
Mau Spalletti, Timnas Italia Harus Setor Rp 50 M ke Napoli Dulu
Vivagoal – Serie A – Federasi sepakbola Italia (FIGC) bermaksud menunjuk Luciano Spalletti sebagai suksesor Roberto Mancini yang mengundurkan diri sebagai pelatih timnas Italia. Tapi, FIGC harus berkorban 3 juta euro atau Rp 50 miliar lebih sebagai kompensasi untuk Napoli.
Roberto Mancini sedianya masih terikat kontrak sampai akhir perhelatan Piala Dunia 2026 mendatang. Tapi dia memilih tidak menuntaskan masa kerjanya karena kadung kecewa dengan kepemimpinan presiden Federasi sepakbola Italia, Gabriele Gravina.
Setelah gagal membawa Gli Azzurri berprestasi di pentas Piala Dunia 2022, Mancini lantas kehilangan kontrol di ruang ganti. Diantaranya karena Gravina dengan seenaknya memberhentikan asisten pelatihnya dan menggantinya dengan sosok lain.

FIGC sendiri mulai bergerak untuk mencari pengganti Mancini yang sudah berjasa membawa Italia berjaya di ajang Euro 2020 lalu, dan mengerucut pada Luciano Spalletti. Pelatih berkepala plontos itu sendiri sedianya masih memiliki kontrak setahun dengan Il Partenopei namun memutuskan untuk rehat setahun dari lapangan hijau.
Sehingga, Presiden Napoli, Aurelo De Laurentiis pun memastikan bahwa FIGC tetap perlu membayar kompensasi andai benar-benar mau Spalletti. Ia ingin FIGC menyiapkan dana 3 juta euro atau sekitar Rp 50 miliar lebih untuk menebus sisa setahun masa kontraknya.
“Saya selalu menghormati Timnas Italia, selain Napoli, mereka-lah satu-satunya tiim yang saya senangi,” ujar Aurelio De Laurentiis, dikutip Football Italia.
Baca Juga:
- Diincar Banyak Klub Kaya Raya, Napoli: Osimhen Not For Sale
- Menang Tipis Atas Augsburg, Kenapa Napoli Tak Mainkan Osimhen?
- Antisipasi Kepergian Piotr Zielinski, Napoli Incar Teun Koopmeiners
- Al Hilal Goda Osimhen Gaji Rp 19,3 Triliun Per Pekan
“Luciano Spalletti, memiliki satu tahun kontrak dengan Napoli tapi menyatakan ingin rehat usai memenangi scudetto karena merasa amat lelah. Atas segala kinerjanya, saya tak menghalanginya, meski saya memintanya menghormati kontrak. Saya memberinya kesempatan untuk beristirahat.” jelas De Laurentiis.
“Saat mengizinkannya tak menuntaskan kontrak, saya meminta jaminan ia patuh dengan masa cutinya, termasuk penalti jika ia gagal berkomitmen. Jika pilihan jatuh pada Spalletti, pelatih hebat dengan pengalaman 25 tahun di level tinggi, dan mereka menawarkan gaji tiga juta Euro untuk tiga tahun, tak ada alasan mengapa mereka tak bisa membayar satu juta Euro per tahun untuk menebusnya dari kewajiban kontrak.”
FIGC sendiri sebetulnya selama ini tak pernah mengeluarkan uang jika menunjuk seoranng pelatih untuk menangani Timnas Italia. Namun De Laurentiis tegaskan, klubnya menuntut tebusan bagi siapa pun yang berminat menggunakan jasa Spalletti sebelum kontraknya habis tahun depan.

“Untuk Napoli, tiga juta Euro tidak banyak, apalagi untuk Aurelio De Laurentiis. Ini bukan masalah uang, tapi prinsip. Tak hanya menyangkut Napoli, tapi seluruh sistem sepak bola Italia, yang tak boleh lagi bersikap amatir dengan mematuhi aturan bisnis.”
“Jika diberi pengecualian, sistem sepak bola tak akan berkembang dan ke depannya akan ada lagi kasus semacam ini. Begitu juga dengan sikap para pihak yang berwenang ini, yang tak tahu cara mengelola bisnis,” jelas De Laurentiis.
Dirangkum dari Sky Sports, FIGC saat ini tengah berusaha mempelajari detail dalam kontrak Spalletti terkait kompensasi tersebut cuma akan berlaku di level klub. Sebab, Timnas Italia secara logis tidak akan mungkin bertanding melawan Napoli.
Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com















