Kapten Persib Bandung, Marc Klok pada Pertandingan versus Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jumat, 24 April 2026.
Kapten Persib Bandung, Marc Klok pada Pertandingan versus Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jumat, 24 April 2026.Foto: VIVAGOAL/I Made Gita.

Klarifikasi Marc Klok Terkait Tuduhan Rasisme kepada Pemain Bhayangkara FC

Raffy Faraz - May 2, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

VivagoalLiga Indonesia – Kapten Persib Bandung, Marc Klok akhirnya angkat bicara terkait tuduhan tindakan rasisme kepada pemain Bhayangkara FC, Henri Doumbia. Marc Klok secara tegas membantah hal tersebut dan menceritakan kronologi yang terjadi sebenarnya.

Marc Klok mengaku, tuduhan melakukan tindakan rasisme merupakan hal yang tak bisa diterima. Sebab dalam hidupnya, Klok selalu menghormati sesama manusia. Bahkan, tuduhan ini mencoreng nama baiknya di sepakbola Indonesia.

“Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang ditujukan kepada saya. Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya.”

“Sepanjang hidup, saya selalu menjunjung tinggi nilai rasa hormat, kesetaraan,
profesionalisme, dan anti-rasisme. Sepanjang karier saya, saya telah berbagi ruang ganti dengan pemain dari berbagai latar belakang, budaya, dan kebangsaan,” buka Klok dalam Instagramnya.

Kata Klok, rasa saling menghormati merupakan titik utama yang harus dijunjung oleh siapapun. Bahkan ketika informasi yang disebarluaskan Bhayangkara FC, menimbulkan pertanyaan bagi orang-orang di sekeliling Marc Klok.

“Rasa hormat selalu menjadi nilai utama bagi saya, baik di dalam maupun di luar lapangan. Orang-orang yang mengenal saya, termasuk rekan setim, pelatih, dan orang-orang terdekat, mengetahui siapa saya dan nilai-nilai yang saya pegang,” kata Klok.

Sebagai kapten, ia sadar segala tindakannya akan selalu menuai sorotan. Oleh karenanya ia selalu berhati-hati dalam bersikap karena Klok ingin menjadi teladan kepada banyak orang. Oleh karenanya, tuduhan ini harus segera diselesaikan.


Baca Juga:


 

“Satu hal yang pasti, saya selalu memimpin dengan memberi teladan. Saya telah berbicara dengan beberapa pihak dari Bhayangkara Presisi Lampung FC, baik selama maupun setelah pertandingan, untuk memahami situasi yang terjadi serta mengklarifikasinya dengan sikap hormat dan tenang,” imbuhnya.

Klok pun menceritakan kondisi yang terjadi di lapangan. Ketegangan itu terjadi saat Henri Doumbia menahan bola selepas Persib mencetak gol. Ia sempat meminta bola yang ditahan oleh Henri. Sayangnya permintaan itu dianggap rasis oleh Henri.

“Saat kami mencetak gol menjadi 2-1, Henri Doumbia menahan bola alih-alih melanjutkan kick-off. Kami berusaha segera melanjutkan permainan untuk mengejar ketertinggalan. Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, “Give me the ball back.”,” tegasnya.

Sesaat Sebelum Pemain Persib, Berguinho Mencetak Gol ke Gawang Bhayangkara FC.
Sumber: Persib

Klok dan Henri pun sempat beradu argumen dan Henri langsung menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman itu. Ia merasa hal ini sudah selesai di lapangan, namun nyatanya Bhayangkara FC justru memberi pernyataan yang menyudutkannya.

“Kami kemudian membicarakan hal tersebut. Ia meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata “black”. la mengakui kesalahpahaman tersebut, begitu pula rekan-rekan setimnya dan pelatih
mereka, yang memiliki hubungan baik dengan saya,” kata Klok.

Ia pun mengungkapkan fakta lain berupa tindakan petinggi Bhayangkara FC, Sumardji yang terus bersuara dan menuduhnya melakukan rasis. Hal ini yang menjadi suasana semakin mendidih kala kedua kesebelasan mulai memasuki ruang ganti.

“Namun, manajer mereka, Sumardji, yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di dalam lorong stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan. Saya telah memintanya untuk berhenti dan menyampaikan bahwa saya merasa terluka atas tuduhan yang tidak benar tersebut,”

“Saya menilai perilaku ini telah melampaui batas sepak bola dan esensi dari permainan ini. Saya mengharapkan adanya permintaan maaf resmi dari Bhayangkara Presisi Lampung FC atas kekeliruan dan kesalahpahaman yang merugikan nama saya, serta atas penyebaran tuduhan yang tidak benar.” tutupnya.

Selalu update berita terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

adu_2RgveEg7HbWK43B2O5wkeA