UEFA Terpaksa Setujui Permohonan Milan dan Barcelona Gelar Laga Kandang di Luar Negeri
Sumber: Reuters

Reaksi Keras UEFA Soal Gagasan Terbaru dari FIFA

Irman Maulana - Juli 29, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal Berita Bola – Rencana terbaru dari Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) untuk mendirikan perusahaan baru, disertai pelepasan saham pada pihak luar mendapat reaksi keras, salah satunya dari UEFA yang merasa langkah tersebut justru mengorbankan “marwah” dunia si kulit bundar seutuhnya.

Beberapa waktu lalu FIFA mencanangkan rencana baru mereka dalam pengolaan turnamen antara negara. Otoritas tertinggi dunia sepakbola itu akan mendirikan FIFA Forward Enterprise (FFE) yang nantinya mengawasi berbagai hal terkait dengan operasi komersil dan penyelengaraan acara.

Gagasan tersebut hadir tak begitu lama setelah gelaran Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko rampung. Edisi terbaru Piala Dunia ini menjadi salah satu gelaran terbesar dan pertama kali memainkan format baru dengan 48 negara peserta.

Secara hierarki, FIFA bakal tetap memang kendali penuh atas berbagai turnamen yang berada di bawah nauangan mereka. FIFA memiliki “kewenangan eksklusif” atas tata kelola sepak bola, kompetisi, jadwal pertandingan, dan semua keputusan regulasi serta berbagai masalah keolahragaan.

(REUTERS/CARL RECINE via cnnindonesia.com)

Satu yang kemudian mendapat perhatian adalah rencana melepaskan sebagian saham anak perusahaan itu secara publik. FIFA juga berencana untuk menawarkan saham minoritas kepada investor swasta untuk menggalang dana hingga 4,2 miliar dollar US.

Joshua Kushner diklaim merupakan pendiri dari entitas baru tersebut, sekaligus memimpin kelompok investor yang nantinya diusulkan. Kushner sendiri merupakan saudara laki-laki dari Jared Kushner yang tak lain adalah menantu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Usulan baru tersebut kemudian mendapat pertentangan dari federasi lain, diantaranya adalah UEFA, yang memposisikan diri sebagai pengawal di dunia sepakbola. FIFA di lain pihak, merupakan organisasi nirlaba, dan tetap berfokus pada perluasan akses melalui dukungan finansial besar.


Baca Juga:


FIFA digambarkan Reuters, adalah salah satu organisasi olahraga terkaya di dunia, yang menghasilkan pendapatan miliaran dolar. Sebagian besar keuntungan itu berasal dari hak siar, sponsor, dan kesepakatan komersial lainnya yang terkait dengan Piala Dunia.

Namun, FIFA menyatakan bahwa usulan baru itu dapat meningkatkan dana yang disalurkannya untuk memperluas akses terhadap olahraga ini. Selain itu rencana FIFA ini demi memperkuat partisipasi global, dengan seluruh keuntungan bersih diinvestasikan kembali pada sepakbola.

“Sepak bola adalah olahraga paling populer di dunia dan merupakan pendorong luar biasa bagi perkembangan manusia dan sosial. Beberapa aspek dalam olahraga ini telah mengubah popularitas tersebut menjadi nilai komersial yang luar biasa,” ujar Presiden FIFA, Gianni Infantino dilansir Reuters.

“Kami merayakan kesuksesan itu serta berharap hal tersebut terus berlanjut, karena hal itu mengangkat citra olahraga ini secara keseluruhan. Tugas kami adalah memastikan bahwa aspek-aspek lain dalam sepak bola turut berkembang seiring dengan hal tersebut: FIFA didirikan untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif di setiap penjuru dunia.”

Gagasan baru FIFA ini lantas mendapatkan respon tidak bersahabat, salah satunya dari UEFA, yang menilai hal tersebut sudah melewati batas. Pihak UEFA menyatakan bahwa rencana FIFA itu terlalu komersil, dan justru semakin mengeksploitasi dunia sepakbola secara berlebihan.

“UEFA menanggapi hal ini dengan sangat serius. Demikian pula seharusnya setiap Asosiasi Sepak Bola Nasional. Demikian pula seharusnya setiap pemangku kepentingan: liga, klub, pemain, suporter, pemerintah, dan semua pihak yang peduli terhadap masa depan olahraga ini,” bunyi pernyataan dari UEFA via Reuters.

Juara Dunia untuk Kali Kedua, Inilah 5 Fakta Gelandang Terbaik Timnas Spanyol
Sumbeer: NPR

“Jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset yang bisa diperdagangkan, terutama tanpa transparansi sama sekali mengenai siapa yang diuntungkan secara finansial. Tak seorang pun di antara kita adalah pemilik sepak bola. Sepak bola bukanlah milik FIFA untuk dijual,” tambah UEFA.

Komentar kurang bersahabat itu lantas terus meruncingkan hubungan antara FIFA dan UEFA, yang akhir-akhir ini tampak panas. Presiden UEFA, Aleksander Ceferin bahkan menolak menghadiri final Piala Dunia 2026, menyusul serangkaian perselisihan mengenai prosedur disiplin, logistik wasit, dan operasional selama gelaran turnamen.

Juru bicara FIFA mengatakan bahwa usulan ini akan segera diajukan kepada 211 asosiasi anggota mereka, dengan Dewan FIFA yang jadi satu-satunya penentu akhir. Dana dari penambahan modal tersebut bakal digunakan untuk meluncurkan program sukarela yang memungkinkan asosiasi anggota mengakses dana modal sekali bayar hingga 20 juta dolla US. Dana ini bisa digunakan untuk infrastruktur, pembinaan pelatih, tim nasional, kompetisi, sepak bola akar rumput, dan sepak bola wanita.

Selalu update kabar terbaru seputar dunia sepakbola hanya di Vivagoal.com