Max Dowman ARSENAL
[Tangkap layar X via suara.com)

Lewati Yamal, Wonderkid Arsenal Cetak Sejarah Baru di Liga Champions

Irman Maulana - November 6, 2025
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Liga Champions – Diusianya yang masih sangat belia, Max Dowman sukses menorehkan sejarah baru di Liga Champions usai diturunkan oleh Mikel Arteta dalam partai Arsenal melawan Slavia Praha, sekaligus melewati catatan Bintang Barcelona, Lamine Yamal.

Max Dowman akhirnya bisa merasakan pengalaman pertamanya mencicipi kompetisi teratas di Benua Biru. Didikan akademi Meriam London ini tampil sebagai pemain pengganti pad saat Arsenal lakoki laga tandang melawan Slavia Praha dini hari tadi WIB.

Laga sendiri dimenangkan oleh Arsenal dengan skor telak 3-0 atas Slavia Praha pada lanjutan pekan ke-4 Liga Champions 2025/26. Tiga gol kemenangan Arsenal dicetak oleh Bukayo Saka (32′) lewat titik putih, serta dua gol dari Mikel Merino (46′, 68′).

(Foto: X @Arsenal via rri.co.id)

Sementara Dowman dimasukan oleh Mikel Arteta pada menit ke-73, menggantikan Jurrien Timber. Walau tak mencetak gol maupun assist, tapi penampilan Dowman sudah cukup untuk membuatnya masuk pada daftar emas di Liga Champions.

Dowman kini tercatat sebagai pemain termuda yang pernah tampil di Liga Champions sepanjang sejarah. Saat ini, Dowman baru memasuki usia yang ke-15 tahun dan 308 hari ketika bermain melawan Slavia Praha.


Baca Juga:


Dowman sukses melewati raihan Youssoufa Moukoko dari Borussia Dortmund sampai wonderkid Barcelona, Lamine Yamal. Moukoko debut ketika usia 16 tahun 18 hari, diikuti oleh Yamal dengan 16 tahun 68 hari.

Pasca laga melawan Praha, Arteta tak ketinggalan untuk memberikan pujian bagi seorang Dowman. Menurut Arteta, Dowman tak hanya gemilang secara teknis, namun memiliki sikap tenang meski usianya masih sangat muda.

“Apa yang dilakukannya di lapangan adalah dia masuk, ambil bola pertama, dia langsung menghadapi lawan, mulai menggiring bola, dan mendapatkan pelanggaran,” ujar Arteta dilansir situs resmi klub/arsenal.com.

“Itu adalah kepribadian dan keberanian, dan tidak bisa diajarkan. Kamu memilikinya atau tidak, dan tak peduli apa yang tertulis di paspornya. Kamu memasukkannya ke dalam situasi ini, dan dia siap beradaptasi dan tampil baik. Jadi, saya benar-benar senang dengan itu.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com