
Nameset Timnas Indonesia Copot Saat FIFA Series, Kelme Janji Tingkatkan SOP
Vivagoal – Liga Indonesia – Apparel Timnas Indonesia saat ini, yakni Kelme, meminta maaf atas kejadian nameset para pemain skuad Garuda ketika FIFA Series.
Kejadian tersebut sempai ramai diperbincangkan saat perhelatan FIFA Series 2026. Nameset dua pemain Timnas Indonesia yaitu Dony Tri Pamungkas serta Ole Romeny tersorot kamera lepas dari posisi aslinya.
Kevin Wijaya selaku CEO Kelme Indonesia angkat bicara mengenai situasi tersebut. Menurut Kevin, nameset terlepas bukan dikarenakan kualitas dari bahan jersey atau nameset-nya, melainkan ketika proses pressing.
“Ketika kita melakukan penelusuran dan kita tahu, ‘Oh, ternyata ruang untuk peningkatannnya ini di poin ketiga, proses pressing-nya’. Karena untuk nameset ini proses pressing-nya tergantung tiga hal lagi,” kata Kevin Wijaya kepada para wartawan yang hadir di Kelme Media Session, Rabu (6/5) siang WIB, di GBK Arena, Jakarta.
“Satu, bagaimana mesin yang digunakan. Kedua, operator yang menggunakan. Dan, yang ketiga SOP yang digunakan untuk bisa melakukan pressing. SOP ketika kita launching itu sebenarnya sudah diberikan.”
Baca Juga:
- Kelme Ungkap Penyebab Copotnya Nameset Jersei Timnas Indonesia
- Kronologi Laga Persija Vs Persib Digelar di Samarinda
- Andrew Jung Antusias Hadapi Laga Klasik Pertamanya
- Belum Pasti Juara, Arsenal Sudah Siapkan Kontrak Baru Untuk Arteta
Lebih lanjut, Kevin Wijaya meminta maaf karena pihaknya terlewat satu hal yang penting yaitu tidak semua mesin pressing sama. Sehingga, ia akan meningkatkan kembali Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam melakukan pressing di setiap gerai.
“Satu mesin dengan mesin lainnya itu bisa jadi perlu perlakuan yang berbeda, ini yang kita lewatkan, yang kami lewatkan, dan kami benar-benar memohon maaf untuk hal ini.”

Foto: VIVAGOAL/Muhammad Ilham
“Tapi, yang bisa dilakukan adalah apa? Satu, kembali lagi ke SOP-nya dan kedua pengawasan terhadap pelaksanaan SOP yang bisa kita lakukan,” tambahnya.
Kevin Wijaya juga mengatakan jika ada dua faktor yang menyebabkan masalah itu terjadi. Pertama dikarenakan mesin yang digunakan, lalu juga kesalahan manusia atau humman error.
“Kita telusuri ternyata mesinnya lagi yang berperan di sini. Tidak semua mesin itu sama. Karena mesin yang lebih portabel itu ruang erornya itu lebih besar jadinya. Itu yang mungkin fakta yang kami temukan tadi.”
“Ada faktor human error-nya juga pasti. Namanya ketika yang mengerjakan manusia pasti mungkin tidak 100 persen. Ketika dia mengerjakan sampai lebih dari kapasitasnya dia, misalnya 20, tapi dia sudah lelah, pasti ada proses tekanannya juga mungkin berpengaruh.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com













