Keputusan Bodoh Karena Kane Terlalu Percaya Pada Presiden Spurs - Vivagoal.com
Meski Diincar City, Kapten Tottenham Yakin Akan Komitmen Pada Klub
Harry Kane, Foto: dok Bolahantu.net

Keputusan Bodoh Karena Kane Terlalu Percaya Pada Presiden Spurs

A Hendra - August 3, 2021
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Liga Inggris – Harry Kane membuat heboh jagad dunia sepakbola Inggris dengan sengaja mangkir dari sesi latihan Tottenham Hotspur. Harry Kane ditengarai melakukan itu karena geram merasa sudah dibohongi oleh CEO Spurs, Daniel Levy.

Sebelumnya, Harry Kane dijadwalkan sudah kembali ikut berlatih dengan skuad The Lilywhites untuk persiapan musim kompetisi 2021/2022 pada Senin (2/8) waktu setempat. Bomber berusia 28 tahun itu diketahui mendapatkan libur ekstra usai membela timnas Inggris di ajang Piala Eropa 2020.

Namun hingga batas waktu yang ditentukan, Kane ternyata tidak menampakkan batang hidungnya di Bulls Cross, Enfield Training Centre, markas latihan Tottenham. Mantan pemain Chelsea, Andy Townsend menyebut sikap indisipliner Harry Kane kali ini merupakan bentuk kekesalannya terhadap CEO Tottenham, Daniel Levy.

Levy dianggap mempersulit kepindahannya dari Spurs pada musim panas ini. Daniel Levy disebut sengaja meminta banderol yang amat tinggi mencapai 150 juta paun atau setara Rp 3 triliun lebih buat klub manapun yang menginginkan Kane.

Padahal, Kane merasa dirinya sudah membuat perjanjian dengan Daniel Levy bahwa ia berhak diberi keleluasaan bernegosiasi dengan klub lain.  Hal tersebut berdasarkan kontribusi besar yang telah ia berikan selama 12 tahun memperkuat Spurs.


Baca Juga:


Tercatat, sepanjang kurun waktu itu, Harry Kane mampu menciptakan 221 gol dan mengkreasikan hingga 47 assist dari 336 penampilan. Namun sumbangsih besarnya itu belum juga cukup untuk membuat Tottenham memutus puasa gelar sejak 2007/2008.

Menurut Andy Townsend, Harry Kane terlihat begitu bodoh mau saja mempercayai orang seperti Daniel Levy yang dikenal begitu sulit diajak bernegosiasi.

“Saya rasa kalau Harry mengandalkan kesepakatan yang berdasarkan kepercayaan dengan seseorang yang terkenal sulit untuk ditatap matanya, maka saya rasa dia sudah bersikap bodoh dan agak naif,” ujar Andy Townsend, dikutip talkSPORT.

“Untuk menggantungkan kepercayaan dengan cara menjabat tangan seseorang yang punya reputasi sebagai orang paling rumit untuk diajak bernegosiasi, ya itu artinya Harry naif.

“Bagaimana bisa dia menggantungkan ini dengan cuma menjabat tangan CEO dan percaya itu sudah cukup untuk membawanya keluar? Maka saya merasa, dia (Harry) sangat naif dan perwakilannya. Itu langkah yang buruk dari sisinya.” (IRM)

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com