
Madura United Tolak Kompetisi Liga 1 Dijalankan Secepatnya, Mengapa?
Vivagoal – Liga Indonesia – Direktur Utama PT. Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Madura United, Zia Ulhaq, menegaskan bahwa dirinya menolak kompetisi BRI Liga 1 2022/23 dijalankan secepatnya pasca tragedi Kanjuruhan.
Seluruh peserta dari BRI LIGA 1 2022/23 mengadakan sebuah pertemuan di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (4/11), sore WIB. Pembahasan dalam pertemuan tersebut terkait dengan jalannya liga sepak bola di Indonesia. Salah satu peserta yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Madura United.
Diwakili oleh Zia Ulhaq selaku Direktur Utama PT. PBMB, Zia Ulhaq, dirinya secara jelas mengatakan bahwa Madura United tidak setuju jika kompetisi dijalankan secepatnya. Pasalnya, dirinya masih belum yakin sistem saat ini, sehingga ia khawatir jika nantinya kompetisi akan berhenti lagi.
View this post on Instagram
“Kita tidak mau cepat-cepat. Kenapa? Kalau cepat-cepat, nanti rem tangan lagi, lalu jatuh lagi. Kita tidak mau itu. Jadi, harus dibereskan dahulu,” ucap Zia Ulhaq kepada para reporter.
Baca Juga:
- Juragan 99 Mundur, Arema FC Rombak Tata Kelola Klub
- Erick Thohir Direkomendasikan Jadi Calon Ketum PSSI
- Temuan Komnas HAM Lebih Keras dari TGIPF, Mahfud MD Minta Seluruh Tersangka Ditindak
- Liga 1 Vakum, Bek Persib Rindukan Atmosfer Kompetisi
Ia juga menegaskan bahwa kompetisi harus berjalan tanpa terpaksa. Namun, keputusan tersebut tentunya harus disepakati oleh seluruh peserta BRI Liga 1 2022/23 agar tidak terjadi perpecahan dan perbedaan keinginan.

“Kalau kompetisi ini tidak bisa jalan, yaudah jangan dipaksakan jalan. Tapi, bukan hanya Madura United yang sepakat. Semua elemen tentunya harus sepakat.”
“Tidak mungkin jalan karena ada kalender FIFA dan Asia. Belum lagi Timnas mau main di negara kita. Masa kita mau bikin kompetisi? Tidak lucu, kan!” tambahnya.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com














