
Melatih di Tottenham Enak, Terus Digaji Tak Perlu Menangkan Trofi
Vivagoal – Liga Inggris – Pemecatan Nuno Espirito Santo sebagai manajer makin menguatkan reputasi Tottenham Hotspur sebagai klub yang mulai doyan ganti-ganti pelatih. Sejak 2019, The Lilywhites sudah ditangani tiga pelatih berbeda.
Tottenham Hotspur mengumumkan pemecatan Nuno Espirito Santo pada Senin (1/11) waktu setempat. Mereka tak puas dengan kinerja pelatih asal Portugal tersebut, yang sebenarnya baru bekerja sedari awal musim ini atau tepatnya hanya 124 hari dengan telah mengarungi 17 pertandingan di semua ajang.
Dipecatnya Nuno Espirito sekaligus menguatkan tren buruk Spurs yang mulai senang memberhentikan manajer seenaknya. Terhitung, sudah ada tiga pelatih dipecat sejak kepergian Mauricio Pochettino yang pernah lima musim menangani Spurs terhitung mulai 2014-2019.
Dari tiga pelatih itu, Jose Mourinho jadi yang paling lama durasinya yakni 17 bulan dari 3,5 tahun kontraknya di Tottenham Hotspur. Sementara satu lainnya, adalah caretaker yakni Ryan Mason.
Khusus untuk Mourinho, bisa dibilang pemecatannya terbilang tragis. Bagaimana tidak, Mourinho sebenarnya tampil cukup bagus dengan mampu membawa Tottenham finis di posisi enam besar pada akhir musim 2019/2020.
Baca Juga:
- Hati-Hati Inter, Conte Bidik Barella Jadi Rekrutan Pertamanya di Tottenham
- Latih Tottenham, Conte Banggakan Pencapaiannya di Inter Milan
- Dengan Skuad Tottenham Sekarang, Conte Belum Bisa Apa-Apa
- Conte Harus Diberi Kebebasan Melatih Jika Tottenham Ingin Sukses
Selain itu, The Special One juga sukses mengantarkan Spurs ke final Piala Liga. Ironisnya, lima hari jelang laga puncak itu, Mourinho malah diberhentikan menyusul buruknya performa Tottenham di Premier League.
Kini, Tottenham sudah resmi menunjukka Antonio Conte sebagai manajer anyar menggantikan Nuno Espirito. Pelatih asal Italia itu telah sepakat diikat kontrak berdurasi 18 bulan, atau hingga Juni 2023 mendatang.
Namun, kebiasaan Tottenham yang mulai senang gonta-ganti pelatih mendapat ejekan dari mantan bek Chelsea, yang notabene adalah rival sekota Tottenham, Marcel Desailly. Menurut pria asal Prancis itu, kerja di Tottenham enak karena tak harus menyumbang trofi tapi tetap mendapat gaji.
“Mereka (Tottenham) membayarmu untuk datang. Mereka membayarmu untuk pergi… Dan kau tak harus memenangkan apa pun. Ini luar biasa!!” kata Desailly di akun Instagram pribadinya. (IRM)
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com














