalahkan kuota pemain asing. Namun, ia lebih memperhatikan jaminan menit bermain para pemain lokal di Indonesia.

“Sebagai asosiasi yang menaungi pemain lokal dan juga asing, APPI tidak mempermasalahkan berapapun kuota pemain asing yang ada. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana dengan jam terbang talenta lokal di Indonesia,” kata Andritany.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com