Mourinho dan Keranjang Pakaian Kotor Yang Hampir Merenggut Nyawanya

0
228
Mourinho dan Keranjang Pakaian Kotor Yang Hampir Merenggut Nyawanya

VivagoalBerita Bola – Jose Mourinho akhirnya mengakui jika dirinya pernah bersembunyi di keranjang pakaian kotor pemain saat masih melatih Chelsea, 2005 silam. Akibat ulahnya ia hampir mati kehabisan nafas saat itu.

Saat masih menukangi Chelsea pada 2005 lalu, Mourinho harus menerima sanksi mendampingi tim sebanyak dua kali dan juga tak boleh masuk stadion. Sanksi itu didapatnya setelah ia bertingkah tak sesuai aturan di laga 16 besar melawan Barcelona.

Alhasil pada babak perempatfinal, Mou terpaksa tak bisa mendampingi timnya saat menjamu Bayern Munchen. Namun beberapa kecurigaan muncul terkait adanya ‘permainan’ yang dilakukan oleh Mou dan jajaran pelatih Chelsea.

Saat itu asisten pelatih Mou, Rui Faria tampak aneh di mana ia mengenakan penutup kepala, hal yang sama sekali tak pernah ia lakukan sebelumnya. Diduga hal tersebut dilakukannya untuk menutup alat komunikasi yang ia pakai di telinga.

Baca Juga :  Eks Pelatih PSG Tidak Cemaskan Sikap Temperamental Rabiot

The Times dan Daily Mail bahkan menyebut jika Mourinho tiba lebih awal di stadion dan menyaksikan laga melalui televisi. Dalam memberikan instruksi ia mengutus pelatih kiper Chelsea, Sylvinho Louro.

Tampak Louro saat itu mondar-mandir tiga kali ke lorong menuju ruang ganti pemain dengan membawa secarik kertas. Setiap ia kembali dari lorong tersebut, Chelsea selalu melakukan pergantian pemain. The Blues akhirnya menang dengan skor 4-2.

Setelah itu, disebutkan jika 10 menit sebelum laga berakhir ia menyelinap keluar dari stadion yang tentu dijaga dengan ketat oleh pihak UEFA. Lantas bagaimana Mou meninggalkan stadion?

Adalah keranjang pakaian kotor para pemain yang ia gunakan untuk keluar stadion. Apesnya, ia nyaris menghadap Sang Pencipta malam itu lantaran ia hampir kehabisan oksigen karena keranjangnya ditutup oleh kit man klub.

Baca Juga :  Leicester Siap Bersaing dengan MU Guna Dapatkan Bek Chelsea

“Saya harus bersama para pemain saya dan saya melakukannya ya,” ungkap Mourinho pada beIN Sports.

“Saya pergi ke ruang ganti pada siang hari jadi saya ada di sana sejak tengah hari dan pertandingan dimulai pukul tujuh. Saya hanya ingin berada di ruang ganti saat para pemain tiba. Saya pergi ke sana dan tidak ada yang melihat saya. Masalahnya adalah untuk meninggalkan stadion. Dan petugas kit man memasukkan saya ke dalam keranjang yang awalnya sedikit terbuka sehingga saya bisa bernapas,” terangnya.

“Namun ketika ia membawanya di luar ruang ganti, orang-orang dari UEFA mengikuti dan begitu putus asa untuk menemukan saya sehingga ia menutup kotak itu dengan rapat dan saya tidak bisa bernapas. Ketika ia membuka kotak itu saya sudah sekarat,” bebernya.

Selalu update berita bola terkini seputar Jose Mourinho hanya di vivagoal.com

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here