
Kalahkan Torino, Amorim Soroti Masalah Fisik AC Milan
Vivagoal – Serie A – Ruben Amorim mengawali kiprahnya sebagai pelatih AC Milan dengan kemenangan. Rossoneri menundukkan Torino 2-1 dalam laga pembuka Serie A 2026/2027 di Stadio Olimpico Grande Torino, Minggu malam. Meski menang, tapi Amorim merasa anak asuhnya itu belum pada kondisi yang maksimal.
Dua gol cepat pada babak kedua yang dicetak Alphadjo Cisse dan Adrien Rabiot menjadi penentu kemenangan Milan. Hasil tersebut membuat Rossoneri langsung mengamankan tiga poin dan menjaga langkah mereka tetap sejajar dengan para pesaing utama seperti Inter Milan, Napoli, dan Juventus.
Milan baru mampu memecah kebuntuan pada menit ke-65. Cisse melepaskan tembakan melengkung yang tidak mampu dihentikan penjaga gawang Torino untuk membawa tim tamu unggul.
Dua menit berselang, Rabiot yang baru masuk dari bangku cadangan menggandakan keunggulan Milan. Torino kemudian memperkecil ketertinggalan melalui gol spektakuler Che Adams pada masa tambahan waktu lewat tendangan salto.

Namun, Milan mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang. Amorim pun memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemainnya, terutama ketika mereka harus bertahan dalam kondisi fisik yang mulai menurun.
“Semangat ketika mencetak gol itu adalah sesuatu yang biasa dirasakan seorang pelatih yang telah merayakan begitu banyak gol Milan. Sekarang saya adalah pelatih Milan, jadi saya juga ingin merasakan semangat tersebut dari staf saya,” ujar Amorim seperti dikutip Goal.
Menurut Amorim, Milan mulai menunjukkan pola permainan yang sesuai dengan karakter yang ingin ia bangun. Namun, Ia menyadari proses perubahan tersebut membutuhkan waktu, terutama karena tim masih dalam tahap awal persiapan.
Baca Juga:
- lAasan Mauro Zijlstra Rela Dipinjamkan ke Arema FC
- Soal Transfer Enzo, City Siap Tunduk Pada Chelsea?
- Daftar 24 Pemain Timnas Indonesia U-17 untuk Hadapi Uzbekistan
- Soal Cadangkan Cherki, Maresca: Saya yang Ambil Keputusan
“Saya pikir kami sudah menunjukkan cara bermain yang lebih mirip dengan apa yang biasa kami lakukan, tetapi kami membutuhkan waktu agar tim ini dapat bermain dengan cara yang berbeda. Namun, pada menit-menit akhir kami bekerja sebagai sebuah tim, berjuang dan bertahan bersama. Kami kelelahan, tetapi kami tetap menjadi sebuah tim. Itu adalah perasaan yang sangat bagus,” lanjutnya.
Amorim secara khusus memuji Cisse yang tidak hanya mencetak gol, tetapi juga menunjukkan kematangan sepanjang pertandingan. Pelatih asal Portugal tersebut bahkan menilai sang pemain muda tampil seperti pemain paling berpengalaman di skuad Milan.
“Bukan hanya karena golnya, tetapi juga kualitas yang ditunjukkan Cisse sepanjang pertandingan. Pada babak pertama, dia bermain seperti pemain paling berpengalaman di tim kami, terutama dari cara dia membawa permainan ke depan,” kata Amorim.
Meski puas dengan kemenangan, Amorim tetap menemukan persoalan yang harus segera diperbaiki. Ia menilai Milan tampil dalam dua wajah berbeda setelah kondisi fisik pemain mulai menurun pada fase akhir pertandingan. Menurutnya Rossoneri belum memiliki fondasi fisik yang cukup untuk menerapkan tekanan tinggi selama 90 menit.
“Saya pikir kami melihat satu tim selama 75 menit pertama, lalu tim yang berbeda pada akhirnya karena kami mengalami kesulitan secara fisik,” jelasnya.
“Untuk melakukan pressing seperti yang kami inginkan selama 90 menit, kami membutuhkan lebih banyak pertandingan pramusim. Kami sedang meningkatkan kondisi sejumlah pemain dan banyak pemain yang baru menjalani pramusim sekarang. Namun, kami akan terus bekerja lebih keras sepanjang pekan.”
Kemenangan atas Torino menjadi awal positif bagi era Amorim di San Siro. Namun, penampilan tersebut juga memperlihatkan bahwa Milan masih membutuhkan waktu untuk sepenuhnya menerapkan filosofi sang pelatih, terutama dalam hal intensitas dan ketahanan fisik.
Selalu update kabar terbaru seputar dunia sepakbola hanya di Vivagoal.com















