(AFP/GLYN KIRK via bola.kompas.com)

Geramnya Amorim, Usai AC Milan Dibantai Bournemouth

Rizal Saleh - Oktober 23, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Serie A – Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, menilai skuad Rossoneri praktis kehilangan kesempatan untuk bersaing di atas lapangan setelah bermain dengan 10 orang dalam kekalahan 0-3 dari Bournemouth pada matchday ketiga Liga Europa, Kamis (22/10) di Stadion Vitality.

Bournemouth membuka keunggulan pada menit kedelapan melalui eksekusi penalti Justin Kluivert setelah Koni De Winter dinyatakan melakukan handball di dalam kotak terlarang. Situasi Milan semakin sulit ketika Maignan diusir keluar lapangan pada menit ke-28 akibat mendorong wajah Tyler Adams. 

Bournemouth kembali mendapat penalti, yang kali ini dikonversi Marcus Tavernier untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Milan berusaha memperbaiki keadaan setelah turun minum, tetapi kekurangan satu pemain membatasi kemampuan mereka untuk memberikan tekanan. Tapi Bournemouth memastikan kemenangan lewat Amine Adli menit ke-84. 

Ruben Amorim lantas menilai keputusan penalti dan kartu merah mengubah jalannya pertandingan secara drastis. Menurutnya, Milan tidak memiliki cukup waktu untuk memulihkan keadaan setelah kebobolan gol pertama sebelum kembali dihukum oleh kesalahan sendiri.

Justin-Kluivert-Bournemouth-Milan
(c) AP Photo/Alastair Grant via bola.net

“Penalti dari situasi sepak pojok dan kartu merah mengubah segalanya. Setelah itu, pertandingan praktis tidak lagi berjalan seperti pertandingan biasa. Kami bahkan belum sempat pulih dari penalti pertama. Kami mencoba meningkatkan tekanan pada akhir laga, tetapi gol ketiga membuat situasi semakin sulit,” ujar Amorim dilansir Football Italia.

Pelatih asal Portugal itu juga ditanya mengenai rotasi pemain yang dilakukannya. Milan sebelumnya menang 4-1 atas RB Salzburg, tetapi menghadapi Bournemouth yang memiliki karakter permainan berbeda di Liga Europa menjadi ujian yang jauh lebih berat.

Namun, Amorim menegaskan bahwa kekalahan tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh perbedaan ritme pertandingan atau keputusan merotasi pemain. Ia justru menyoroti kesalahan mendasar yang seharusnya bisa dihindari oleh timnya.

“Tidak ada pertandingan setelah itu. Ini bukan soal ritme atau pertandingan melawan Salzburg. Kami tidak bisa memberikan penalti dari situasi sepak pojok seperti itu, apalagi sampai kehilangan pemain karena diusir keluar lapangan dalam situasi tersebut,” kata Amorim.


Baca Juga:


Amorim secara khusus mengakui bahwa Milan seharusnya tidak melakukan kesalahan yang berujung pada kartu merah Maignan. Ia menegaskan pentingnya menjaga jumlah pemain tetap lengkap, terlebih para pemain berpengalaman seharusnya mampu mengendalikan diri dalam situasi bertekanan.

“Itu benar, kami tidak boleh melakukan hal seperti itu. Kami harus menjaga agar 11 pemain tetap berada di lapangan. Ada pemain-pemain yang lebih berpengalaman di tim ini. Sekarang, kami harus memulihkan diri dan bersiap untuk pertandingan berikutnya,” ujar Amorim.

“Ketika bermain dengan satu pemain lebih sedikit, kami harus berlari jauh lebih banyak dan memilih momen yang tepat untuk melakukan tekanan. Jadi, malam ini semuanya berjalan negatif bagi kami,” lanjutnya.

Selalu update kabar terbaru seputar dunia sepakbola hanya di Vivagoal.com