Hubungan Eriksen dan Hojlund di Man United Jadi Senjata Denmark di Euro 2024
Sumber: Goal International

Jika Tidak Hojlund Antusias, AC Milan Sebaiknya Mundur

Rizal Saleh - Agustus 12, 2025
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Serie A – Mantan pelatih AC Milan, Arrigo Sacchi, menilai Rossoneri sebaiknya menghentikan upaya merekrut Rasmus Hojlund, jika penyerang Manchester United itu tidak menunjukkan keinginan kuat untuk bergabung.

AC Milan dan Manchester United diketahui tengah melakukan pembicaraan mengenai potensi peminjaman Hojlund selama satu musim. Dalam kontrak peminjaman tersebut, turut disertai  opsi pembelian permanen.

Namun, proses ini terhambat karena Hojlund disebut masih ingin bertahan di Old Trafford untuk memperjuangkan tempatnya di tim utama. Manchester United sendiri kabarnya tidak lagi memasukkan striker asal Denmark itu ke dalam rencana jangka panjang mereka.

Hojlund Bournemouth United
(Foto: Premier League via bola.okezone.com)

Performa Hojlund musim lalu dianggap kurang memuaskan, dengan hanya mencetak empat gol di Premier League dan total 10 gol dari 52 penampilan di semua kompetisi. Situasi Hojlund semakin sulit setelah United melakukan sejumlah perekrutan penting di lini depan pada bursa transfer musim panas ini.

Setan Merah telah mendaratkan penyerang baru, seperti Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Benjamin Sesko. Khusus Sesko, diyakini akan semakin membatasi menit bermain Hojlund, melihat posisinya yang relatif sama di atas kertas.

Menanggapi situasi tersebut, Sacchi memberi saran tegas kepada manajemen Milan untuk tidak segan mundur dari usahanya mendaratkan Hojlund. Ia meminta Rossoneri hanya membawa pemain yang sepenuh hati ingin berseragam Il Diavolo Rosso.


Baca Juga:


“Jika dia lebih memilih duduk di bangku cadangan atau di tribun Old Trafford ketimbang menjadi starter di AC Milan, maka manajemen Rossoneri sebaiknya membiarkannya dan fokus pada pemain yang benar-benar ingin mengenakan seragam merah-hitam,” ujar Sacchi dilansir Goal.

“AC Milan harus dicintai; klub ini tidak boleh menjadi pilihan kedua. Kualitas pertama yang dibutuhkan adalah dapat diandalkan. Setelah itu baru hal-hal lain. Tetapi jika kamu tidak bisa diandalkan, tidak memiliki semangat juang, dan tak bersedia berkorban untuk klub serta rekan setim, lebih baik dia tetap tinggal di United.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com