INDONESIA U-24 VS UZBEKISTAN U-24
Sumber: NOC Indonesia/Naif Al’as

Gol Sananta Dianulir, Indra Sjafri Minta Asian Games Gunakan VAR

Taufik Hidayat - September 29, 2023
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

VivagoalLiga Indonesia – Pelatih Timnas Indonesia U-24, Indra Sjafri mempertanyakan keputusan wasit menganulir gol Ramadhan Sananta ke gawang Uzbekistan. Ia mendorong penggunaan VAR untuk Asian Games selanjutnya.

Dalam laga babak 16 besar Asian Games 2022 di Stadion Shangcheng Sports Centre, Kamis (28/9), Timnas U-24 harus takluk 0-2 dari Uzbekistan. Hasil ini membuat Garuda Muda harus angkat koper.

Duel kedua tim berlangsung sengit. Uzbekistan yang tampil dominan kesulitan membongkar pertahanan rapat Timnas U-24.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Vivagoal (@vivagoal)

Uzbekistan baru bisa memecah kebuntuan saat laga berlanjut ke perpanjangan waktu. Sherzod Esanov memanfaatkan kelengahan para pemain Timnas U-24 dalam situasi bola mati.

Setelah kebobolan, Timnas U-24 tak langsung menyerah. Garuda Muda mulai keluar menyerang untuk mengejar ketertinggalannya.

Timnas U-24 sempat menyamakan kedudukan lewat sundulan Sananta pada babak kedua perpanjangan waktu. Namun gol itu dianulir karena dianggap sang penyerang lebih dulu offside.

Dari tayangan ulang, Sananta memang terlihat sedikit di depan barisan pertahanan Uzbekistan sebelum menyambut umpan tendangan bebas Rizky Ridho. Namun sudut kameranya terlalu sulit untuk memastikan keabsahan offside tersebut.


Baca Juga:


Hal inilah yang diprotes Indra Sjafri. Ia merasa hasil pertandingan akan berbeda andai gol Sananta disahkan.

“Tentu saya mengucapkan selamat untuk Uzbekistan yang berhasil melaju ke babak selanjutnya. Kita tahu Uzbekistan tim yang bagus dan mudah-mudahan bisa melangkah lebih jauh,” kata Indra Sjafri.

“Namun sampai sekarang, kami tidak tahu kenapa gol (Sananta) dianulir oleh wasit, apakah offside?Tentu event sebesar ini perlu ada VAR untuk bisa benar-benar valid, offisde atau tidak.”

INDONESIA U-24 VS UZBEKISTAN U-
Sumber: NOC Indonesia/Naif Al’as

Dianulirnya gol Sananta memang merugikan Timnas U-24. Hal itu ikut mengganggu fokus para pemain hingga Hugo Samir akhirnya lepas kontrol dan harus dikartu merah.

Padahal andai skor menjadi 1-1, Timnas U-24 akan tampil lebih bersemangat di waktu tersisa. Bukan tidak mungkin laga diakhiri adu penalti.

“Semua pemain fokus untuk bisa melangkah ke delapan besar yang menjadi pencapaian yang lebih baik dari sebelumnya. Anak-anak sudah berjuang maksimal tapi kami tidak bisa melakukan itu,” tutupnya.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com