
Mantan Striker Timnas dan Persib: Bambang Pamungkas Itu GOAT Daripada Boaz Solossa!
Vivagoal – Liga Indonesia – Mantan striker Timnas Indonesia dan juga Persib Bandung, Sergio van Dijk, lebih memilih Bambang Pamungkas daripada Boaz Solossa sebagai GOAT (Greatest of All Time)
Bagi para Bobotoh atau pendukung Persib, nama Sergio van Dijk tidaklah asing. Pemain kelahiran Assen, Belanda, tersebut pernah menjadi salah satu andalan mereka di lini depan.
Pada musim 2012/13, Sergio van Dijk menjadi pencetak gol terbanyak Persib dengan 19 gol dari 29 pertandingan. Kemahirannya di lini depan sebagai striker membuat Bobotoh begitu mencintai dirinya.
View this post on Instagram
Musim itu membuat PSSI memutuskan untuk menaturalisasi van Dijk. Ia memulai debutnya bersama Timnas Indonesia pada 23 Maret 2013 melawan Timnas Arab saudi untuk kualifikasi Piala Asia.
Saat itu, ia berkesempatan untuk berduet dengan striker terbaik yang dimiliki Indonesia, Bambang Pamungkas dan Boaz Solossa. Dari kedua pemain tersebut, van Dijk lebih memilih Bambang ketimbang Boas.
“Saya akan mengatakan Bambang, menurut saya dia adalah ikon Timnas. Saya mengingat sebelum saya menjadi pemain Timnas, saya sedang pergi ke Indonesia pada 2007 saya yakin. Dan, saya tidak pernah berpikir bahwa suatu hari saya akan bermain di sana juga,” kata van Dijk kepada Neal Petersen di Youtube The Haye Way.
Baca Juga:
- Sergio van Dijk Ceritakan Alasannya Hengkang dari Persib dan Pengalamannya Main di Wamena
- Nasib Marselino dan Ole Romeny di Oxford: Buram serta Hanya Jadi Pelapis!
- Mantan Striker Persib Akui Indonesia Banyak Melakukan Kesalahan di Leg Pertama Kontra Cina
- Sandy Walsh Batal Bela Timnas, Jordi Amat Dipanggil Patrick Kluivert
“Jadi, 2007 saya di umur 24 atau 25. Lalu saya menonton pertandingan, saya pikir itu laga antara Indonesia melawan Jamaika. Stadion GBK (Gelora Bung Karno) sepi, tidak banyak penonton.”
“Lalu, saya melihat Bambang Pamungkas bermain dan saya berpikir, ‘Dia adalah pemain yang hebat’. Tentu saja saya melihatnya di Youtube juga. Namun, hal lucunya adalah tiga tahun setelah itu saya bermain di sana. Namun, saat itu saya tidak berpikir untuk menjadikannya sebuah opsi.”

“Dia memiliki atribut yang Anda butuhkan sebagai seorang striker. Kemampuan mencetak gol, tenang di depan gawang, dia bisa menyundul, menembak. Menurut saya dia GOAT (Greatest of All Time).”
“Meskipun Boaz (Solossa) juga merupakan pemain yang sangat bagus. Tapi, saya selalu berpikir, bagaimana kalau dia pindah ke Eropa dan bermain di sini?” tambahnya.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com















