Uefa.com via harian.disway.id

Kebobolan dari Bola Mati, Arteta Semprot Para Pemain Arsenal

Irman Maulana - Maret 12, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

VivagoalLiga Champions – Manajer Arsenal, Mikel Arteta menyesalkan kurangnya urgensi dan konsentrasi timnya setelah kebobolan dari situasi bola mati, taktik yang biasanya menjadi andalan Meriam London, pada laga Liga Champions melawan Bayer Leverkusen.

Arsenal harus melalui partai dramatis, Kamis (12/3) dini hari WIB pada lanjutan leg pertama Liga Champions 2025/26. Bertandang ke BayArena, The Gunners mendapatkan hasil imbang 1-1 melawan Leverkusen.

Robert Andrich terlebih dulu membawa tuan rumah unggul atas Arsenal di menit ke-46. Kai Havertz, yang namanya merebak bersama Leverkusen, kemudian tampil sebagai penyelamat Arsenal lewat sepakan penaltinya pada menit ke-89.

Madueke Leverkusen Arsenal
Uefa.com via harian.disway.id

Bagi Arsenal, hasil ini sebenarnya tidak begitu buruk mengingat leg kedua pekan depan bakal berlangsung di kandang mereka sendiri. Tapi, Mikel Arteta tetap mengungkapkan kekecewaannya karena tidak bisa mendapatkan hasil maksimal dari Jerman.

Arteta menyoroti kurangnya konsentrasi para pemain, terutama pada gol Leverkusen, yang berawal dari sepak pojok. Padahal, kelemahan pada lawan tersebut biasanya mereka manfaatkan ketika dalam situasi bola mati.


Baca Juga:


“Ada dua sisi dari hal itu. Satu sisi adalah kelemahan lawan yang mereka manfaatkan, serta kurangnya perhatian atau urgensi dalam kedua situasi tersebut. Sisi lainnya adalah kita, karena tim tahu, kami telah menunjukkan kepada mereka tiga klip dari akhir pekan lalu dengan tiga cara berbeda. (Tapi) Kita tidak siap untuk itu, sehingga terjebak sendiri,” ujar Arteta dilansir Goal.

Kubu London Utara sejatinya mampu tampil menguasai jalannya pertandingan, terutama pada babak yang pertama, tapi kesulitan ketika mencapai akhir. Arteta lantas mengakui bahwa lini depan Arsenal harus secara drastis meningkatkan efisiensi mereka, sambil menyoroti absennya sang kapten, Martin Odegaard.

“Martin memiliki kualitas yang berbeda, tetapi kami memiliki pemain dengan banyak talenta. Pelaksanaan banyak aksi jelas harus berada di level yang lebih tinggi,” tambah Arteta.

“Kamu ingin menciptakan ancaman yang lebih besar di dan sekitar kotak penalti, dan hari ini, dalam banyak kesempatan, hal itu tidak terjadi. Itu bagian dari sepak bola. Kamu harus bereaksi setelah itu, dan terutama karena itu adalah sesuatu yang kami lakukan setelah merebut kembali bola, kami membiarkan terlalu banyak ruang.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com