
Masa Depan Man United Belum Jelas, Proyek Ten Hag Bisa Ikut Terancam
Vivagoal – Liga Inggris – Proses penjualan Manchester United belum juga menunjukan tanda-tanda adanya kepastian soal pemilik baru klub, walau sudah melalui berbagai ‘episode’. Andai tak juga selesai, dapat mengancam stabilitas pembangunan ulang tim, yang kini tengah dicanangkan oleh Erik ten Hag.
Sudah Enam bulan lebih sejak kali pertama Manchester United memulai proses pencarian calon pemilik baru klub. Tapi sampai akhir musim 2022/23, publik sepakbola, khususnyaa para fans Setan Merah belum juga mendapat kepastian apakah United tetap dipegang oleh Keluarga Glazers atau dimiliki oleh sosok baru.
Dua sosok yang terus kencang menjad calon kuat pemilik baru Man United adalah, Sultan Timur Tengah, Sheikh Jassim bin Hamad Al Thani, dan pemilik Grup INEOS, Sir Jim Ratcliffe.

Pihak klub pertama kali mengumumkan soal akuisisi United ini pada 22 November 2022 lalu. Mereka ingin menjajaki berbagai alternatif yang strategis untuk klub. Namun, para pecinta United belum mendapatkan kabar pasti dan kebanyakan hanyaa mengandalkan laporan tak bersumber dari pihak-pihak yang berkepentingan.
Mereka seakan dibuat bingung, apakah United akan benar-benar dijual atau tidak pada pihak lain, apalagi dengan kenyataan bahwa Avram Glazer mulai jarang terlihat di Old Trafford. Dilansir Goal, Ia pun tetap bungkam ketika diminta klarifikasi soal penjulan United di Bulan Mei 2023 lalu.
Baca Juga:
- Tak Mau Rugi, Aston Villa Cuma Mau Pinjam Anthony Martial Dulu
- Mengilap Bersama MU Karena Casemiro Pemain Serba Bisa
- Ten Hag: Casemiro Adalah Anugerah yang Tak Disangka-Sangka
- Ten Hag Sempat Was-was MU Imbang Lawan Bournemouth
Tak sedikit yang merasa proses berlarut dalam akuisisi Man United justru menjadi seperti lelucon. Padahal, United sudah memiliki dua calon pembeli pasti, yang semakin membuat fans marah dan terpecah belah.
Citra Man United sebagai salah satu klub paling populer di dunia sepakbola semakin tercoreng. Bukan cuma itu, tapi proses tak berkesudahan ini juga turut mengancam kebangkitn United secara teknis di atas lapangan hijau, bersama Erik ten Hag musim ini.

Tawaran putaran pertama untuk United diajukan pada 17 Februari 2023, ketika Sheikh Jassim, mengumumkan niatnya untuk membeli klub dan menghapus utangnya. Langkah itu kemudian diikuti oleh Ratcliffe dengan perusahaan INEOS miliknya.
Sheikh Jassim dan Ratcliffe, sampai sekarang merupakan dua penawar yang secara terbuka menunjukan minat serius untuk mengambil alih Man United. Perwakilan dari keduanya lalu bertemu dengan para petinggi United di Old Trafford pada bulan Maret.
📌🗓 Mei. Penghujung musim 2023.#MUFC pic.twitter.com/c9nw3CYkTB
— Manchester United (@ManUtd_ID) May 4, 2023
Sayangnya, tawaran dari mereka belum memuaskan pihak United dan batas untuk proposal penawaran kedua ditetapkan beberapa hari kemudiaan. Tapi, hal tersebut malah membuat semua makin berantakan.
Pihak Sheikh Jassim serta INEOS lalu mengabarkan telah mengajukan penawaran kedua, tapi mendapati kabar jika United belum menerimanya. Mereka lalu meminta pihak yang menengahi proses ini, Raine Group, untuk memperpanjang tenggat waktu dan akhirnya dikabulkan.

Di Bulan Maret ini rupanya ada pihak baru selain Sheikh Jassim dan INEOS, yang masuk dalam bursa, yakni pengusaha Finlandia, Thomas Zilliacus. Ia menawarakan setengah kepemilikan klub pada para fans, andai menjadi pemimpin baru United.
Namun Ia menarik diri kurang dari sebulan kemudian karena merasa frustrasi, setelah Keluarga Glazers mengadakan babak ketiga dari penjualan United. Tetapi, dlam laporan Goal, Zilliacus merasa permintaan Keluarga Glazers sebesar 6 miliar pounds, jauh dari harga yang pantas untuk United.
View this post on Instagram
Di awal babak ketiga ini, kubu INEOS dengan tawaran 6 miliar poundsnya kencang dikabarkan mengungguli Sheikh Jassim. Tapi, Sheikh Jassim memberikan penawaran lebih baik, beberapa pekan setelah tenggat waktu. Pihak Qatar kini menunggu kabar dari Glazers dan Raine.
Beberapa merasa keluarga Glazers masih belum mau benar-benar melepas Man United. Hal itu pula yang awalnya membuat mereka lebih mengedepankan Ratcliffe karena memang tetap bisa memberikan saham minoritas. Sedangkan Sheikh Jassim, ingin kepemilikan penuh tanpa ada campur tangan pihak lain.
Proyek Skuad Erik ten Hag di Bursa Transfer Ikut Terancam
Jika sampai bursa musim panas tak mengalami kemajuan berarti, ditengah kebutuhan amunisi baru, United bisa kembali jalan alami kemuduran. Kerja keras Ten Hag serta skuad United musim ini akan sia-sia, setelah meraih gelar Piala Liga Inggris dan kembali berada di posisi empat besar.
Dibawah komando Ten Hag, United memang bisa menutupi sejumlah celah, lewat hasil gemilang pada medio Desember dan April. Tapi United mulai ‘goyang’, diantaranya saat Lisandro Martinez dan Raphael Varane absen ketika melawan Sevilla, Brighton, dan West Ham lalu.
Tak ada jaminan pasti jika proses penjualan ini selesai sebelum bursa musim panas 2023 dibuka pada 10 Juni mendatang. Proses berlarut itu membuat United sulit lakukan ‘pendekatan’ pada pemain incaran yang biasanya berlangsung antara April sampai Mei.

Andai bisa memastikan satu slot menuju Liga Champions musim depan, United tentu sangat butuh dana segar agar prestasi mereka lebih terangkat. Kebutuhan pemain baru dapat semakin genting jika menambah trofi dengan juara di Piala FA, melawan Man City bulan depan.
Posisi penyerang jadi area yang dianggap sangat perlu dibenahi oleh United, terutama setelah kepergian Cristiano Ronaldo. Hilangnya kapten Portugal itu, sejauh ini ‘hanya’ diisi oleh Wout Weghorst, yang tiba secara pinjaman di bursa musim dingin.
Baca Juga:
- Juara Dengan Arsenal 248 Hari di Puncak Klasemen, Haaland: Rasanya Nikmat Betul
- Rumor Manchester United Ingin Datangkan Neymar Dipastikan Hoax
- Meski Cuma Laga Formalitas, Man City Tetap Incar Kemenangan Atas Brighton
- Bahagia di Chelsea, Joao Felix Ungkap Keinginannya Bertahan di London
Dana yang tidak sedikit tentu sangat dibutuhkan oleh United jika mau mendatangkan penyerang yang bisa bawa mereka ke level lebih tinggi lagi. Dua nama pemain yang kencang dikaitkan oleh United, antara lain adalah Harry Kane dan Victor Osimhen.
Selain penyerang, United perlu menambah penjaga gawang yang lebih segar sebagai pesaing dari David de Gea. Ia dinilai kurang cocok dengan gaya bermain Ten Hag yang memerlukan kiper yang bisa ikut membangun serangan dari belakang.

Area lain yang juga tak boleh dilupakan oleh United adalah untuk posisi di lini tengah. Christian Eriksen dan Casemiro berusia 31 tahun, sedangkan Bruno Fernandes akan memasuki usia ke-29 tahun ini.
Di tengah masa depan klub yang belum pasti, situasi semakin runyam karena sulit untuk menetapkan anggaran belanja musim panas nanti. Ditambah lagi proyek pembangunan dari Ten Hag sekarang masih jauh dari kata selesai.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com















