Mantan Pemain Liverpool: Bayern Hancurkan Karier Pemain Salzburg!
Vivagoal – Bundesliga – Mantan punggawa Liverpool FC, Dietmar Hamann, mengatakan bahwa Bayern Munich menghancurkan karier lulusan Red Bull Salzburg.
Tidak bisa dipungkiri, siapa yang mempunyai kekuatan pasti bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Hal itu juga terjadi di dunia sepak bola di mana klub-klub besar yang memiliki uang, pamor, dan gelar pasti bisa mendatangkan pemain incarannya. Salah satu klub yang memiliki hal tersebut adalah Bayern Munich.
Meskipun banyak pemain yang luluh dan sukses di Bayern Munich, klub tersebut juga menjadi ‘neraka’ bagi beberapa pemain, apalagi pemain dari RB Salzburg. Saat ini, tersisa dua pemain jebolan Salzburg yang bermain di Bayern Munich, yakni Dayot Upamecano dan Marcel Sabitzer. Nasibnya? Tentu mengenaskan.
Hal tersebut membuat mantan pemain Liverpool dan Bayern Munich, Dietar Hamann, kesal. Dirinya mengatakan bahwa Bayern Munich bertanggung jawab terhadap hancurnya karier para pemain jebolan Salzburg yang pergi ke Allianz Arena.
https://twitter.com/BossLFCgoals/status/1549708097232543744
Ia mengatakan bahwa sistem yang ada di Bayern Munich menjadi penyebabnya. Hamann menyebutkan bahwa Bayern Munich seperti tidak mau memberikan kesempatan kepada pemain-pemain tersebut untuk memperlihatkan kemampuannya.
Baca Juga:
- Pemain Tertua Eintracht Frankfurt Akhirnya Bermain di Liga Champions
- Ditinggal Sterling, Jesus dan Zinchenko, Guardiola: Kami Akan Rindukan Mereka
- Berbekal Hasil Positif di Uji Coba, Dewa United Siap Arungi Liga 1
- Belum Puas Dybala, Roma Langsung Incar Pemain Lain
“Sistemnya tidak membantu hal itu terjadi. Saya baru-baru ini mengkritik fakta bahwa Bayern Munich memboyong Marcel Sabitzer seharga 17 juta euro, yang kemudian menjadi pilihan ketiga, keempat, bahkan kelima di posisinya. Namun, di waktu yang sama, mereka menyerahkan Angelo Stiller ke TSG Hoffenheim,” ucap Hamann yang dilansir Kicker.

“Tentu saja, Anda tidak akan bisa mengetahui bagaimana sang pemain bisa berkembang. Tetapi, setidaknya Anda bisa mencobanya dan memberikan anak itu kesempatan bermain. Dengan saya, enam atau tujuh pemain diambil dari tim junior A, yang di mana mereka tidak lolos ke Bayern Munich. Tetapi, kemudian bermain di Bundesliga atau divisi 2.”
“Saya tidak bisa menilai seberapa bagus sistem tersebut, tetapi dahulu sistemnya jauh lebih baik. Tetapi, kami juga memiliki Hermann Gerland, yang melakukan pekerjaan dengan baik dengan kata-kata yang berbobot,” tambah Hamann.
Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com