
Luka Modric: Perusak Dominasi Messi-Ronaldo, Pemimpi yang akan jadi Tulang Punggung AC Milan dan Serie A
Vivagoal – Serie A – Gairah sepakbola Italia kembali memanas jelang memasuki musim kompetisi 2025/26 dengan kehadiran pemain kelas dunia: Luka Modric. Meninggalkan tanah Spanyol yang jadi tangga kesuksesannya, Modric siap memberikan gebrakan baru pada pecinta Serie A.
Luka Modric memulai lembaran baru dalam karir sepakbolanya bersama AC Milan di usianya yang akan segera menyentuh angka 40 tahun. Kapten Timnas Kroasia itu masih punya satu tujuan dalam karirnya: Piala Dunia 2026 bersama negaranya.
It’s official: Luka Modrić is Rossonero ❤️🖤
#WelcomeModrić pic.twitter.com/ur2atXySas— AC Milan (@acmilan) July 14, 2025
Modric meninggalkan Real Madrid pasca Piala Dunia Antar Klub bertepatan dengan kontraknya yang telah habis. Kepergiannya sekaligus mengakhiri 13 tahun masa baktinya di Santiago Bernabeu bersama Los Blancos.
Sepanjang karirnya, Modric hanya pernah memperkuat empat klub: Dinamo Zagreb, Tottenham Hotspur, Real Madrid, dan AC Milan. Akan tetapi Real Madrid jadi tempatnya meraih segala kesuksesan yang bisa diraih pesepakbola dunia, baik dari prestasi pribadi maupun pencapaian klub.
Runtuhkan Dominasi Ronaldo-Messi
Modric merapat ke ibukota Spanyol pada tahun 2012 dari Tottenham dengan biaya transfer sebesar 22.5 juta Euro. Sepanjang karirnya bersama Los Blancos, Modric telah memenangkan semua gelar yang dibutuhkan seorang pesepakbola.
Enam trofi Liga Champions, empat piala LaLiga, lima gelar Piala Dunia Antar Klub, UEFA Supercup, dan Supercopa de Espana, serta dua gelar Copa del Rey, Modric menutup karirnya dengan sempurna bersama Real Madrid.

Tapi yang jadi sorotan dari karirnya di Madrid adalah Ballon d’Or yang diraihnya pada tahun 2018. Kala itu, Modric jadi pemain pertama yang sukses mengalahkan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi yang sejak 2007 mendominasi gelar pemain terbaik dunia.
Di tahun yang sama, Modric juga memperoleh gelar pribadi sebagai pemain terbaik FIFA dan UEFA. Pencapaian pribadi ini diraih pemain asal Kroasia tersebut usai membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions, UEFA Supercup, Piala Dunia Antar Klub, dan Supercopa de Espana.

Baca juga:
- Indonesia Tampil di Semifinal AFF Tidak Buat Kadek Arel Senang, Kenapa?
- Pemain Muda Leverkusen Ogah Dibandingkan dengan Wirtz
- Tinggalkan Atalanta, Retegui Pecahkan Rekor dengan Gabung Klub Arab Saudi
- Mandul di 2 Laga, Gerald Vanenburg Harus Naikkan Kualitas Penyelesaian Akhir Timnas
AC Milan, Mimpi Masa Kecil Modric
Real Madrid memang jadi tempat Modric membesarkan namanya dan memenangkan berbagai penghargaan besar. Akan tetapi, AC Milan merupakan tim impian masa kecilnya.
Mengidolakan Zvonimir Boban yang bermain untuk Rossoneri di masa jayanya, Modric punya mimpi untuk memperkuat Milan dalam karir profesionalnya.
“Boban adalah idolaku. Ayahku membelikanku baju latihan Milan ketika kecil. Aku sering membayangkan bermain di sana,” kata Modric saat diwawancarai La Gazzetta dello Sport pada tahun 2020 lalu, dilansir dari SKOR.ID.
Impian itu baru tercapai ketika ia menyentuh usia 39 tahun dan Modric punya satu beban di musim perdananya: mengembalikan kejayaan AC Milan yang sedang terpuruk.

Rossoneri tak akan bermain di kompetisi Eropa musim depan karena finish di peringkat delapan pada klasemen akhir Serie A musim lalu. Kegagalan Milan mengamankan tempat di kompetisi Eropa jelas jadi suatu kemunduran bagi tim yang sudah mengantongi tiga trofi Liga Champions, empat trofi Liga Eropa, dan 19 kali juara Serie A.
Kehadiran Modric di San Siro dengan segudang pengalaman dan prestasinya diharapkan mampu mengembalikan Rossoneri ke jalur yang tepat. Bersama Massimiliano Allegri yang akan jadi masinis baru Milan, kebangkitan tim kebanggaan Italia ada di tangan mereka.
Usia bukan Hambatan
Fisik jadi satu jembatan yang tak bisa dipisahkan dari diri seorang atlet. Cedera kerap jadi batu sandungan yang bisa menghentikan karir pesepakbola kapanpun tanpa tedeng aling-aling.
Usia pun jadi salah satu faktor yang tak bisa dilepaskan dari seorang pesepakbola. Angka tiga di depan jadi pertanda bagi sosok pemain untuk mulai memikirkan rencana pensiun dari lapangan hijau.
Hal ini tak berlaku bagi Modric. Akan menyentuh usia 40 awal September mendatang, fisik Modric masih bisa disandingkan dengan para pesepakbola muda. Rahasia hanya satu: cinta tanpa batas untuk olahraga tersebut.

“Saya selalu berkata bahwa yang terpenting bagi saya adalah cinta: cinta kepada permainan dan sepakbola. Itu yang masih mendorong saya. Tak ada rahasia, tapi ada banyak aspek,” tuturnya, dilansir dari Football Italia.
“Ada juga soal bekerja keras, mempersiapkan yang terbaik, dan hidup sehat. Tak pernah ada rahasia besar, tapi bagi saya, apa yang terpenting adalah hasrat dan rasa cinta terhadap sepakbola,” tegasnya.
Rasa cinta ini sudah membawa Modric melanglang buana ke berbagai latihan fisik dan pola makan sehat demi menjaga kebugaran fisik dan jasmaninya.
Pembangkit Bara Api Serie A
Kehadiran Modric di Serie A bukan sekadar nama besar yang merapat ke San Siro. Bukan pula sekadar pengembali martabat AC Milan di mata dunia. Ia memikul beban lainnya yang tak kalah berat: mengembalikan sukaria sepakbola Italia.
Sejak prestasi Timnas Italia yang merosot drastis dalam beberapa tahun terakhir, termasuk absen dari dua edisi Piala Dunia, sepakbola Azzurri ikut mengalami kemunduran. Bintang-bintang muda lebih banyak yang memilih bermain di Inggris, Spanyol, bahkan Arab Saudi.
Padahal klub-klub legendaris bertebaran di Italia, mulai dari AC Milan, Inter Milan, Juventus, AS Roma, hingga tim-tim rising star seperti Napoli dan Atalanta. Sayangnya Serie A jarang jadi pelabuhan pemain bintang maupun pemain rising star.
Kehadiran Modric di AC Milan, juga Kevin de Bruyne di Napoli, membakar semangat pecinta sepakbola Italia akan kebangkitan liganya. Satu melegendakan namanya di LaLiga, yang lain menorehkan tinta emas bersama Manchester City.
Di usia mereka yang sudah matang dan sudah kenyang makan asam-garam sepakbola, Modric dan De Bruyne diprediksi akan menaikkan kembali kualitas sepakbola Serie A maupun Italia.
Kevin De Bruyne: “I still have the motivation and quality to perform at this level. Napoli was the right choice”
💙 #ProudToBeNapoli https://t.co/9ZPxAXRnSJ
— Official SSC Napoli (@en_sscnapoli) July 19, 2025
Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com















