Tag: FIGC

Laga Sisa Serie A Disinyalir Bakal Digelar di Ibu Kota

Vivagoal Serie APandemi corona yang menyebar dengan cepat di Italia memaksa Serie A ditunda. Belum ada rencana pasti kapan kompetisi akan dilanjutkan meski pihak FIGC terus mengupayakan kompetisi yang tertunda di pekan 26 itu akan tetap dilanjutkan.

Beberapa opsi terus bermunculan. Salah satu wacana yang berkembang yakni Serie A bakal kembali digelar pada 20 Mei, 28 Mei, atau pada Juni yang akan datang.

Dilansir dari La Republica, sebuah ide cukup ekstrim muncul. Ada ide yang disampaikan kepada 20 klub peserta Serie A yang meminta mereka  bermukim di satu kota atau wilayah yang sama untuk memudahkan pengawasan dan tes kesehatan.

Lantas dipilihlah Roma yang jika dibandingkan dengan wilayah lain, Roma relatif lebih kondusif. Sehingga, kawasan ini dianggap sangat cocok untuk menjadi ‘tuan rumah’ lanjutan Serie A.

Rencananya Serie A akan digelar secara tertutup. Para pemain akan menjalani pemeriksaan secara berkala. Kontak dengan pihak luar pun bakal diminimalisir, termasuk dengan para jurnalis.


Baca Juga:


Nantinya akan ada jadwal karantina selama 45 hari. Periode tersebut dinilai cukup untuk para pemain agar bisa mengembalikan kebugaran mereka dan siap bermain pada level kompetitif.

Ada tiga stadion yang masuk dalam kandidat yakni Stadio Flaminio, Stadio Stripe Frosinone, dan Stadio Olimpico.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Federasi Sepakbola Italia Pastikan Serie A Bakal Dilanjutkan!

Vivagoal Serie A – Presiden federasi sepakbola Italia, FIGC, Gabriele Gravina memastikan gelaran Serie A akan tetap berjalan di musim ini. Bahkan, perburuan Scudetto masih akan ditentukan di atas lapangan pasca selesainya pandemic Corona.


Baca Juga:


“Ada rencana (untuk meneruskan Serie A), yang kami pastikan sebagai prioritas mutlak,” tuturnya kepada Sky Sport Italia, dinukil Goal International. “Kami akan dengan senang hati menyelesaikan musim ini di lapangan. Kami sedang berkomunikasi dengan FIFA untuk ekstensi kontrak jika kami harus melampaui 30 Juni,” jelasnya.

Bahkan ia menyebut tengah mencari solusi agar liga rampung sebelum awal Juni. Menurutnya, andai Liga tak digelar, FIGC masih ingin mempertahankan nilai kompetisi olahraga agar sportifitas tetap dijunjung.

“Kami berbicara mengenai kemana Scudetto akan diberikan, tapi ini untuk Dewan Federal yang memutuskan. Kami masih harus mencapai kesimpulan untuk susunan tim di musim depan, mulai dari kompetisi Eropa, promosi hingga degradasi,” tuntas Gravina.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Semakin Pelik, Bagaimana Nasib Serie A?

Vivagoal Serie ASerie A Italia jadi yang paling terdampak lantaran pandemi Covid-19. Kini perdebatan soal kelanjutan Serie A mulai menyeruak di tengah kondisi darurat.

Politisi Italia, Vincenzo Spadafora, pesimistis gelaran Serie A bisa dianjutkan pada Mei mendatang. Pasalnya situasi saat ini belum menunjukan tanda-tanda perbaikan. 

“Prediksi awal mengatakan bahwa kita bisa melanjutkan kompetisi di akhir April atau Mei, namun saya rasa itu prediksi yang terlalu optimistis jika melihat situasi darurat saat ini,” buka Spadafora kepada Rai 3 Chi l’ha visto.

Andai Serie A benar-benar harus dilanjutkan, dia menyarankan untuk semua pertandingan digelar tertutup. Pasalnya tak ada cara lain untuk membuat sepakbola tak memperparah situasi. 

“Saya meyakini bahwa, jika turnamen olahraga ingin dilanjutkan sesuai jadwal, maka semua pertandingan itu harus digelar tertutup tanpa penonton, dan saya rasa tidak ada cara lain selain itu.

“Saya sendiri ragu mengenai tanggal 3 Mei itu, masalahnya adalah situasi darurat ini terus berlanjut. Kita harus mengadaptasi setiap keputusan kita sesering mungkin kaeena pandemi ini,” jelas Spadafora. 

Serahkan Pada FIGC

Namun demikian Spadafora tetap menyerahkan keputusan akhir menyoal kapan dan bagaimana Serie A dilanjutakan kepada FIGC sebagai otoritas tertinggi sepak bola Italia. 

“Keputusan terakhir tetap berada di tangan FIGC, namun saya ragu turnamen bisa dilanjutkan di bulan Mei. FIGC mungkin akan menunda liga hingga akhir musim panas, dan saya sempat membaca kemungkinannya ada di bulan Juli atau Agustus, namun situasinya cukup rumit.

“Namun semua dunia sepakbola memberikan waktu bagi kami karena situasi genting ini, dan saya bisa membayangkan kita maju ke depan tanpa masalah yang berarti.” ujarnya.

Perebutan Scudetto

Di sisi lain, presiden FIGC, Gabriele Gravina, optimis Serie A musim 2019/20 bisa tetap berlanjut. Meski belum tahu kapan, jelasnya, di akhir musim nanti dia memastikan akan tetap ada peraih Scudetto.


Baca Juga:


“Kami harus menemukan solusi. Idealnya kembali  bermain hingga 30 Juli. Kami harus mematuhi regulasi dan aturan yang datang dari pihak berwenang tertinggi secara politik dan ilmiah.

“Jika kami tak bisa bermain, kami masih ingin mempertahankan nilai dari kompetisi olahraga yang terjadi di lapangan. Kita berbicara soal ke mana Scudetto akan pergi, tapi soal itu Dewan Federal yang akan memutuskan,” jelas Gravina.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Janji Presiden FIGC Untuk Serie A Italia

Vivagoal Serie AMerebaknya virus Corona di Italia membuat Serie A terpaksa ditunda hingga April mendatang. Ada harapan besar dari Gabriel Gravina, Presiden FIGC,  untuk tetap melanjutkan kompetisi saat pandemi berakhir.

“Saya belum kehabisan harapan untuk melanjutkan musim kompetisi ini. Saya akan melakukan segala cara agar musim ini tetap bisa dilanjutkan. Saya bukan tipikal orang yang mudah menyerah dengan keadaan yang terjadi.


Baca Juga:


“Saya memahami bahwa terlalu dini untuk memperkirakan kapan tanggal liga ini akan digulirkan kembali, namun kita harus berpikir positif. Kami meminta bantuan UEFA dan FIFA untuk berlanjut setelah tanggal 30 Juni. Saya rasa liga sudah bisa dimainkan di bulan Juli atau Agustus,” buka Gravina kepada Radio Marte.

Lebih lanjut Gravina mengatakan keputusan untuk membatalkan musim ini tidak ada dalam kamusnya. Menurutnya itu opsi itu akan menurunkan kualitas Serie A.

“Saat ini tidak ada tempat untuk kepentingan pribadi. Saya berbicara ini untuk kepentingan banyak orang, dan FIGC akan mengambil keputusan terkait situasi yang terjadi saat ini.

“Saya melihat bahwa membatalkan musim ini merupakan sebuah kekalahan diri saya, dan itu akan menurunkan nilai dari kompetisi ini. Situasi itu akan berlanjut ke skenario yang tidak menyenangkan,” kata Gravina

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Meski Dihantui Virus Corona, Presiden FIGC Optimis Rampungkan Serie A Musim Ini

Vivagoal Serie A – Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, mengatakan harapannya jika Serie A bisa kembali dilanjutkan mulai 3 Mei mendatang.

Italia menjadi negara Eropa pertama yang memutuskan untuk menunda kompetisi musim ini karena pandemi Corona. Hal senada kemudian diikuti oleh liga-liga di Eropa lainnya termasuk di Inggris, Liga Champions hingga Euro 2020.

Keputusan penundaan itu sendiri disusul oleh lockdown hingga 3 April oleh pemerintah. Namun Gravina tak berhasrat untuk menyudahi kompetisi sampai di sini.

“Kami telah mulai menentukan tanggal yang memungkinan untuk kelanjutan liga dimulai kembali pada 3 Mei sampai 30 Juni,” kata Gravina kepada Telelombardia dilansir dari Goal International. 

“Ini juga memungkinkan kompetisi akan selesai pada Juli, jadi kami sudah meminta kepada otoritas di negara ini, bersama UEFA dan FIFA.


Baca Juga:



“Kami tak lupa mempertimbangkan kompetisi klub-klub Eropa dan jeda internasional yang telah diminta oleh FIFA untuk diselenggarakan pada pekan pertama Juni guna menuntaskan kualifikasi Euro.”

Menteri olahraga Italia, Vincenzo Spadafora, sebelumnya juga optimis jika Serie A bisa kembali digelar setidaknya dalam enam pekan ke depan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Serie A Kemungkinan Diundur Lebih Lama Lagi

Vivagoal Serie A – Wabah Covid-19 membuat Serie A terpaksa dihentikan hingga April mendatang. Tapi, Presiden FIGC, Gabriele Gravina, tak bisa memastikan Serie A bisa digelar lagi bulan mendatang.

Banyaknya yang terjangkit Corona di Italia, membuat federasi tak ingin ambil resiko. Gravina menyebut jika sitausi tak membaik, bukan tidak mungkin Serie A akan diundur lebih lama lagi.

“Kami memiliki [mandat pemerintah] yang mengarahkan kami pada 3 April, tetapi terlalu dekat untuk memikirkan segera memulai kembali semua kegiatan, bukan hanya olahraga.


Baca Juga: 


“Untuk alasan ini, aku berbicara tentang awal Mei. Meskipun ini juga merupakan tanggal referensi yang sepenuhnya teoretis, kita harus memberikan referensi kepada diri kita sendiri kalau tidak kita berisiko menemukan diri kita tidak siap,” kata Gravina.

Sejauh ini ada beberapa opsi yang bisa dilakukan operator Liga Italia. Selain menunda Liga, mereka juga dihadapkan pada pilihan menghentikan Serie A secara permanen dan menentukan juara dan degradasi lewat Play off.

“Kita harus mencoba merencanakan dengan ide paling optimis: yaitu, untuk mengakhiri kejuaraan. Di antara berbagai hipotesis, saya juga telah mengumumkan kemungkinan tidak menetapkan gelar, membekukan pendapatan, atau menggunakan play-off,” lanjutnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Serie A Siap Dihentikan Jika Ada Pemain yang Positif Corona

Vivagoal Serie A – Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC) Gabriele Gravina tidak menutup segala kemungkinan terkait virus Corona. Ia bahkan siap menghentikan kompetisi jika terdapat pemain yang positif mengidap virus satu ini.

Itali bisa dikatakan menjadi salah satu pusat penyebaran virus Corona di Eropa. Tercatat 5.883 orang dinyatakan positif terinfeksi hingga Minggu (8/3) pagi WIB, di mana 233 orang di antaranya meninggal dunia dan 589 orang lainnya berhasil sembuh.

Baca juga: Crespo Berharap Lautaro Tetap Bertahan di Inter Milan

Akibat virus yang berasal dari Wuhan tersebut, berbagi sendiri kehidupan di Italia pun merasakan dampaknya, tak terkecuali sepakbola. Sebut saja pada pekan lalu ada enam laga yang harus ditunda termasuk laga panas Juventus kontra Inter Milan.

Pemerintah Italia kemudian mengeluarkan dekrit untuk melarang semua cabang olahraga dihadiri oleh penonton setidaknya hingga 3 April mendatang. Namun situasi bisa lebih buruk jika ada pemain yang positif mengidap Corona.

“Jika ada pemain Serie A yang dites dan hasilnya positif mengidap virus corona, kami tidak menutup kemungkinan untuk menghentikan kompetisi musim ini,” kata Gravina kepada Rai Sport.

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Corona, UEFA ‘Rumahkan’ Wasit Italia

“Kami harus realistis. Dalam situasi ini, kami harus mengadopsi semua langkah yang diperlukan untuk menjamin, pertama dan terpenting, kesehatan atlet kami, kemudian mempertimbangkan dampak yang mungkin muncul dalam kompetisi olahraga.

“Kami tidak bisa menutup segala kemungkinan untuk saat ini, namun kami juga tidak ingin mengharapkan skenario itu, sekarang ini, kami tidak bisa memprediksi.”

Gravina tak menampik jika keputusan laga tanpa penonton sangat merugikan klub. Namun hal tersebut terpaksa diambil demi keselamatan bersama.

“Bermain tanpa penonton jelas bukan hal ideal untuk pertandingan apa pun. Namun melihat presiden klub yang berdebat soal ketertarikannya masing-masing mengirimkan pesan yang sangat buruk dan membahayakan sepakbola Italia.

Baca juga: Akhirnya Derby d’Italia Kembali Terasa Penting

“Setiap orang yang mementingkan urusannya sendiri berkontribusi membunuh secara perlahan sistem olahraga kami.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Kisruh Suporter, FIGC Pastikan Tetap Gelar Laga Serie A

0

VivagoalSerie A – Setelah sebelumnya sempat menyatakan niat untuk menghentikan kompetisi sementara waktu, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) akhirnya memutuskan untuk tetap menjalankan jadwal pertandingan seperti semula.

Keinginan FIGC untuk menghentikan kompetisi Serie A muncul setelah adanya insiden dalam laga yang mempertemukan Inter Milan kontra Napoli di Giuseppe Meazza kemarin. Insiden sendiri berlangsung sebelum, hingga setelah pertandingan berlangsung.

Disebutkan jika ada empat tifosi Napoli yang ditusuk oleh fans Inter Milan sebelum laga berlangsung dengan salah satunya harus mendapat penanganan khusus.

Situasi memanas berlanjut saat laga berjalan di mana para fans Milan menyerang Koulibaly dengan nyanyian rasis. Teriakan hingga suara mereka yang menirukan suara monyet membuat sang pemain gagal fokus dan terpancing emosi hingga akhirnya melakukan pelanggaran kurang penting di penghujung pertandingan.

Selesai pertandingan, atmosfer panas terus mengalir. Kisruh tak bisa dielakkan dimana salah seorang tifosi Nerazzurri, Daniele Belardinelli, 35 tahun, harus meregang nyawa karena ditabrak oleh sebuah mobil di sekitaran stadion.

Tak ingin situasi memanas kian meluas, FIGC sempat mengeluarkan pernyataan resmi di mana mereka akan melakukan pembicaraan terkait kemungkinan untuk menghentikan kompetisi beberapa saat.

“Itu (meliburkan kompetisi) adalah suatu hal yang sedang kami pertimbangkan. Sekarang kami butuh waktu dan berkoordinasi antara satu sama lain: Ada masalah ketertiban yang harus segera ditangani,” ujar Presiden FIGC, Gabriele Gravina kepada Il Messaggero.

Namun setelah beberapa saat usai mengeluarkan statement tersebut, Gravina akhirnya kembali membuat pernyataan di mana FIGC tidak akan menghentikan kompetisi terutama untuk akhir pekan mendatang.

“Sepak bola akan tetap dimainkan pada hari Sabtu nanti,” tutur Gravina kepada Sky Sport Italia. “Pertandingan akan tetap digelar sesuai dengan rencana. Liga tidak akan dihentikan,” tandasnya.

Pertandingan antara Inter Milan melawan Napoli itu sendiri berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan tuan rumah. Satu-satunya gol yang tercipta lahir dari kaki pemain pengganti, Lautaro Martinez, beberapa saat sebelum wasit meniup peluit akhir.

Selalu update berita bola terkini seputar Serie A Italia hanya di vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS