
Obrolan Vigo: Jadi Kiper Terbaik Dunia, Tanti Aguri Buffon
Menggeser Seniornya di Bawah Mistar
Salah satu kejadian bersejarah bagi Gianluigi Buffon adalah saat menjaga gawang Parma melawan AC Milan pada 19 November 1995. Kala itu, AC Milan sedang mendominasi sepakbola Italia dan diisi oleh pemain-pemain bintang macam, Roberto Baggio, Zvonimir Boban, sampai George Weah.
Meski pertandingan sendiri berakhir 0-0, tetapi penampilannya kala itu mengejutkan publik sepak bola Italia. Karena seorang remaja berhasil menahan gempuran para pemain bintang AC Milan dengan cekatan.
Konsistensi dan ketangguhannya menjadi bencana bagi Luca Bucci yang terpaksa harus pergi dari Ennio Tardini. Seiring waktu berlalu, penampilan Gianluigi Buffon pun semakin matang dan terus terasah. Ia menjadi rebutan banyak tim-tim raksasa, yang ingin tembok pertahanannya dihuni oleh si superman.
Tepatnya pada 2001, Buffon memutuskan untuk menerima pinangan salah satu raksasa liga italia, Juventus. Transfernya saat itu menjadi sorotan publik Italia maupun dunia.
[irp]
Kala itu, mahar transfer yang Parma terima cukup fantastis, Rp 894 miliar. Tak mengherankan memang, Juventus kala itu baru saja mendapat dana segar dari Real Madrid karena transfer Zinedine Zidane, yang juga menjadi transfer termahal.
Kedatangan Buffon ke Delle Alphi, kembali harus memakan korban. Kiper utama Juventus, Edwin Van Der Saar terpaksa angkat kaki dengan menandatangani kontrak bersama Fulham. Van Der Saar mengaku mensyukuri keputusannya pindah ke Fulham. Menurutnya, kehadiran Buffon akan sangat sulit tergantikan.
“Saya senang dan lega telah menandatangani kontrak dengan Fulham. Saya memiliki waktu yang sulit di Juventus karena mereka mendatangkan Gianluigi Buffon. Sulit untuk menyingkirkan dia,” ucapnya dikutip dailymail.















